Kamis, 29 Agustus 2024
Sabda Kehidupan
Kamis 29 Agustus 2024
Peringatan Wafatnya Yohanes Pembaptis
Markus 6:27 (Mrk 6:17-29)
Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
Hidup Untuk Rencana Allah
Gereja menetapkan satu hari khusus untuk mengajak seluruh umatnya mengenang peristiwa kematian Yohanes Pembaptis. Ia yang telah lama dipersiapkan Allah untuk mempersiapkan kedatangan Yesus sang Mesias, mati secara tragis di tangan Raja Herodes.
Mungkin di mata manusia, Yohanes kalah dan Herodes yang menang. Tapi di mata Allah, justru sebaliknya. Kemenangan ada pada orang yang berani berjuang membela kebenaran, serta percaya dan setia menjalankan perintah Allah.
Hidup Yohanes begitu singkat, tapi ia telah menyelesaikan tugas perutusannya di dunia. Ia mempersiapkan kedatangan Mesias yang dijanjikan Allah, dan membawa orang Israel kepada Yesus, Sang Mesias. Sambil menunjuk kepada Yesus, Yohaned berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” (Yoh 1:29).
Tak ada tugas yang lebih mulia bagi Yohanes selain membaptis Yesus dan menunjukkan kepada dunia siapakah Yesus sebenarnya. Sesudah itu selesailah tugasnya. Kematiannya adalah purna tugas seorang ksatria pemberani. Ia kini dimahkotai dengan hidup surgawi bersama Yesus yang diwartakannya.
Sekalipun Yohanes wafat secara tragis namun betapa indah dan berarti hidupnya yang ia persembahkan untuk rencana Allah yang mulia.
Itulah juga sukacita dan kebahagiaan kita ketika menyelesaikan ziarah hidup kita di dunia ini, kita telah menjadi pelayan Allah yang hidup untuk kemuliaan Allah dan menjalankan tugas perutusan Allah bagi kita di dunia ini yakni percaya kepada Yesus, mengikutiNya dengan setia dan membawa orang lain kepada Kristus.
Sebagaimana Yohanes Pembaptis, telah tersedia mahkota surgawi bagi orang yang setia dan berani menjadi saksi Kristus sesuai panggilan dan perutusan kita masing-masing.
”St Yohanes Pembaptis, doakan kami dari surga untuk berani menentang kejahatan dan membela kebenaran.”
Selamat hari baru. Mari menjadi pemenang seperti Yohanes Pembaptis.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 29 Agt 2024
Kamis Pekan Biasa XXI
PW Wafatnya S. Yohanes Pembaptis, Martir
Warna Liturgi: Merah
Bait Pengantar Injil: Mat 5:10
Bacaan Injil: Mrk 6:17-29
************************************
Bait Pengantar Injil
Mat 5:10
Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Bacaan Injil
Mrk 6:17-29
Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku
kepala Yohanes Pembaptis.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa
Herodeslah menyuruh orang menangkap Yohanes
dan membelenggunya di dalam penjara
berhubung dengan peristiwa Herodias,
yakni bahwa Herodes telah memperistri Herodias,
isteri Filipus saudaranya.
Yohanes pernah menegur Herodes,
“Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes,
dan bermaksud membunuh dia,
tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan terhadap Yohanes,
karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci;
jadi ia melindunginya.
Tetapi setiap kali mendengarkan Yohanes,
hati Herodes selalu terombang-ambing;
namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias,
yakni ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya
mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesar,
para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea.
Pada waktu itu Puteri Herodias tampil lalu menari,
dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya.
Maka Raja berkata kepada gadis itu,
“Minta dari padaku apa saja yang kauingini,
maka akan kuberikan kepadamu!”
Lalu Herodes bersumpah kepadanya,
“Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu,
sekalipun itu setengah dari kerajaanku!”
Anak itu pergi dan menanyakan kepada ibunya,
“Apa yang harus kuminta?”
Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!”
Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta,
“Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku
kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!”
Maka sangat sedihlah hati raja!
Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya,
ia tidak mau menolaknya.
Raja segera menyuruh seorang pengawal
dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes.
Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
Ia membawa kepala itu di sebuah talam
dan memberikannya kepada Herodias,
dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu,
mereka datang dan mengambil mayatnya,
lalu membaringkannya dalam kubur.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
Perayaan Wajib Wafatnya St. Yohanes Pembaptis
DENDAM ADALAH AKAR SEGALAN BENTUK KEJAHATAN
“Orang yang memelihara iri dan dendam di dalam hati dan pikirannya pasti tidak akan mampu untuk mengendalikan diri dan tanganya sehingga ia harus berbuat jahat kepada sesamanya.”
Wafatnya Yohanes Pembaptis adalah contoh nyata dendam yang menuntun seseorang untuk melakukan kejahatan seperti Herodias dalam Injil hari ini: “Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat…Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”
Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:
1) Dendam dan iri akan membuat hidupmu tidak bersemangat dan penuh beban;
2) Jangan biarkan dendam dan iri hati mendekam jiwamu dalam penjara tubuhmu;
3) Hancurkanlah dendam dengan pengampunan dan maaf karena inilah cara terbaik untuk melepaskan dan membebaskanmu.
Akhirnya ingatlah bahwa pelampiasan dendam dan iri terhadap sesama hanya bisa memuaskan hati dan rasamu untuk sesaat, tapi pasti menyengsarakan jiwamu baik di dunia maupun di akhirat.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )