Sabtu, 20 Juli 2024
Sabda Kehidupan
Sabtu 20 Juli 2024
Matius 12:20-21 (Mat 12:14-21)
”Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”
Kisah 4 Lilin
Alkisah dalam sebuah ruangan yang gelap, terdapatlah 4 buah lilin yang menyala. Suasana di ruangan begitu sunyi hingga terdengarlah percakapan keempat lilin tersebut. Lilin pertama berkata, “Akulah damai. Namun manusia tak pernah bisa menjagaku. Mereka tak lagi mau berdamai satu sama lain. Lebih baik aku mematikan diriku saja!” Setelah berkata begitu, sang lilin damai sedikit demi sedikit padam.
Lilin kedua kemudian berkata, “Aku adalah iman. Namun sepertinya aku sudah tak berguna lagi. Manusia telah meninggalkan imannya karena lebih percaya pada kemampuannya sendiri. Tak ada gunanya lagi aku menyala.” Usai berbicara, lilin iman-pun padam nyalanya.
Dengan suara sedih, lilin ketiga berkata, “Aku ini cinta. Namun tak mungkin lagi aku tetap menyala. Menusia sudah saling membenci dan menganggap aku tak berguna. Mereka membenci keluarganya sendiri, teman-teman, bahkan orang-orang yang dicintainya.” Dalam sekejap, mati padam-lah lilin ketiga itu.
Lalu datanglah seorang anak masuk ke dalam ruangan itu. Ia melihat tiga lilin telah padam. Ia pun merasa takut dan berkata, “Mengapa kalian semua mati? Kalian harus tetap menyala! Aku takut akan kegelapan!”
Lilin keempat pun berkata lirih, “Jangan takut, apapun yang terjadi, aku akan tetap menyala. Akulah harapan. Dengan aku, kamu akan selalu bisa menyalakan lilin lainnya.” Maka anak itu mengambil lilin keempat dan menyalakan semua lilin lainnya.
Jangan pernah menyerah apalagi berputus asa. Yesus adalah harapan kita. Iman bisa lenyap oleh kesombongan dan kepercayaan diri yang berlebihan. Cinta bisa hilang oleh rasa benci dan dendam yang tak terhapuskan. Damai bisa lenyap karena tak ada pengampunan. Namun Yesus datang memberi harapan. “Jangan takut, Aku ada bersamamu. Allah Bapa tidak akan mematahkan buluh yang terkulai. Sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkanNya.”
Oleh janji Yesus ini Paulus pun berkata, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Rom 12:12). Bertahanlah, kita adalah pemenang bersama Kristus. Cinta Kristus adalah kekuatan kita untuk bangkit dan bersinar lagi. Pulih dan bersemangat lagi.
Selamat berakhir pekan. Tetaplah berharap pada pertolongan Tuhan.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 20 Jul 2024
Sabtu Pekan Biasa XV
PF S. Apolinaris, Uskup dan Martir
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Bacaan Injil: Mat 12:14-21
**********************************
Bait Pengantar Injil
2Kor 5:19
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus,
dan mempercayakan warta pendamaian kepada kita.
Bacaan Injil
Mat 12:14-21
Dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
supaya genaplah sabda yang telah disampaikan
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus.
Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka, lalu menyingkir dari sana.
Banyak orang mengikuti Dia, dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
Dengan keras Ia melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
supaya genaplah sabda yang disampaikan oleh nabi Yesaya.
“Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi,
yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan.
Roh-Ku akan Kucurahkan atas Dia,
dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa.
Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak,
suara-Nya tidak akan terdengar di jalan-jalan.
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya,
dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya,
sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA SAUMLAKI BUMI DUAN LOLAT, TANIMBAR
Sabtu, 20 Juli 2024
Injil : Mat. 12 : 14 – 21
SETITIK NILA KEJAHATAN AKAN MERUSAK SEBELANGA SUSU KEBAIKAN
“Sekecil apa pun kesalahan apalagi kejahatan yang Anda perbuat pasti akan merusak citra dirimu di hadapan orang lain.”
Ketika iri dan dendam menguasai hati dan pikiran seseorang maka ia akan mudah bersekutu dengan orang jahat untuk melakukan kejahatan yang merugikan bahkan melenyapkan orang lain.
Itulah yang dilakukan oleh orang-orang Farisi ketika tidak menyukai Yesus yang dalam pengajaran-Nya lebih menarik dan berwibawa, maka bersatulah mereka untuk melakukan kejahatan seperti dalam kisah Injil hari ini: “Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.” ( ayat 14 )
Pelajaran penting bagi kita di pagi ini yakni:
1) Jangan memelihara iri dan dendam karena mereka bagaikan api dalam sekam yang akan membakar dirimu sendiri;
2) Ingatlah bahwa sesaat ketika Anda bersekongkol atau bersatu dengan penjahat sehingga melakukan kejahatan maka sesungguhnya Anda membiarkan seluruh jiwa ragamu dipakai oleh iblis;
3) Sesaat ketika Anda melakukan setitik nila kejahatan maka hancurlah sebelanga susu kebaikanmu.
Akhirnya sesaat ketika Anda melakukan sekecil apa pun sebuah kejahatan maka ia akan kembali merusak dirimu pada suatu saat.
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )