Senin, 23 September 2024
Sabda Kehidupan
Senin 23 September 2024
Lukas 8:16 (Luk 8:16-18)
”Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.”
Api Roh Kudus Sumber Terang Kita
Adalah sebuah kisah tentang sekotak kecil korek api. Di dalam kotak yang sangat gelap, terdengar percakapan beberapa batang korek api yang ada di dalamnya. Mereka mengeluh berada dalam gelap, dan tidak mengerti untuk apa mereka diciptakan.
Tiba-tiba datang seseorang membuka kotak itu, mengambil sebatang korek api lalu menggunakannya sebagai tusuk gigi. Datang juga yang lain mengambil satu batang dan menggunakannya sebagai korek telinga. “Oo…untuk itu kita diciptakan,” kata mereka seorang kepada yang lain.
Mereka lalu diam dalam kegelapan menunggu gilirannya. Suatu ketika datanglah seseorang, mengambil sebatang korek api, menggoreskannya di bagian tepi kotak, lalu tiba-tiba muncul nyala api. Semua korek api itu terkejut dan gembira karena menyadari bahwa dalam dirinya mereka menyimpan potensi untuk dapat menjadi nyala api.
Waktu kita dibaptis, Allah Bapa memberi kita terang ilahi, yakni api Roh Kudus yang tinggal dalam hati kita. Yesus datang sebagai terang dunia dan menyalakan api Roh Kudus dalam diri kita agar menjadi terang dunia melalui tutur kata dan perbuatan kita sebagai anak-anak terang.
Pesan Yesus bagi kita: “hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat 5:16).
”Ya Yesus, nyalakan selalu nyala api Roh KudusMu dalam hati kami. Biarlah kami menjadi lilin kecil yang rela lebur untuk memberi terang di sekitar kami oleh perbuatan baik yang dapat kami lakukan hari ini.”
Semangat Senin. Teruslah bersinar memancarkan terang kasih Tuhan.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 23 Sep 2024
Senin Pekan Biasa XXV
PW S. Padre Pio dari Pietrelcina, Imam
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 5:16
Bacaan Injil: Luk 8:16-18
***********************************
Bait Pengantar Injil
Mat 5:16
Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang,
agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,
dan memuji Bapamu yang di surga.
Bacaan Injil
Luk 8:16-18
Pelita ditempatkan di atas kaki dian,
supaya semua orang yang masuk dapat melihat cahayanya
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Tidak ada orang yang menyalakan pelita
lalu menutupinya dengan tempayan
atau menempatkannya di bawah tempat tidur;
tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian,
supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
Sebab tiada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan,
dan tiada suatu rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.
Karena itu perhatikanlah cara kalian mendengar.
Karena barangsiapa sudah punya akan diberi,
tetapi barangsiapa tidak punya,
apa pun yang dianggap ada padanya akan diambil.”
Demikianlah sabda Tuhan.
****************************************
ℍ
”Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.” [Luk 8: 16]
Kita telah menerima terang iman ketika kita menjadi orang Kristen. Lilin menyala yang diberikan pada saat kita dibaptis melambangkan hal itu. Di sinilah perumpamaan hari ini berbicara kepada kita. Apa yang kita lakukan dengan terang iman kita? Banyak dari kita menyembunyikannya, sebab membiarkan terang iman bersinar melalui hidup kita, merupakan tanggung jawab besar. Dalam masyarakat modern saat ini, menunjukkan iman dalam kehidupan sehari-hari mungkin akan mengundang ejekan dan cemoohan. Itulah yang mendorong banyak orang berkata: “Iman saya adalah urusan pribadi.”
Apakah iman kita hanya urusan pribadi? BUKAN! Iman bukan urusan pribadi saja!” Apa yang dikatakan Yesus dalam Injil hari ini dengan jelas menunjukkan hal itu. “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga,” (Mat 5: 16).
Esensi dari iman kita harus terpancar melalui tindakan-tindakan kita. Santo Fransiskus berpesan kepada murid-muridnya, “Wartakanlah Injil, gunakan kata-kata jika diperlukan.” Artinya, pertama-tama wartakanlah Injil dengan perbuatan dan perilaku kita. Ketika kita sungguh-sungguh mengikuti Injil, cahaya Injil secara alami akan tercermin dalam perilaku kita. Kata-kata meneguhkan kesaksian hidup. Dengan menghidupi Firman Tuhan, kita dapat memberikan kesaksian yang paling kuat.
Dalam salah satu kotbahnya tahun 2016 Paus Fransiskus berkata: “Jika anda tidak ingin menjadi orang Kristen dalam nama saja, anda harus melaksanakan komitmen harian anda untuk menjaga terang yang telah diberikan kepada anda saat dibaptis dan bukan menyembunyikannya. Ini adalah komitmen yang harus dipegang dalam hidup “setiap hari”, memelihara komitmen tersebut dan tidak mudah menyerah pada godaan di mana kita mudah jatuh.”
Tuhan, bimbinglah aku dengan terang kebenaran-Mu yang menyelamatkan. Penuhi hati dan pikiranku dengan terang dan kebenaran-Mu dan bebaskanlah aku dari kebutaan dosa dan tipu daya.
Selamat memasuki pekan yang baru. Bersinarlah! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC