Minggu, 21 Juli 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 21 Juli 2024
Markus 6:34 (Mrk 6:30-34)
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Selalu Tergerak Hati Oleh Belaskasihan
Sudah menjadi karakter Yesus bahwa Ia selalu tergerak hati oleh belaskasihan untuk menolong orang. Sekalipun Ia begitu lelah, belum makan dan perlu istirahat.
Kata tergerak hati” yang dipakai oleh penginjil Markus, diterjemahkan dari bahasa Yunani: ’Splagchnizomai’ yang artinya ’kepekaan nurani untuk segera bertindak.’ Gerakan hati ini selalu disertai reaksi organ tubuh seperti sakit perut. Maksudnya, bila tidak segera dilaksanakan maka organ tubuh di bagian perut akan bereaksi dan menimbulkan rasa sakit. Seperti halnya orang yang terdesak untuk ‘ke belakang’ atau ‘kebelet’. Atau seperti orang yang sangat lapar dan perutnya harus segera diisi.
Oleh karena itu Uskup Socrates dari Manila pernah berkata bahwa bila orang didorong oleh cinta yang kuat, sama seperti dorongan perut yang sudah keroncongan dan harus segera diisi, itulah tandanya bahwa ia sungguh mencintai karena ia tidak bisa berlambat dan segera bertindak.
Sikap hati yang sama dikenakan Yesus untuk orang Samaria yang baik hati, yang tergerak hatinya untuk menolong orang yang dirampok dan disiksa. Ia segera bertindak menolongnya. (Luk 10:33).
Hati Yesus pasti tergerak melihat orang yang butuh pertolongan dan kasihNya. Ia tidak akan berlambat dan segera mengulurkan tangan.
Jangan pernah ragu untuk datang kepada Yesus memohon belaskasihanNya. Yesus tetap sama dahulu dan sekarang dan sampai selamanya. Ia selalu peduli dan pasti bertindak. Tinggal kita sabar dan berserah.
Di pihak lain, semoga kita juga selalu peduli dan tergerak hati oleh belaskasihan dan segera mengulurkan tangan menolong orang lain.
”Ya Yesus, jadikanlah hati kami seperti hatiMu, dan kasih kami seperti kasihMu.”
Selamat Hari Minggu. Mari bersyukur atas kasih setia Tuhan bagi kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 21 Jul 2024
Minggu Pekan Biasa XVI
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Mrk 6:30-34
*********************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan.
Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
Bacaan Injil
Mrk 6:30-34
Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa
Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil.
Setelah menunaikan perutusannya,
mereka kembali berkumpul dengan Yesus
dan memberitahukan kepada-Nya
semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
Lalu Yesus berkata kepada mereka,
“Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi,
supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!”
Sebab memang begitu banyak orang yang datang dan pergi,
sehingga makan pun mereka tidak sempat.
Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu
ke tempat yang sunyi.
Tetapi pada waktu mereka bertolak, banyak orang melihat,
dan mereka mengetahui tujuannya,
dan mereka malah mendahului Yesus dan murid-murid-Nya.
Ketika mendarat, dan melihat jumlah orang yang begitu banyak,
tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka,
karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.
Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Demikianlah sabda Tuhan.
****************************************
ℍ
“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” (Mrk 6: 34).
Ada kalanya kita memahami secara naluriah bahwa seseorang sangat dekat dengan kita, bahwa dia memahami kita dan merasa bersama kita, bahkan jika hanya sedikit kata-kata yang diucapkan. Beginilah cara Yesus menyatu dengan orang-orang, menjadi bagian dari mereka, merasa bersama mereka, melihat kebutuhan mereka tanpa harus diberitahu, juga kebutuhan yang tersembunyi, kebutuhan hati. Inilah yang Yesus rasakan tentang kita. Injil mengungkapkan hal ini dalam gambaran Yesus sebagai gembala yang peduli. Kita berkumpul hari ini di sekeliling-Nya dan mempercayakan diri kita kepada-Nya. Semoga kita belajar dari-Nya untuk saling peduli satu sama lain.
Sejatinya, Gereja memiliki tanggung jawab ganda: untuk mengajar dan memberi makan. Tidak akan ada kekristenan yang sejati tanpa pemberitaan Injil. Mengajarkan Firman Tuhan adalah hal yang esensial bagi sebuah komunitas Kristen. Selain itu, umat Kristiani juga harus menunjukkan belas kasih Yesus dengan memenuhi kebutuhan sosial dan material orang lain melalui karya amal kita sebagai umat Kristiani secara individu dan sebagai komunitas.
Tuhan, jadikanlah kami komunitas yang berbelas kasih, yang seperti Engkau, melihat dan merasakan kebutuhan orang lain tanpa diminta; yang dengan lembut dan tanpa pamrih berusaha meringankan beban mereka yang menderita. Amin.
Selamat Hari Minggu. ! ❤
RP Joni Astanto MSC