Minggu, 08 September 2024
Sabda Kehidupan
Minggu, 08 September 2024
Hari Minggu Biasa XXIII
Pesta Kelahiran St Maria
Markus 7:37 (Mrk 7:31-37)
Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”
Yesus Sanggup Memulihkan Segalanya
Allah menciptakan segala sesuatu baik adanya. Demikian dikisahkan dalam Kitab Kejadian, ketika Allah menciptakan alam semesta dan manusia. “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” (Kej 1:31a).
Namun dosa masuk ke dunia dan merusak segalanya. Apa yang semula indah dan baik, hancur dan rusak oleh dosa. Sejak itu manusia tak mampu pulih kembali oleh kekuatannya sendiri.
Syukur kepada Allah, Ia mengutus Yesus PuteraNya untuk memulihkan kita dari kerusakan dan kehancuran oleh dosa. Oleh Yesus “segalanya menjadi baik. Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”
Dalam Yesus selalu ada harapan untuk pemulihan kembali hidup kita seutuhnya. Yang kotor dibersihkanNya, yang jatuh diangkatNya, yang rusak diperbaiknya, yang sakit disembuhkanNya, yang berdosa diampuniNya, yang lemah dikuatkanNya, yang kurang ditambahkanNya, sampai melimpah dan meluap.
Tak ada satu kekuatan di dunia ini yang mampu melumpuhkan semangat kita mencapai impian dan cita-cita karena Yesus ada bersama kita.
Biarlah kasih Yesus melingkupi kita. PadaNya kita percaya dan menaruh segala harapan kita. Kita tak akan pernah dikecewakan. Mari berjalan dalam terangNya agar kita melihat tanda-tanda kehadiranNya. Mari mendengarkan sapaanNya yang selalu meneguhkan dan menyemangati kita.
”Ya Yesusku, padaMu aku percaya, Engkau-lah andalanku.”
Selamat Hari Minggu. Selamat merayakan Hari Ulang Tahun Bunda Maria dengan penuh sukacita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 08 Sep 2024
Minggu Pekan Biasa XXIII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 4:23
Bacaan Injil: Mrk 7:31-37
************************************
Bait Pengantar Injil
Mat 4:23
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah
serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Bacaan Injil
Mrk 7:31-37
Yang tuli dijadikan-Nya mendengar,
yang bisu dijadikan-Nya berbicara.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa
Yesus meninggalkan daerah Tirus,
dan lewat Sidon pergi ke danau Galilea,
di tengah-tengah daerah Dekapolis.
Di situ orang membawa kepada-Nya seorang tuli dan gagap,
dan memohon supaya Yesus meletakkan tangan-Nya atas orang itu.
Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak,
sehingga mereka sendirian.
Kemudian Yesus memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu,
lalu meludah dan meraba lidah orang itu.
Kemudian sambil menengadah ke langit
Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya,
“Efata!” artinya: Terbukalah!
Maka terbukalah telinga orang itu,
dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya,
lalu ia berkata-kata dengan baik.
Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ
supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga.
Tetapi makin dilarang-Nya mereka,
makin luas mereka memberitakannya.
Mereka takjub dan tercengang, dan berkata:
“Ia menjadikan segala-galanya baik!
Yang tuli dijadikan-Nya mendengar,
yang bisu dijadikan-Nya berbicara.”
Demikianlah sabda Tuhan.
†************************************
* ℍ
“Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.” (Mrk 7: 37)
Bacaan Injil hari ini menampilkan Yesus Sang Juruselamat, yang dinubuatkan oleh Yesaya. “Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!…. Telinga orang-orang tuli akan dibuka…. mulut orang bisu akan bersorak-sorai….” (Yes 35: 5 – 6).
Yesus menyembuhkan seorang yang tuli dan bisu (gagap). Tempat terjadinya penyembuhan ajaib bagi orang tuli dan bisu ini terjadi di Dekapolis, sebuah wilayah penyembah berhala. Injil Markus pada Bab 5 juga berbicara tentang Yesus di wilayah yang sama ketika Ia mengusir segerombolan setan dari seorang yang kerasukan.
Orang tuli dan bisu dalam Injil hari ini mewakili semua orang yang tidak membuka telinga mereka terhadap suara Tuhan dan menolak untuk mengakui iman mereka kepada-Nya. Yesus membawanya menjauh dari kerumunan orang banyak. Ketika berada di tengah-tengah kerumunan orang banyak, ada terlalu banyak suara – ideologi dunia – yang menghalangi dia untuk mendengarkan suara Tuhan. Untuk mendengarkan suara Tuhan, penting untuk menjauh dari ideologi-ideologi yang berlawanan dan suara-suara dunia luar.
Yesus menaruh jari-Nya ke dalam telinga orang itu” (ayat 33). Jari Allah adalah simbol dari kuasa Allah. Dikatakan pula dalam Injil bahwa “Ia meludah dan meraba lidah orang itu.” Dalam tradisi Yahudi, air liur dianggap sebagai nafas yang terkonsentrasi. Nafas adalah milik Allah. Menyentuh lidah orang bisu-tuli itu dengan ludah-Nya, Yesus memberikan nafas-Nya, Roh-Nya. Orang yang sakit – manusia yang sakit disembuhkan dengan perintah Efata – Terbukalah – terbukalah telinga untuk mendengarkan suara Allah dan terbukalah “ikatan lidahnya” untuk menyatakan iman kepada-Nya.
Orang banyak yang takjub menyaksikan peristiwa itu berseru, “Ia menjadikan segala-galanya baik.” Kata-kata yang mengingatkan kita pada kisah penciptaan: “Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” Markus memperkenalkan kepada kita manusia baru – ciptaan baru Allah – yang mendengarkan suara Allah dan memberitakan Injil kepada dunia.
Apa saja kebisingan dan ideologi yang menghalangi kita untuk mendengarkan suara Allah saat ini? Apa yang menghalangiku mendengarkan sesama?
Tuhan, bukalah telingaku untuk sungguh-sungguh mendengarkan Engkau dan bukalah mulutku untuk memuji dan memuliakan Dikau. Bukalah hatiku agar mampu berbelas-kasih seperti Engkau.
Selamat hari Minggu. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC