Selasa, 20 Agustus 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 20 Agustus 2024
Matius 19:24 (Mat 19:23-30)
”Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Kaya Artinya Memberi Bukan Menyimpan
Di jaman Yesus, di kota Yerusalem, ada sebuah pintu darurat yang dipakai sebagai pintu masuk dan keluar di malam hari ketika pintu gerbang utama sudah ditutup. Pintu itu kecil dan karena itu diumpamakqn seperti lubang jarum. Kalau ada unta yang akan melewati pintu itu, maka semua barang bawaan yang ada di punggung unta harus dilepaskan.
Gambaran pintu gerbang yang sempit seperti lubang jarum ini dipakai Yesus untuk menggambarkan betapa sulitnya orang kaya yang tidak mau melepaskan diri dari harta kekayaannya untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah yang pintunya sempit. Ia harus rela melepaskan semua barang yang ia bawa.
Orang muda yang kaya dalam kisah Injil ini, diminta Yesus untuk melepaskan hartanya, berbagi dengan orang miskin dan mengikuti Yesus. Ternyata ia tidak rela melepaskan kekayaannya karena itu berat baginya mengikuti Yesus.
Sesungguhnya seseorang disebut kaya bukanlah diukur dari seberapa banyak yang ia miliki tapi dari seberapa banyak yang ia berikan. Yesus berkata, “berilah maka kamu akan diberi.” (Luk 6:38).
Kekayaan batin yang ada dalam diri seseorang yang mampu membuat dia merelakan apa yang ia miliki untuk diberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan, itulah kekayaan yang sejati.
Itulah kekayaan orang beriman yang percaya bahwa semua yang ada padanya semata anugerah Tuhan agar ia dapat menjadi saluran berkat Tuhan.
’The joy of giving is the joy of living’ (sukacita oleh karena memberi, itulah sukacita kehidupan). Milikilah kekayaan iman ini yang membuat kita selalu dapat bersyukur kepada Tuhan. Olehnya kita hidup dalam sukacita iman dan terlepas dari kekhawatiran dunia.
Selamat hari Selasa. Mari ikut Yesus selalu bersyukur dan berbagi.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 20 Agt 2024
Selasa Pekan Biasa XX
PW S. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: 2Kor 8:9
Bacaan Injil: Mat 19:23-30
************************************
Bait Pengantar Injil
2Kor 8:9
Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya,
agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.
Bacaan Injil
Mat 19:23-30
Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum
daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Aku berkata kepadamu:
Sungguh, sukar sekali bagi orang kaya
untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Sekali lagi Aku berkata kepadamu,
lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum
daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.”
Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata,
“Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?”
Yesus memandang mereka dan berkata,
“Bagi manusia hal ini tidak mungkin,
tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Lalu Petrus berkata kepada Yesus,
“Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu
dan mengikuti Engkau;
jadi apakah yang akan kami peroleh?”
Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu,
sungguh, pada waktu penciptaan kembali,
apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya,
kalian yang telah mengikuti Aku,
akan duduk juga di atas dua belas takhta
untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya,
saudara-saudarinya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya,
akan menerima kembali seratus kali lipat
dan akan memperoleh hidup yang kekal.
Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir,
dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
****************************************
ℍ
“Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Matius 19: 23 – 24).
Apakah Yesus sungguh-sungguh menentang kekayaan (Mt 19: 23)? Mengapa ia menyampaikan peringatan keras kepada orang kaya? Kita tahu bahwa Yesus tidak menentang kekayaan, Ia juga tidak menentang orang-orang kaya. Banyak di antara pengikut-Nya yang kaya, termasuk para pemungut cukai. Bahkan salah seorang pemungut cukai menjadi rasul-Nya! Apa yang diampaikan Yesus menggemakan kebijaksanaan Perjanjian Lama: “Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya dari pada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya,” (Amsal 28: 6); “Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik,” (Mzm 37: 16).
Akan tetapi, mengapa Ia mengatakan “lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah”? Unta dipandang sebagai binatang yang terbesar di Palestina. Sedangkan “lubang jarum” dapat dipahami baik secara harafiah maupun secara figuratif menggambarkan gerbang yang rendah dan sempit pada dinding kota, yang digunakan ketika gerbang utama sudah ditutup dan dikunci pada waktu malam. Orang harus menunduk ketika melewati gerbang kecil dan sempit itu. Unta harus merangkak untuk memasukinya.
Demikianlah, di hadapan Allah, kita harus “berlutut” dan “merangkak” merendahkan diri serta mengakui kebutuhan dan ketergantungan total kepada-Nya. Tanpa merendahkan diri di hadapan-Nya kita tidak akan mendapatkan damai, rasa aman dan kebahagiaan yang sejati. Hanya Allah saja yang dapat memuaskan kebutuhan dan kerinduan kita yang terdalam.
St. Agustinus pernah berkata: “Meskipun engkau berkelimpahan, engkau tetap miskin. Engkau berkelimpahan akan barang milik yang sementara, sedangkan engkau membutuhkan yang abadi,” (Kotbah 56, 9). Dan St Bernardus dari Clairvaux yang kita peringati hari ini berkata: “Tidak ada penderitaan yang lebih besar daripada kegembiraan yang palsu.”
Tuhan Yesus, Engkau telah membuka hati-ku bagi kekayaan surgawi. Semoga Engkau selalu menjadi kekayaan dan kegembiraanku dan semoga tiada hal-hal lain yang menghalangiku mempersembahkan segalanya bagi-Mu. Amin.
Selamat pagi. Mari kejar kekayaan yang sejati. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC