Kamis, 12 September 2024
Sabda Kehidupan
Kamis 12 September 2024
Luk 6:27-29 (Luk 6:27-38)
”Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.”
Menjadi Seperti Kristus
Betapa suci dan murni hati orang yang menuruti perintah Yesus ini. Perlakuan jahat orang lain terhadapnya, tak membuatnya berhenti untuk mencintai orang itu. Tak ada gambaran seorang yang begitu rendah hati, bijaksana dan suci yang dapat melampaui pribadi yang digambarkan Yesus ini.
Gambaran orang seperti ini, bukankah nyata dalam diri Yesus sendiri? Dan inilah kehendak Allah bagi kita: agar kita menjadi serupa dengan Yesus.
Dalam Roma 8:29 Paulus berkata, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.”
Untuk inilah kita diciptakan Allah yakni “Menjadi serupa dengan Kristus.” Segala kelemahan dan keterbatasan kita tidak menjadi alasan bagi kita untuk berhenti mencintai tanpa syarat, dan bertumbuh menjadi sempurna dalam cintakasih.
Tentu saja kita tak akan mampu mewujudkannya dengan upaya sendiri, hanya mengandalkan diri sendiri. Yesus menganugerahkan kita Roh KudusNya agar menjadi kekuatan dan semangat kita untuk menjadi seperti Dia. Jadi semua hal yang membuat kita marah, terluka dan sakit hati, adalah cara Allah menguduskan dan menyempurnakan kita agar mampu mencintai seperti Yesus.
”Ya Yesus jadikanlah hati kami seperti hatiMu.”
Selamat hari baru. Yesus memberkati latihan kehidupan kita hari ini.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 12 Sep 2024
Kamis Pekan Biasa XXIII
PF Nama SP Maria yang Tersuci
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 1Yoh 4:12
Bacaan Injil: Luk 6:27-38
***********************************
Bait Pengantar Injil
1Yoh 4:12
Jika kita saling menaruh cinta kasih, Allah tinggal dalam kita;
dan cinta kasih Allah dalam kita menjadi sempurna.
Bacaan Injil
Luk 6:27-38
Hendaknya kalian murah hati se bagaimana Bapamu murah hati adanya.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Dengarkanlah perkataan-Ku ini:
Kasihilah musuhmu.
Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian.
Mintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kalian.
Berdoalah bagi orang yang mencaci kalian.
Bila orang menampar pipimu yang satu,
berikanlah pipimu yang lain.
Bila orang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu,
dan janganlah meminta kembali
dari orang yang mengambil kepunyaanmu.
Dan sebagaimana kalian kehendaki orang perbuat kepada kalian,
demikian pula hendaknya kalian berbuat kepada mereka.
Kalau kalian mengasihi orang-orang yang mengasihi kalian, apakah jasamu?
Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.
Lagi pula kalau kalian memberikan pinjaman kepada orang
dengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya,
apakah jasamu?
Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa,
supaya mereka menerima kembali sama banyaknya.
Tetapi kalian,
kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka
dan berilah pinjaman tanpa mengharapkan balasan,
maka ganjaranmu akan besar
dan kalian akan menjadi anak Allah Yang Mahatinggi.
Sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih
dan orang-orang jahat.
Hendaklah kalian murah hati
sebagaimana Bapamu murah hati adanya.
Janganlah menghakimi orang, maka kalian pun tidak akan dihakimi.
Dan janganlah menghukum orang,
maka kalian pun tidak akan dihukum.
Ampunilah, maka kalian pun akan diampuni.
Berilah, dan kalian akan diberi.
Suatu takaran yang baik,
yang dipadatkan, yang digoncang dan tumpah ke luar
akan dicurahkan ke pangkuanmu.
Sebab ukuran yang kalian pakai, akan diukurkan pula kepadamu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***************************************
MENGASIHI DAN MENDOAKAN YANG MEMBENCI DAN MEMUSUHI SAYA, ANDA
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung. Keuskupan Ruteng )
“Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu” (Luk. 6: 27 – 29). Sabda ini sangat bertentangan dg keinginan manusia pd umumnya: “Kasihilah sesamamu manusia dan BENCILAH MUSUHMU!” (Mat. 5:43). Ajakan Yesus utk mengasihi dan mendoakan musuh merupakan ajakan yg baik, karena dgn begitu HIDUP saya, anda (yg memiliki musuh) AKAN MENJADI NYAMAN, DAMAI DAN TENANG. Tidak ada perasaan dendam, tdk lagi ada ketakutan akan pembalasan. Hidup ini SEMAKIN DIRASAKAN RINGAN (tak ada beban) KETIKA HATI SAYA, ANDA DIPENUHI CINTA dan DAMAI.
Mengasihi dan mendoakan sesama termasuk “musuh” adalah suatu bentuk kepasrahan dan penyerahan diri, suatu sikap iman, di mana SEGALA PERKARA, PERSOALAN HIDUP, termasuk MUSUH yang dihadapi itu , AKAN DISELESAIKAN, “DIURUS” OLEH TUHAN ALLAH (dlm kerjasama dgn saya, anda).
Doa (mendoakan) adalah harapan yg mampu mengubah hati seseorang (musuh) karena saya, anda mengandalkan Tuhan Allah, agar Tuhan Allah sendirilah yang akan MENYAPA hati (musuh).
Mengasihi musuh dan mendoakan mereka merupakan tanda KEDEWASAAN ORANG BERIMAN (saya,anda) dalam menyikapi masalah, persoalan hidup (termasuk musuh).
Memang mengasihi dan mendoakan musuh tidak lantas menyelesaikan soal, masalah, tetapi paling kurang dgn begitu KEBAIKAN YG DIMULAI DARI DIRI SENDIRI akan memunculkan KEADAAN HATI YG BAIK, CARA HIDUP YG BAIK, PEMIKIRAN YG BAIK, SUASANA HATI YG TEDUH TENANG, yg membuat seseorang (saya,anda) MENJADI BIJAKSANA dalam menyelesaikan segala perkara.
Jika tidak mengasihi dan tidak mendoakan musuh, saya, anda akan selamanya merasa “terganggu”; bisa menganggap musuh sebagai ORANG YG TIDAK BOLEH ADA DI HADAPAN saya, anda. Hidup menjadi tidak nyaman.
Maka kasihilah sesamamu dan doakanlah musuh2 saya, anda, maka hidup saya, anda menjadi aman, tenteram, penuh damai dan sukacita. Hidup betul dinikmati. Selamat mengasihi dan mendoakan musuh2ku,mu. Selamat menikmati hidup ini.
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) memberkati saya, anda sekalian yang selalu mencintai/mengasihi dan mendoakan orang lain, terutama musuh2 saya, anda. Amin.