Kamis, 22 Agustus 2024
Sabda Kehidupan
Kamis 22 Agustus 2024
Peringatan St Perawan Maria, Ratu_
Matius 22:2-3 (Mat 22:1-14)
”Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang…”
Mari Memenuhi Undangan Tuhan
Dengan berbagai cara Yesus mengingatkan kita betapa Allah merindukan kita berada bersamaNya di hadiratNya yang kudus dan mulia.
Yesus menggambarkan suasana perjumpaan dengan Allah bagaikan sebuah pesta perjamuan kawin anak raja. Orang yang diundang hadir tentu saja adalah orang-orang pilihan, istimewa dan dekat di hati raja.
Bayangkan saja bila kita termasuk yang diundang untuk ikut upacara 17 Agustus di Ibu Kota Nusantara yang disertai dengan jamuan kenegaraan. Nama kita tertera dalam undangan dengan cap istana. Di dalamnya tertera nama yang mengundang: Jokowi, Presiden Indonesia! Betapa kita akan melonjak kegirangan atas kehormatan yang diberikan. Tidak mungkin kita hanya sekedar hadir dan tidak mempersiapkan penampilan terbaik dan hati yang penuh kerinduan serta sukacita.
Demikian mau dikatakan Yesus, begitu istimewanya kita di mata Allah sehingga Yesus sendiri yang menulis nama kita di undangan dan Ia sendiri yang mengantarkan undangan itu.
Mari kita bangun suasana hati dan jiwa yang penuh kerinduan, gairah dan sukacita untuk berjumpa dengan Allah dalam ibadah persekutuan, teristimewa dalam Perjamuan Ekaristi. Yesus yang sangat kita kenal dan begitu dekat dengan kita jadi tuan pesta.
Mari kita persiapkan yang terbaik. Biarlah Roh Kudus Allah yang mendandani kita dengan pakaian kesucian oleh buah pertobatan, mengobarkan gairah kasih untuk berjumpa dengan Sang junjungan hati kita.
Setiap hari kita siapkan untuk memenuhi undangan Tuhan, dalam persekutuan jemaat, dalam doa keluarga, jamuan Ekaristi. Bukankah Yesus telah berjanji ‘di mana 2 atau 3 orang berkumpul dalam namaKu, Aku ada bersama mereka.’
”Ini aku ya Tuhan, aku mau hadir untukMu. Jangan hapus namaku di surat undanganMu. Hatiku siap sedia ya Allahku untuk setiap saat hadir di hadiratMu. Bunda Maria, doakan aku agar tergerak hati untuk berjumpa dengan Yesus Putera-mu.”
Selamat hari baru. Terimakasih mau bersama Yesus merenungkan FirmanNya.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 22 Agt 2024
Kamis Pekan Biasa XX
PW SP Maria, Ratu
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab
Bacaan Injil: Mat 22:1-14
************************************
Bait Pengantar Injil
Mzm 95:8ab
Hari ini janganlah bertegar hati,
tetapi dengarkanlah sabda Tuhnan.
Bacaan Injil
Mat 22:1-14
Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu ketika
Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat
dengan memakai perumpamaan.
Ia bersabda, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja
yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya.
Ia menyuruh hamba-hambanya
memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu
tetapi mereka tidak mau datang.
Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan,
‘Katakanlah kepada para undangan:
Hidanganku sudah kusediakan,
lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih.
Semuanya telah tersedia.
Datanglah ke perjamuan nikah ini.’
Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya.
Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
dan yang lain menangkap para hamba itu,
menyiksa dan membunuhnya.
Maka murkalah raja itu.
Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana
untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu
dan membakar kota mereka.
Kemudian ia berkata kepada para hamba,
‘Perjamuan nikah telah tersedia,
tetapi yang diundang tidak layak untuk itu.
Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan
dan undanglah setiap orang yang kalian jumpai di sana
ke perjamuan nikah itu.
Maka pergilah para hamba
dan mereka mengumpulkan semua orang
yang dijumpainya di jalan-jalan,
orang jahat dan orang-orang baik,
sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu.
Ketika raja masuk hendak menemui para tamu,
ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta.
Ia berkata kepadanya,
‘Hai saudara, bagaimana Saudara masuk tanpa berpakaian pesta?’
Tetapi orang itu diam saja.
Maka raja lalu berkata kepada para hamba,
‘Ikatlah kaki dan tangannya
dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap;
di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
ℍ
“Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.” [Mat 22: 9]
Hari ini Gereja merayakan peringatan St. Perawan Maria Ratu. Paus Pius XII menetapkan perayaan ini dalam kalender liturgi pada tahun 1954. Maria adalah Ratu karena dia adalah Bunda Kristus, Sang Raja, dan dia berpartisipasi dalam misi penebusan Yesus. Perayaan hari ini menyoroti keibuan rohani Maria di dalam Gereja dan mengingatkan kita bahwa “jika kita bertekun, kita juga akan memerintah bersama-sama dengan Dia” (2 Tim 2:12) sebab kita ambil bagian dalam “imamat rajani” Kristus (1 Ptr 2:9).
Yesus sendiri membandingkan Kerajaan Allah dengan sebuah pesta pernikahan dan menerima atau menolak undangan perjamuan itu adalah pilihan pribadi.
Perumpamaan perjamuan pernikahan itu diawali dengan undangan terbatas yang diikuti dengan penolakan; dan kemudian undangan terbuka, diikuti dengan pengusiran. Bagaimana kita memahami dinamika perumpamaan ini? Keselamatan mula-mula ditawarkan kepada “Umat Terpilih” Israel. Sudah menjadi tipikal manusia untuk tidak menghargai apa yang ditawarkan secara cuma-cuma! Orang-orang yang diundang terlalu sibuk dengan proyek-proyek pribadi mereka sehingga memilih untuk mengabaikan undangan perjamuan itu. Undangan itu kemudian ditawarkan secara cuma-cuma kepada semua orang: Injil diwartakan ke keempat penjuru dunia dan semua orang diundang. Namun, tidaklah cukup bahwa seseorang menanggapi undangan ini hanya dengan menghadirinya: ia harus hadir dengan sikap hati yang benar, pakaian pesta/perjamuan, yang tidak dapat ditawar-tawar. Anda dapat datang apa adanya, tetapi ketika Anda masuk, kenakanlah pikiran Kristus (bdk. Flp. 2:4-11) sehingga Anda akan dikenali, diterima, dan dilayani dalam perjamuan kehidupan.
Tuhan, terima kasih telah mengundangku ke pesta-Mu yang berkelimpahan. Tolonglah aku untuk selalu menanggapinya dengan pantas.
Selamat beraktivitas. “Hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!” (Mz 95: 7 – 8 ). ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC