Jumat, 13 September 2024
Sabda Kehidupan
Jumat 13 September 2024
Lukas 6:41 (Luk 6:39-42)
”Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?”
Melihat Seperti Yesus Melihat
Cara kita melihat sangat menentukan siapa diri kita yang sebenarnya. Dikatakan bahwa mata lebah akan selalu melihat bunga, sedangkan mata lalat akan selalu melihat sampah.
Kata pepatah: ‘You get what you see’ (engkau mendapatkan apa yang kau lihat). Bila orang hanya melihat yang negatif, ia mendapatkan yang negatif. Bila melihat yang positif, ia mendapatkan yang positif.
Bila Yesus dapat melihat Petrus (batu karang) dalam diri Simon yang suka menyangkal, dan bila Yesus melihat Paulus seorang pewarta ulung dalam diri Saulus sang penganiaya jemaat, baiklah kitapun melihat seperti cara Yesus melihat.
Bila kita tergoda melihat kesalahan orang dan menghakiminya, mari bercermin dan bertanya dalam hati, “Bila Yesus yang melihat, apakah yang pertama-tama dilihatNya?”
Setelah mengalami hidup baru dalam Yesus, Paulus berkata, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Fil 2:5).
”Ya Yesus murnikanlah hati dan pikiran kami, agar mata kami jernih dan mampu memandang apa yang baik dalam diri orang lain. Bila melihat kesalahan, mampukan kami untuk dapat membantu memperbaiki atas dasar kasih dan ketulusan hati. Jauhkan kami dari sikap menghakimi dan mencari kesalahan orang lain. Semoga kami mampu melihat ke kedalaman hati dan bersyukur atas kebaikan yang Tuhan tanamkan dalam hati kami dan sesama kami. Amin.”
Selamat hari Jumat. Tuhan Yesus memberkati kita❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 13 Sep 2024
Jumat Pekan Biasa XXIII
PW S. Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17b.a
Bacaan Injil: Luk 6:39-42
**************************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 17:17b.a
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran.
Kuduskanlah kami dalam kebenaran.
Bacaan Injil
Luk 6:39-42
Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta?
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada suatu ketika
Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya,
“Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta?
Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang?
Seorang murid tidak melebihi gurunya,
tetapi orang yang sudah tamat pelajarannya
akan menjadi sama dengan gurunya.
Mengapakah engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu,
sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kauketahui?
Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu,
‘Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu,’
padahal balok dalam matamu tidak kaulihat?
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu,
maka engkau akan melihat dengan jelas
untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
****************************************
MILIKILAH “MATA” KASIH DAN MATA IMAN YANG BAIK DAN BENAR
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Saya/anda pernah memiliki Presiden yg memiliki problem matanya, yaitu Bapak Gus Dur. Saat terpilih, hampir semua pihak meyakini bahwa gangguan matanya secara fisik AKAN DILENGKAPI dengan “MATA HATI” nya, kecerdasan dan ketulusan hatinya. Dapat disimpulkan mata fisik memang penting, tetapi jauh lebih penting dan tidak boleh dipandang mata sebelah/diabaikan adalah mata hati, mata batin/KASIH dan MATA IMAN.
Dalam Injil hari ini Yesus mengeritik org2 yang mampu menggunakan mata fisiknya, namun “mata hati”nya KOTOR sehingga selalu melihat dan memandang kejelekan, kekurangan orang lain dan tidak mampu melihat kekurangannya sendiri. Orang yang hatinya kotor atau pikirannya kotor akan cenderung melihat kekurangan, kelemahan, kejelekan orang lain; sulit sekali utk melihat hal2 positip, kebaikan, kelebihan, keunggulan dan keberhasilan orang lain. Inilah ciri orang munafik, orang yg “buta hati dan pikirannya”. Yesus mengeritik dan menegaskan:”Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?…Mengapakah engkau melihat SELUMBAR di dalam mata saudaramu, sedangkan BALOK di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?.. Hai orang munafik, kekuarkanlah balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas utk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (Luk. 6:39.41-42).
Apakah saya/anda sdh memiliki dan menggunakan “mata hati/batin (MATA KASIH) dan MATA IMAN dengan baik dan benar utk melihat kebaikan dan kelebihan sesama saya/anda?? Ataukah saya/anda sudah dan suka “MEMAKU” sesama saya/anda pada masa lalunya yang buruk, jahat, jelek dan “TERTUTUP mata hati” utk melihat kebaikan dan kelebihannya “sekarang ini dan di sini”? Kalau saya/anda masih memberi “cap buruk” kp orang lain, maka baiklah saya/anda “yang buta mata hati” memohon penyembuhan dari Yesus agar mata hati saya/anda tidak buta lagi, mata batin saya/anda menjadi jelas dan terang lagi utk melihat dan menerima kebaikan, kelebihan dan kekurangan serta kelemahan orang lain apa adanya. Bapa, bersihkanlah mata hati atau batin saya/anda agar mampu melihat kebaikan2 yg ada pada sesama kami sekecil apapun.
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya/anda yang memiliki mata hati/batin, mata kasih dan mata iman yang baik dan benar “saat ini di sini”. Amin.