TANGAN TUHAN
TANGAN TUHAN Ada sebuah pertanyaan, “Mungkin di antara kita masih ingat syair lagu yang pernah dikumandangkan oleh Ebiet G. Ade?” Syairnya demikian, “Kepada-Mu aku pasrahkan Seluruh jiwa dan ragaku, Hidup dan mati ada di tangan-Mu, Bahagia – sedih ada di jari-Mu”. Syair tersebut sangat mendalam. Kita, manusia hanya bisa berpasrah kepada Tuhan. Hidup ini misteri, karena kita tidak pernah akan tahu apa yang akan terjadi menit berikutnya. Sebab itu banyak orang yang takut menghadapi hari esok. Mari kita tengok apa yang dikatakan Paulo Coelho, (lahir 24 Agustus 1947), “Non of us know what might happen ever the next minute, yet still we go forward. Because we trust. Because we have faith” — Tidak ada dari kita yang tahu apa yang akan terjadi meskipun di menit berikutnya, namun kita tetap maju. Karena kita percaya. Karena kita memunyai iman. Thomas dari Kempis (1379 – 1471) dalam bukunya yang berjudul “Imitatio Christi” – Mengikuti Jejak Kristus, menulis, “Homo proponit sed Deus disponit” – Manusia merencanakan tetapi Tuhanlah yang menentukan. Sumber ungkapan ini ada dalam Kitab Amsal, “Cor hominis desponit viam suam: sed Domini est dirigere gressus eius” – Hati manusia memikir-mikir jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya (Ams 16: 9). Hidup kita ini milik Tuhan, hanya bila kita menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya, rasa tenang dan damai menjadi milik kita. Senin, 14 September 2015 –oo000oo——————– Buku Motivasi “Sebagai sahabat dalam peziarahan hidup”
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Rm. Markus Marlon, MSC <markus_marlon@yahoo.com>