Senior FSGM Yang Sehat, Bahagia, Sukacita Dengan Taat Yang Rela
Senior FSGM Yang Sehat, Bahagia, Sukacita Dengan Taat Yang Rela
Proses degenerasi (penurunan kondisi fisika, hormon, sel, jaringan, saraf, ataupun organ-organ tubuh) secara alami akan dialami oleh semua orang yang menua, yang memasuki usia lanjut usia. Proses ini mengakibatkan berkurangnya pendengaran, berkurangnya rasa, melambatnya daya pikir, ingatan, gerak, juga emosi. Serta penurunan fungsi saraf yang menyebabkan rasa nyeri dan rasa tak enak seluruh tubuh. Secara sosial para lansia juga mulai mengalami kehilangan teman-teman sebaya, kehilangan/berkurangnya aktivitas dan pekerjaan. Perubahan-perubahan ini memicu para lansia mudah mengalami perubahan mood. Menjadi lebih mudah bingung dan marah, serta merasa kesepian.
Paus Fransiskus pada hari kakek nenek dan lansia sedunia tahun 2024, mengajak para orang tua untuk menyadari perubahan ini, dan mengajak untuk mengumpulkan kembali berkat-berkat kebaikan Tuhan yang telah diterima sepanjang hidup. Sehingga disaat mengalami situasi kesepian, semakin mendekatkan Tuhan dan “dalam Kitab Mazmur kita juga menemukan permohonan sepenuh hati kepada Tuhan: “Janganlah meninggalkan aku pada masa tuaku” (bdk. Mzm 71:9).
Pesan Paus Fransiskus sangat menyentuh hati kita. “Allah tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya, tidak pernah. Bahkan ketika usia kita bertambah dan kekuatan kita menurun, ketika rambut kita memutih dan peran kita dalam masyarakat berkurang, ketika hidup kita menjadi kurang produktif dan berisiko tampak tidak berguna. Allah tidak memperhatikan penampilan (lih. 1 Sam 16:7); Ia tidak meremehkan untuk memilih mereka yang, bagi banyak orang, mungkin tampak tidak relevan. Allah tidak membuang batu apa pun; sesungguhnya, yang “tertua” adalah fondasi yang kokoh tempat batu-batu “baru” dapat bersandar, untuk ikut membangun bangunan rohani (lih. 1 Petrus 2:5).”.
Kita sebagai orang muda diingatkan kembali untuk bersyukur atas peran para orang tua. Kita pun akan menuju ke masa itu. Maka kita sebagai orang muda sudah sepantasnya membantu para orang tua untuk meningkatkan keseimbangan hormon-hormon tubuh yang dapat meningkatkkan rasa kasih dan kebahagiaan, mengurangi nyeri yang mereka alami, dan menstabilkan emosi yang timbul dengan cara lebih memahami kondisi para orang tua, lebih memperhatikan, mendukung, membantu mereka untuk beraktivitas ringan, dan mengunjungi para orang tua.
Hidup adalah kesempatan. Kebahagiaan adalah pilihan hidup. Orang bijak memberi setidaknya 4 kiat untuk mengalami masa lansia yang bahagia, yakni 1). hidup dalam kesadaran, 2). semakin mengenal diri, 3). fokus pada masa sekarang, dan 4). untuk berbahagia kita memerlukan tantangan/ketegangan situasi, termasuk di dalamnya tantangan kesepian dan sakit. Karena melalui tantangan kesepian dan sakit itu, kita akan semakin mengandalkan Tuhan sebagai satu-satunya harapan dan kekuatan. Fisik boleh menurun, tetapi psikologi dan spiritual harus semakin kuat. Semakin mendekatkan diri pada Sang Pemberi Hidup. Mari kita mengisi hidup dengan penuh syukur, sebab hidup adalah kesempatan. Mengisi hidup dengan gembira, sebab “hati yang gembira adalah obat yang manjur tetapi semangat yang patah mengringkan tulang” (amsal 17:22)
Refleksi by. Sr.M. Benediktin FSGM.
Sumber fsgm indonesia