Selasa, 06 Agustus 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 06 Agustus 2024
Pesta Yesus menampakkan KemuliaanNya
Markus 9:7 (Mrk 9:2-10)
Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”
Anak Terkasih Allah Bapa
Kita hidup dalam situasi di mana dunia cenderung menilai seorang berdasarkan prestasi. Maka orang yang mendapatkan tempat teratas adalah mereka yang hebat, jago, luar biasa, pandai, atau para peraih angka 8-10. Saat semua prestasi ini hilang, orang menjadi seakan tak berarti, tak berharga, kehilangan harga diri, tak berguna. Lebih menyedihkan lagi, ia merasa hampa karena tak dicintai.
_Yesus mengalami semua pandangan duniawi ini khususnya saat Ia tergantung di atas kayu salib. Dia yang begitu dipuja puji karena hebatNya membuat mujizat, dihina bahkan dibantai dalam jalan salib yang penuh siksa. Pertanyaannya:
Mengapa Yesus tetap bertahan?_
Semuanya karena Ia punya Allah Bapa yang begitu mencintaiNya. Bapa yang tidak menilai anakNya karena prestasi atau kehebatanmya, tapi karena Yesus adalah AnakNya yang terkasih. Relasi Bapa-Anak itulah segalanya. Oleh karena itu, apapun yang terjadi dan apapun perlakuan orang terhadapNya, dalam hati Yesus suara BapaNya selalu terdengar, “Engkau adalah Anak yang Kukasihi.”
Ada dua kali suara dari langit ini terdengar. Yang pertama yakni ketika Yesus keluar dari air sesudah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis (Mrk 1:9-11), dan ke dua ketika Yesus menampakkan kemuliaanNya di atas gunung Tabor.
Kalau kita simak, sesudah dibaptis di Sungai Yordan, Yesus digoda oleh Iblis di Padang Gurun. Yesus keluar sebagai pemenang. Dia sanggup menghadapi godaan.
Sedangkan yang ke dua, yaitu ketika Yesus menampakkan kemuliaanNya di atas gunung Tabor. Sesudah dari gunung Tabor, Yesus harus mendaki gunung Golgota. Ia menghadapi siksa batin karena dihina dan dicaci serta dibunuh dengan keji. Namun Yesus tetap tabah dan bertahan karena suara BapaNya selalu menguatkan Dia, “Engkau adalah Anak yang Kukasihi.”
Dalam Yesus, kitapun telah diangkat menjadi anak Allah. Kasih Allah adalah segalanya bagi kita. Silahkan dunia menilai dan berkata apapun tentang diri kita, tak usah tersanjung karena dipuji, atau terhina ketika direndahkan. Dengarlah bisikan lembut di hati, dalam keheningan doa, suara Bapa kita di surga berkata, “Engkau adalah anak yang Kukasihi.”
Inilah kekuatan kita untuk terus melangkah pasti. Sampaikanlah juga ungkapan kasih ini kepada orang-orang yang kita cintai: Orangtua, anak-anak kita, pasangan, saudara dan sahabat. Mari saling menguatkan sebagai anak-anak kesayangan Allah.
Selamat hari Selasa. Cinta Allah menguatkan kita❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 06 Agt 2024
Selasa Pekan Biasa XVIII
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 17:5c
Bacaan Injil: Mrk 9:2-10
************************************
Bait Pengantar Injil
Mat 17:5c
Inilah Anak yang Kukasihi,
kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.
Bacaan Injil
Mrk 9:2-10
Inilah Anak yang Kukasihi.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa,
Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes,
dan bersama-sama mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi.
Di situ mereka sendirian saja.
Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka:
Pakaian-Nya menjadi sangat putih berkilat-kilat.
Tidak ada seorang pun di dunia ini
yang dapat mengelantang pakaian sampai seputih itu.
Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa,
keduanya sedang berbicara dengan Yesus.
Kata Petrus kepada Yesus,
“Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini.
Baiklah kami dirikan tiga kemah,
satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”
Petrus berkata demikian,
sebab ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya,
karena mereka sangat ketakutan.
Maka datanglah awan menaungi mereka,
dan dari dalam awan itu terdengar suara,
“Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”
Dengan sekonyong-konyong, waktu memandang sekeliling,
mereka tidak lagi melihat seorang pun bersama mereka,
kecuali Yesus seorang diri.
Pada waktu mereka turun dari gunung itu,
Yesus berpesan kepada mereka,
supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun
apa yang telah mereka lihat itu,
sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.
Mereka memegang pesan tadi
sambil mempersoalkan di antara mereka
apa yang dimaksud dengan ‘bangkit dari antara orang mati.’
Demikanlah sabda Tuhan.
***************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA KOTA SAUMLAKI, BUMI DUAN LOLAT, TANIMBAR
BAHAGIA BERSAMA YESUS
“Berbahagialah jiwa yang setia memelihara Yesus di dalam hatinya di dunia ini, karena sesungguhnya jiwa yang sama akan mengalami keselamatan kekal bersama-Nya dalam keabadian.”
Pengalaman puncak kebahagiaan itu dialami oleh ketiga murid yang diajak Yesus ke puncak gubung Tabor dan melihat serta mengalami kemuliaan-Nya seperti yang dikisahkan dalam Injil hari ini: “Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”( ayat 5 )
Karena itu Firman Tuhan hari ini memberikan beberapa inspirasi kepada kita:
1) Tetap pelihara Yesus di dalam hatimu selama hidup terberi kepadamu;
2) Temukanlah saat-saat indah bersama Yesus melalui doa, misa Kudus, pun dalam diri sesama yang miskin dan menderita;
3) Jangan gadaikan atau jual imanmu untuk mendapatkan kepuasan harta duniawi yang hanya bersifat sementara.
Akhirnya jiwa yang memiliki Yesus akan bahagia walaupun ia berada di dalam kesulitan dan penderitaan.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat.
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )