Renungan BKSN Minggu ke 3
Renungan BKSN Minggu ke 3
MENJADI MANUSIA YANG BENARSUPAYA TIDAK MENGALAMI HUKUMAN (HABAKUK 2: 1-5 )
Saat ini kita hidup dalam dunia yang serba cepat dan mudah. Kita dapat dengan mudah membeli barang-barang kesukaan, dengan cepat dapat menemukan sesuatu. Semua itu yang membuat kita merasa “harus” memperoleh apa yang kita inginkan saat itu juga. Dengan kata lain, kita tidak lagi sabar untuk bisa memperoleh apa yang kita inginkan. Tentu, ini membuat kita tidak mudah menunggu sesuatu, misalnya terkabulnya doa kita.Hidup oleh percaya itu bukan berpusat pada “perasaan percaya”, melainkan pada kesetiaan dan loyalitas yang tetap kepada Allah dan janji-janji-Nya. Bisa jadi sekarang situasinya sulit, tapi kita mengingat apa yang dilakukan Tuhan di masa lampau. Kita percaya pada Tuhan yang sama, yang akan bertindak di masa sekarang dan masa depan. Habakuk memberikan teladan yang baik di kala segalanya tampak tidak jelas. Dia tidak mengadu ke mana-mana. Yang pertama dia lakukan adalah mencari Tuhan. Dia menunggu waktu Tuhan. Seperti Habakuk, kita pertama-tama mencari Tuhan. Mungkin masih akan ada derita. Satu hal yang pasti, Allah bersama mereka dalam suka dan duka. Demikian juga kita, Allah bersama kita dalam suka dan duka.Dari situ, kita pun diajak untu belajar menjadi pribadi yang sabar, tidak mudah marah atau berburuk sangka, dan percaya kepada Allah. Ini dapat dilakukan misalnya dengan mulai tekun dalam mengerjakan tugas, tekun membaca Kitab Suci, rajin berdoa, dan lain sebagainya.
Sumber Komsos St.Ignatius Paroki Krapyak