RIP Rm. Anicetus Djitapandrija, SJ

You may also like...

1 Response

  1. john says:

    saya mengenang sosok alm Romo A. Djitopandriyo SJ yg meninggal agustus lalu. saya br tahu beliau sdh wafat.
    singatku setelah beliau menyelesaikan stusinya d jerman beliau ditempatkan di LKG ( lembaga konsultasi gerejani) yg berkantor d wisma ptpm selama 3- 4 tahunan dan kami sekeluarga tinggal di sana…beliau menjadi sahabat baik dan khususnya dgn al, ibuku.
    aku ingat saat itu aku masih sd.
    suatu saat aku diajaknya ke parangtritis naik motor cb merahnya dan aku ingat d slebor belakang motor itu ada tulisan “Ojo dumeh.”
    saat itu aku bertanya arti dan makna tulisan tsb dan beliau menjelaskan dengan sekuat tenagaga dan aku tetap ndak donk….hehehe
    aku pernah d ajak ke rumahnya d bantul, lewat madukismo dan aku minta diambilkan tebu…nikmat sekali.
    krn aku orangnya usil dan suka tanya ini dan itu yg membuatnya cukup kerepotan…maka aku dipanggilnya dengan sebutan “cemenot.”… hehe.
    pakaian kesukaannya berwarna hita, celana komprang, dan beliau gemar mengenakan kain hitam untuk d kenakan d kepalanya…dan saat itu aku komen:” romo kok kayak tukang sate madura to?” dan beliau tertawa…hahaha…
    itulah kenanganku kpd alm…i love you father and please meet my parents there and make the heaven full of joy…selamat Natal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.