Jumat, 19 Juli 2024
Sabda Kehidupan
Jumat 19 Juli 2024
Matius 12:7 (Mat 12:1-8)
“Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan”
Cinta Tahu Kapan Harus Melanggar Aturan
Di masa lalu ketika becak masih diijinkan beroperasi, di Makassar ada sebuah keluarga yang tidak mengijinkan anak gadis mereka yang masih kecil naik becak sendirian. Harus ada yang menemani.
Suatu ketika, sepulang sekolah, ia tidak menemukan mamanya di rumah. Ternyata ia mendapat kabar mamanya masuk rumah sakit. Tanpa peduli dengan aturan keluarga untuk tidak naik becak sendirian, iapun memanggil becak dan pergi ke rumah sakit mencari ibunya. Ketika ibunya tahu bahwa anaknya naik becak untuk menjenguk dia, bukannya marah, si ibu malah terharu dan memeluk anaknya dengan penuh kasih.
Cinta tahu kapan harus melanggar aturan. Yesus melanggar aturan Sabat, karena belaskasihNya untuk murid-muridNya yang perlu mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.
Orang-orang Farisi yang sangat kaku dalam menerapkan aturan Sabat tentu tidak setuju. Mereka menegur Yesus yang membiarkan ulah murid-muridNya memetik gandum pada hari itu. Yesus-pun mengingatkan mereka agar lebih mengutamakan cintakasih daripada sekedar mengikuti formalitas suatu aturan tanpa ada semangat kasih di balik aturan itu.
Perut yang lapar perlu diisi agar tidak sakit dan kekurangan energi. Seorang ibu miskin yang mencuri roti karena kasihan pada anaknya yang menanngis kelaparan, tentu berbeda niatnya dengan orang yang sengaja mencuri uang atau korupsi karena nafsu serakahnya.
Kiranya pesan Yesus hari ini memberi kita hikmat kebijaksanaan untuk selalu mempunyai motif cintakasih dalam mengambil keputusan dan bertindak. Semoga Sabda Allah menjadi hati nurani kita, agar semakin menyerupai Yesus dalam bertindak: yakni selalu terdorong oleh belaskasih.
Selamat hari Jumat, hari belaskasih.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 19 Jul 2024
Jumat Pekan Biasa XV
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Mat 12:1-8
************************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan.
Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.
Bacaan Injil
Mat 12:1-8
Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu hari Sabat,
Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di ladang gandum.
Karena lapar
murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada Yesus,
“Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu
yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.”
Tetapi Yesus menjawab,
“Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud,
ketika ia dan para pengikutnya lapar?
Ia masuk ke dalam bait Allah,
dan mereka semua makan roti sajian
yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam.
Atau tidakkah kalian baca dalam kitab Taurat,
bahwa pada hari-hari Sabat,
imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam bait Allah,
namun tidak bersalah?
Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi bait Allah.
Seandainya kalian memahami maksud sabda ini,
‘Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,’
tentu kalian tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah.
Sebab Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************************************
ℍ
“Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,” (Mat 12: 7).
Orang-orang Farisi menganggap para rasul tidak taat pada hukum Taurat. Bahkan, para murid “tertangkap basah” melanggar hukum Taurat. “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.”
Yesus membela para murid-Nya. Alih-alih memilih penafsiran yang sempit dan kaku terhadap hukum Taurat, Ia memberikan penafsiran yang cerdas terhadap hukum Taurat. Pikiran Kristus sama sekali tidak sempit dan legalistik. Ia tidak takut untuk mengkritik cara-cara keselamatan yang ditampilkan oleh para pemimpin Yahudi pada zamannya sebagai sesuatu yang mutlak. Yesus mengemukakan pandangannya dengan menggunakan empat argumen yang berbeda, tiga di antaranya diambil dari hukum Taurat.
Pertama, Daud melanggar aturan peribadatan ketika ia makan roti yang hanya diperuntukkan bagi para imam, dengan alasan bahwa dia dan para pengikutnya lapar. Yesus menegaskan bahwa Daud benar! Kelangsungan hidup lebih penting di mata Allah daripada peraturan peribadatan. Kedua, para imam yang dipercayakan untuk melayani di Bait Allah melakukan segala macam pekerjaan kasar di hari Sabat untuk mempersiapkan korban atau mencuci peralatan yang digunakan untuk beribadah. Ketiga, nabi Hosea menulis, “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,” (Hosea 6:6). Dengan sabda nabi, Yesus mengingatkan kita bahwa yang Allah inginkan adalah hati kita! Akhirnya, Yesus telah diberi kuasa penuh, ‘Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat’.
Dalam kehidupan bersama dengan orang lain di dunia ini terkadang kita bisa menjadi legalistik dan merasa yang paling benar. Kita dapat menghakimi orang lain dengan kasar dan merasa bahwa orang lain tidak layak menerima belas kasih dan cinta Allah. Betapa mudahnya kita menjadi orang Farisi dan memilih untuk mengutuk.
Paus Fransiskus berkata, “Kita harus menjadi contoh yang bersinar tentang kekuatan belas kasih untuk menyembuhkan luka, mengampuni kesalahan dan membawa keharmonisan dalam keluarga dan komunitas kita. Tidaklah mudah untuk mengembangkan aspek ini, terutama karena kita juga memiliki luka-luka. Tetapi itulah yang diharapkan dari kita sebagai umat Kerahiman Ilahi dan umat Kristiani.”
Semoga persembahan kita, ibadah kita, praktek-praktek kesalehan kita, sejalan dengan belas kasih kita.
Terima kasih, Yesus, karena telah menunjukkan belas kasihan-Mu kepada kami. Semoga kami belajar untuk meneruskannya kepada saudara-saudari kami yang membutuhkan. Amin.
Selamat beraktivitas hari ini. Mari hidupi belas kasih. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC