KECIL
KECIL “Tandem fit surculus arbor” – Suatu ketika cabang juga akan menjadi pohon. Banyak orang yang tidak sabar untuk menjadi hebat, terkenal, termasyur dan kaya raya. Budaya instant sudah merasuk dalam diri setiap manusia dan orang tinggal “klik” saja, maka semuanya terjadi. Orang lupa bahwa keberhasilan itu harus disertai dengan keringat dan air mata. Memang, sifat manusia itu selalu berharap mendapatkan yang besar tanpa mau mememulai dari yang kecil. Ini bagaikan prinsip ekonomi, “mendapatkan hasil yang besar dengan usaha seminimal mungkin!” Barangkali orang lupa akan kata-kata yang pernah diucapkan oleh Lao Tze, penulis buku Tao Te Ching (± 6 seb.M), “Pohon yang besarnya sepelukan, tumbuh dari benih yang kecil saja. Menara setinggi sembilan tingkat dibangun mulai dari seonggok tanah. Perjalanan seribu li dimulai dari satu langkah.” Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Untuk mencapai hal-hal yang besar, kita harus berani bertekun dan bertahan. Pepatah Latin menulis, “Gutta cavat lapidem non vi sed saepe cadendo” – Tetesan air melubangi batu, bukan karena kekuatannya, tetapi karena tetesannya yang terus-menerus. Pernahkah kita mendengar kata-kata, “Para wanita baik mampu mengatur dunia?” Ibu dari Alexander Agung (356 – 323 seb.M), Ibu dari Julius Caesar (100 – 44 seb.M), Ibu dari Pandawa, semua berperan aktif mendidik anak-anak, sehingga mereka menjadi orang yang hebat, “The hand that rocks the cradle rules the world” – Tangan yang mengayun buaian bayi mengatur dunia. Awalnya, sang ibu-ibu hanya mengayu-ayun buaian. Namun dalam ayunan itu, ia sambil mendongeng Jumat, 18 September 2015 –oo000oo——————– Buku Motivasi “Sebagai sahabat dalam peziarahan hidup” —————————-oo000oo————————–
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Rm. Markus Marlon, MSC <markus_marlon@yahoo.com>