Minggu, 01 September 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 01 September 2024
Hari Minggu Kitab Suci Nasional
Matius 25:40 (Mat 25:31-46)
Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Melihat Dengan Mata Iman
Betapa indah pesan Injil bagi kita pada hari Minggu Kita Suci ini. Yesus, yang adalah Allah dan Tuhan kita, menyamakan diri-Nya dengan semua orang, khususnya orang-orang yang dianggap paling hina, mereka yang terbuang dan yang menderita. Mereka yang dipenjara dan dianggap orang jahat, orang yang kelaparan dan kehausan karena miskin dan melarat, para pengemis dan anak jalanan, mereka yang telanjang dan tak punya rumah.
Mengenali Yesus dalam diri saudara-saudari kita yang hina ini bukanlah mudah. Karena itu Allah Bapa kita menganugerahkan iman kepada kita agar kita melihat dengan mata iman. Dengan demikian kita mampu untuk melihat jauh di balik realitas seorang sesama, pribadi Yesus sendiri yang ada di depan kita. Demikian juga kita mampu melihat kehadiran Allah dalam seluruh ciptaanNya.
Kiranya kesadaran bahwa Yesus hadir dalam diri sesama, menggerakkan hati kita untuk mengasihi dan berbelas kasih, menghargai, mengulurkan tangan, dan rela membantu. Semuanya kita lakukan untuk Yesus.
Ingatlah pesan Paulus ini: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kol 3:23)
”Ya Yesus, bukalah mata hatiku agar aku dapat selalu melihat Engkau dalam diri siapa saja yang kujumpai. Gerakkanlah hatiku agar dapat berbuat baik.”
Selamat Hari Minggu Kitab Suci Nasional. Sabda Tuhan menerangi mata hati kita untuk melihat dengan iman❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 01 Sep 2024
Minggu Pekan Biasa XXII
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yak 1:18
Bacaan Injil: Mrk 7:1-8.14-15.21-23
************************************
Bait Pengantar Injil
Yak 1:18
Atas kehendak-Nya sendiri
Bapa telah menjadikan kita berkat firman kebenaran,
supaya kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Bacaan Injil
Mrk 7:1-8.14-15.21-23
Perintah Allah kamu abaikan
untuk berpegang pada adat istiadat manusia.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari
serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem
datang menemui Yesus.
Mereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis,
yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
Sebab orang-orang Farisi
— seperti orang-orang Yahudi lainnya —
tidak makan tanpa membasuh tangan lebih dulu,
karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang.
Dan kalau pulang dari pasar
mereka juga tidak makan
kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya.
Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang,
umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga.
Karena itu,
orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus,
“Mengapa murid-murid-Mu
tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita?
Mengapa mereka makan dengan tangan najis?”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu,
hai orang-orang munafik!
Sebab ada tertulis:
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya,
padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Percuma mereka beribadah kepada-Ku,
sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
Perintah Allah kamu abaikan
untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka,
“Dengarlah Aku dan camkanlah ini!
Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang,
tidak dapat menajiskan dia!
Tetapi apa yang keluar dari seseorang,
itulah yang menajiskan dia!
Sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat,
percabulan, pencurian, pembunuhan,
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan,
hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***************************************
ℍ
“Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” (Mrk 7: 6 – 8 )
Dalam Injil hari ini (Mrk 7: 1 – 8, 14 – 15, 21 – 23) Yesus melancarkan kritiknya kepada para Farisi dan ahli Taurat yang “mengabaikan perintah Allah tetapi berpegang pada adat-istiadat manusia.” Bagi Yesus amatlah penting bahwa praktek-praktek kesalehan itu datang dari hati, bukan hanya tindakan luaran saja. “Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,” kata Yesus.
“Lain di bibir lain di hati,” kata Broery. Setiap kali kita bicara kepada orang lain, kita harus bicara dari hati. Terlebih lagi saat kita bicara dengan Tuhan, kita harus bicara dari hati karena doa merupakan saat “dari hati ke hati” dengan Tuhan. Demikian juga ibadah yang kita lakukan, harus datang dari hati. Sebenarnya tidak ada gunanya munafik di hadapan Allah, sebab Ia tahu isi hati kita.
Sahabat-sahabat, kemunafikan itu dapat dipelajari. Dan banyak yang cepat belajar, sampai-sampai sangat mahir dalam hal itu sehingga menjadi kebiasaan yang tak disadari lagi. Bagi mereka ini, pendapat orang lain tak penting lagi. Sebab bagi mereka “the show must go on…” Apalagi kalau dekat-dekat pilkada…
Semoga, apapun yang kita buat, baik bagi Tuhan maupun bagi sesama, datang dari hati yang baik. Ada keselarasan antara tata batin dan tata lahir. Menurut St. Yakobus dalam suratnya keselarasan itu terjadi jika ibadah diejawantahkan dalam tindakan nyata. “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia,” (Yak 1: 27).
Semoga dari ke hari, kita semakin menghidupi kesejatian diri kita sebagai murid-murid Kristus…. Jangan lain di bibir, lain di hati, lain lagi dalam tindakan…..
Tuhan, semoga apa saja yang saya katakan dan lakukan, datang dari HATI yang baik. Amin.
Selamat hari Minggu. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC