Sabtu, 17 Agustus 2024
Sabda Kehidupan
Sabtu 17 Agustus 2024
Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia”
Matius 22:21 (Mat 22:15-22)
Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Dirgahayu Republik Indonesia Ke 79
Hari ini dengan penuh sukacita dan syukur, bangga dan bahagia, kita merayakan HUT ke 79 Proklamasi Kemerdekaan negara kita tercinta Indonesia.
Betapa bahagianya kita mempunyai bangsa dan negara yang berlandaskan iman akan Tuhan yang Mahaesa serentak itu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Indonesia kita tercinta menjadi wujud nyata kerinduan hati Yesus akan kesatuan dan harmoni anak-anak Allah dan anak-anak bangsa, yang terpatri indah dalam Pancasila.
Segala puji dan syukur kita haturkan ke hadirat Tuhan yang Mahaesa atas anugerah kemerdekaan untuk Indonesia Jaya. Bangsa kita telah menjadi harapan baru dunia untuk pewartaan Injil, untuk persemaian iman, untuk perdamaian dunia.
Mari memberi yang terbaik untuk bangsa dan negara tercinta, sebagai tanda sembah bakti kita kepada Allah Bapa di surga. Kita tak pernah melupakan Allah dalam perjuangan kemerdekaan, demikian juga dalam mengisi dan mempertahankannya.
”Terimakasih Tuhan untuk Indonesia tercinta. Jadikanlah kami abdi negeri yang setia dan anak Tuhan yang menjadi berkat bagi dunia.”
”Bagimu Negeri jiwa raga kami!”
Dirgahayu Republik Indonesia ke 79! Haleluya – Merdeka!❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 17 Agt 2024
Sabtu Pekan Biasa XIX
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 22:21
Bacaan Injil: Mat 22:15-21
************************************
Bait Pengantar Injil
Mat 22:21
Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar,
dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.
Bacaan Injil
Mat 22:15-21
Berikanlah kepada kaisar
apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar,
dan kepada Allah
apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
orang-orang Farisi berunding
bagaimana mereka dapat menjerat Yesus
dengan suatu pertanyaan.
Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian
bertanya kepada Yesus,
“Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur,
dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah,
dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga,
sebab Engkau tidak mencari muka.
Katakanlah kepada kami pendapat-Mu:
Bolehkah membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka.
Maka Ia lalu berkata,
“Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.”
Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus.
Maka Yesus bertanya kepada mereka,
“Gambar dan tulisan siapakah ini?”
Jawab mereka, “Gambar dan tulisan Kaisar.”
Lalu kata Yesus kepada mereka,
“Berikanlah kepada Kaisar
apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar,
dan kepada Allah
apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Demikianlah sabda Tuhan.
****************************************
ℍ
”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah,” (Mat 22: 21)
Salah satu hal yang patut kita syukuri hari ini adalah kemerdekaan. Nyatanya, hari ini disebut “Hari Kemerdekaan”. Akan tetapi apa makna kemerdekaan? Kemerdekaan tidak jarang dimengerti sebagai “boleh melakukan apa saja yang saya inginkan”. Tak jarang hal-hal yang kita akui sebagai bagian dari iman kita anggap bertentangan dengan kebebasan atau kemerdekaan.
Yesus hari ini mengingatkan, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Kita wajib melaksanakan kewajiban-kewajiban kita sebagai warga negara dan bangsa. Bagi kita, taatlah kepada pemerintah, selama tidak menentang azas keadilan baik tertulis maupun yang berlaku dan hak-hak azasi manusia.
Namun tentang diri kita, kita juga baca, “Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah” (Kej 1:27). Jika pada mata uang terdapt gambar kaisar, maka pada diri kita terpatri “gambar Allah.” Itu berarti bahwa kita adalah milik Allah, maka patutlah kita memberi diri secara total kepada Allah karena kita adalah citra Allah sendiri, bukan citra Kaisar. Memberi diri secara total berarti patuh dan tunduk pada kehendak Allah dan menjadi kudus menyerupai Allah. Sebagai pengikut Kristus, kita saat ini segambar dengan Kristus karena sakramen pembaptisan. Maka, memberi diri secara total kepada Kristus berarti menjadi serupa dengan Kristus. Inilah nilai yang tertinggi.
Dalam merayakan Kemerdekaan hari ini, patutlah kita camkan apa yang menjadi nasihat St. Petrus: “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” (1 Ptr 2: 16 – 17)
Semoga Allah terus memberkati kita dengan pengertian yang benar akan kemerdekaan kita. Semoga kita mampu membangun keutamaan-keutamaan yang diperlukan untuk membangun negara kita ini bagi kita dan bagi generasi-generasi mendatang. Semoga Allah memberkati kita dengan damai, keadilan dan kebaikan bersama.
Tuhan, mampukan aku menggunakan kemerdekaanku untuk semakin mengasihi Engkau dan sesama. Amin.
Selamat merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia! Merdeka! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC