Kamis, 03 Oktober 2024
Sabda Kehidupan
Kamis 03 Oktober 2024
Lukas 10:3-4 (Luk 10:1-12)
”Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut…”
Waspada Dan Tangguh
Pernahkah kita mendengar bagaimana orang Jepang menjaga ikan tangkapan di laut agar tetap hidup dan segar? Mereka menempatkan ikan-ikan yang ditangkap hidup-hidup itu ke dalam sebuah kolam di dalam kapal dan menaruh ikan hiu kecil di dalamnya. Ini membuat ikan-ikan tangkapan itu terus menerus bergerak lincah dan ‘berlari’ karena terancam oleh hiu kecil itu. Tiba di darat, ikan-ikan itu tetap hidup dan segar.
Dalam Injil hari ini, Yesus mengutus murid-muridNya ‘seperti anak domba ke tengah serigala.’ Bukan maksud Yesus memasukkan murid-muridNya ke dalam bahaya. Ia menghendaki agar murid-muridNya selalu waspada karena menyadari semua resiko dan tantangan hidup di dunia ini. Dengan menyadari bahwa ada banyak ‘serigala’ di sekeliling kita membuat kita selalu waspada dan menggunakan semua daya yang Tuhan berikan semaksimal mungkin. Olehnya kita dilatih menjadi pejuang iman yang tangguh dan berani.
Dengan bijaksana Yesus berpesan, “hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Mat 10:16).
Sesungguhnya serigala yang paling ganas menyerang ada di dalam diri kita, yakni nafsu mengejar kepentingan diri sendiri dan keinginan untuk tinggal dalam zona nyaman.
Ketulusan hati, kerelaan memberi diri, rela berkorban itulah landasan yang kokoh kuat untuk kita berani menghadapi pelbagai ancaman dan serangan dari luar maupun dari dalam dan berani meninggalkan zona nyaman.
Yesus yang memanggil dan mengutus kita, akan selalu menemani dan memperlengkapi kita dengan hikmat dan daya ilahiNya, menerangi kita dengan Roh KebijaksanaanNya agar kita cerdik dan mampu menjalankan misi mulia menjadi saksi iman di tengah pelbagai tantangan bahkan ancaman.
Yakinlah, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Flp 4:13).
Selamat berjuang dengan tulus di tengah kesulitan hidup, Tuhan-lah kekuatan kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 03 Okt 2024
Kamis Pekan Biasa XXVI
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mrk 1:15
Bacaan Injil: Luk 10:1-12
*************************************
Bait Pengantar Injil
Mrk 1:15
Kerajaan Allah sudah dekat.
Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
Bacaan Injil
Luk 10:1-12
Semoga damaimu menyertai dia.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada waktu itu,
Tuhan menunjuk tujuh puluh dua murid.
Ia mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya
ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Berkatalah Ia kepada mereka,
“Tuaian banyak, tetapi pekerjanya sedikit!
Sebab itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,
supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu.
Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kalian seperti anak domba
ke tengah-tengah serigala.
Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut,
dan janganlah memberi salam kepada siapa pun
selama dalam perjalanan.
Kalau memasuki suatu rumah,
katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini.’
Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera,
maka salammu itu akan tinggal padanya.
Tetapi jika tidak, maka salammu kembali kepadamu.
Tinggallah dalam rumah itu,
makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu,
sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Janganlah berpindah-pindah rumah.
Jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan diterima di situ,
makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ.
Dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu.’
Tetapi jika kalian masuk ke dalam sebuah kota
dan tidak diterima di situ,
pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah,
‘Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami,
kami kebaskan di depanmu.
Tetapi ketahuilah ini: ‘Kerajaan Allah sudah dekat.’
Aku berkata kepadamu,
pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya
dari pada kota itu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************
ℍ
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. [Luk 10: 1]
Injil hari ini menceritakan penunjukan “70 murid lain” yang dipanggil untuk mendahului Tuhan untuk mempersiapkan tanah – untuk mempersiapkan hati orang-orang – sehingga mereka dapat siap untuk menerima Injil keselamatan.
Ada beberapa hal yang pantas kita renungkan. Yang pertama, adalah menarik bahwa misi penginjilan ini bukan hanya untuk para rasul, tetapi untuk semua murid Kristus. Pembaptisan kita mempercayakan kepada kita masing-masing tanggung jawab untuk memberitakan Injil kepada dunia. Ada kemungkinan bahwa salah satu kita adalah bahwa kita mungkin telah melupakan “amanat” ini dan telah berlaku seolah-olah hal itu tidak ada kaitannya dengan komitmen kita kepada Gereja dan kehidupan Kristen kita.
Kedua, tugas ini tidaklah mudah, “seperti domba di tengah-tengah serigala”, tetapi inilah tugas kita. Untuk mencapai misi ini, diperlukan hati yang damai dan penuh belas kasihan, hati yang rela berbagi kehidupan, menyembuhkan tubuh dan pikiran mereka yang sakit, dan yang terpenting, hati yang tidak menaruh dendam kepada mereka yang tidak menyambut para pewarta atau pesannya; penghakiman diserahkan kepada Allah. Misi kita adalah untuk menyambut dan bukan mengasingkan, menyembuhkan tanpa menghakimi, dan meninggalkan daripada mencela.
Ketiga, Yesus memberikan beberapa pedoman penting untuk berpartisipasi dalam misi-Nya: Harta benda tidak boleh membebani seorang pewarta; ia harus melakukan perjalanan dengan ringan dan tidak terjerat dalam hal-hal duniawi. Pewarta Injil harus fokus pada misinya dan tidak terganggu oleh hal-hal yang sepele.
Keempat, Lukas juga menulis bahwa para murid diutus berdua-dua. Ini menunjukkan bahwa Injil tidak dipercayakan kepada kreativitas seorang individu tetapi merupakan hasil dari usaha bersama. Siapapun yang berbicara atas nama Kristus tidak bertindak secara independen, tetapi dalam kesatuan dengan sesama orang percaya.
Dan yang terakhir, marilah kita berdoa kepada Tuhan yang empunya tuaian, bukan hanya meminta lebih banyak pekerja, tetapi juga memberikan stabilitas, sikap positif, dan kedamaian batin; memberdayakan kita serta memperkuat tekad rohani kita.
Tuhan, kuatkan tekadku untuk mempersembahkan diriku bagi pelayanan-Mu. Kuletakkan hidupku di kaki-Mu dan berkomitmen pada misi yang Engkau sediakan bagiku. Amin.
Selamat beraktivitas. Selamat bermisi. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC