Minggu, 29 September 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 29 September 2024
Hari Minggu Biasa XXVI
Markus 9:38-39 (Mrk 9:38-48)
Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku..”
Inklusif Bukan Eksklusif; Kolaborasi Bukan Kompetisi
Kita berada di masa di mana ‘kemampuan untuk bersaing’ menjadi tujuan. Bahkan dalam dunia pendidikan, kemampuan bersaing dijadikan kompetensi lulusan. ‘Menciptakan lulusan yang mampu bersaing’. Apa hasilnya?
Orang atau kelompok atau institusi yang satu melihat orang/kelompok/institusi yang lain sebagai saingan, bahkan dianggap musuh. Orang ingin menjadi lebih hebat dari yang lain, saling mengalahkan dan menjatuhkan, bahkan ingin menghilangkan yang lain.
Yesus menegur murid-muridNya yang melarang orang lain yang bukan pengikut Yesus menggunakan nama Yesus untuk mengusir setan. Nama Yesus adalah nama yang paling berkuasa di surga dan dunia, untuk mengusir kuasa kegelapan di mana pun berada. Di mana ada perpecahan, di situ kuasa kegelapan masuk dan mencerai-beraikan.
Mari berlomba-lomba melakukan kebaikan dan menciptakan ‘bonum communae’ atau kebaikan bersama bagi semua orang. Paus Fransiskus ketika memberikan sambutan di istana negara waktu berkunjung ke negara kita, mengingatkan bahwa ‘politik adalah wujud nyata dari cinta kasih.’ Tujuannya adalah untuk kebaikan dan kesejahteraan bersama.
Merasa diri eksklusif membuat orang menutup diri terhadap kebaikan orang lain, serta mendorong orang berkompetisi secara tidak sehat dan saling mengalahkan.
Yesus datang bukan untuk sekelompok orang tapi untuk semua orang.
Mari memandang orang lain sebagai sesama saudara karena kita semua ciptaan Allah yang diciptakan sesuai citra Allah. Di mana ada cinta kasih di sana Allah hadir.
Mari bergandengan tangan saling membantu membangun persaudaraan yang rukun. Bekerjasama, berkolaborasi, bukan berkompetisi. Tidak perlu merasa lebih baik, lebih hebat, apalagi merasa yang paling benar.
Perbedaan adalah anugerah Tuhan untuk merangkai indahnya persatuan dan harmoni sebagai jalan cintakasih yang memperkuat persaudaraan.
Yesus terus mendoakan kita agar tetap bersatu dalam cintakasih.
Selamat Hari Minggu. Kita sehati sejiwa dalam Yesus.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 29 Sep 2024
Minggu Pekan Biasa XXVI
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17.6a
Bacaan Injil: Mrk 9:38-43.45.47-48
*************************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 17:17.6a
Tuhan, firman-Mu adalah kebenaran.
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran.
Bacaan Injil
Mrk 9:38-43.45.47-48
Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
Jika tanganmu menyesatkan engkau, penggalah.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari
Yohanes berkata kepada Yesus,
“Guru, kami melihat seorang yang bukan pengikut kita
mengusir setan demi nama-Mu.
Lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”
Tetapi Yesus berkata,
“Jangan kamu cegah dia!
Sebab tak seorang pun
yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku,
dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya, barangsiapa memberi kamu minum secangkir air
oleh karena kamu adalah pengikut Kristus,
ia tidak akan kehilangan ganjarannya.
Barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak kecil yang percaya ini,
lebih baik baginya
jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya
lalu ia dibuang ke dalam laut.
Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah,
karena lebih baik bagimu
dengan tangan terkudung masuk ke dalam hidup
daripada dengan utuh kedua belah tangan dibuang ke dalam neraka,
ke dalam api yang tak terpadamkan.
Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah,
karena lebih baik bagimu
dengan kaki timpang masuk ke dalam hidup
daripada dengan utuh kedua kaki dicampakkan ke dalam neraka.
Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah,
karena lebih baik bagimua
masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu
daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
di mana ulat-ulat bangkai tidak mati,
dan api tidak padam.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
ℍ
“Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.” (Mrk 9: 38 – 40)
Kecenderungan yang kuat dari umat manusia adalah sifat mementingkan kelompoknya: keluarga atau klan saya yang pertama, dan yang lain tidak masuk hitungan; negara saya di atas segalanya, suku atau ras saya dan bukan yang lain, kelompok sosial saya dan saya meremehkan yang lain; bahkan agama saya, karena yang lain adalah bidaah atau kafir. Oleh karena itu, terjadilah peperangan, persaingan, penghukuman. Di manakah universalitas Gereja? Apakah kita menerima Roh Kudus bekerja di mana-mana? Itulah yang Yesus ingin kita lakukan.
Roh Kudus berbicara kepada kita melalui yang baik, yang indah dan yang benar. Bagaimana jika hal-hal itu datang kepada kita melalui orang-orang di luar lingkaran kita?
Sahabat-sahabat, hari ini kita diundang untuk tidak berpikir berdasarkan kategori-kategori teman atau lawan, kami atau mereka, orang dalam atau orang luar, milikku dan milikmu, tetapi untuk memandang lebih luas, membuka hati kita agar dapat mengenali kehadiran dan karya Tuhan, bahkan di tempat atau pada situasi yang tak terduga, yang bukan bagian dari lingkaran kita. Yang lebih utama adalah kepekaan kita pada otentisitas kebaikan, keindahan dan kebenaran, bukan pada siapa yang melakukannya.
Kasih itu inklusif, bukan eksklusif. Semoga kita tidak terjebak dalam cinta diri.
Ya Allah, curahkanlah kepada kami dan kepada semua orang Roh pemberi hidup dari Putera-Mu. Biarlah Dia membuka pikiran kami, sehingga kami dapat melihat keindahan dan kebenaran-Mu dalam cahaya yang selalu baru. Biarlah Dia membuka hati kami sehingga kami dapat menerima dari-Nya setiap hari bekal keberanian yang baru. Biarlah Ia mencurahkan kepada semua orang kasih yang penuh hormat dan toleransi. Amin.
Selamat berhari-Minggu. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC