Kecelakaan Pesawat Cessna Milik Penerbangan Misi Katolik (AMA) Di Waghete – Paniai – Tempo Dulu
Kecelakaan Pesawat Cessna Milik Penerbangan Misi Katolik (AMA) Di Waghete – Paniai – Tempo Dulu.
Perbaikan Pesawat Cessna pertama memakan banyak waktu dan tenaga serta mengalami berbagai macam hal yang harus dihadapi. Namun pada tanggal 03 Februari 1961, pesawat tersebut siap dioperasikan kembali. Sejak saat itu, MILUVA (yang kemudian hari dikenal dengan PT. AMA) memiliki dua pesawat, yang diberi nama berdasarkan huruf registrasi ‘Golf dan’ Hotel’.
Berita baik tersebut hanyalah sementara. Pada hari yang sama, Tepatnya pada Jumat 03 Februari 19961 Peswat Cessna dengan kode tegistrasi ‘Hotel’ jatuh di Waghete – Paniai. Dimana Sang pilot mencoba melakukan pendaratan darurat namun berakhir fatal di samping bandara Waghete. Pesawat tersebut terbalik dan pecah menjadi tiga bagian. Di Dalam peswa terdapat beberapa penumpang. Diantarraa dua penumpang, yakni ; Pater Engelbert Smits,OFM (Menjabat sebagai pastor di Modio) harus terlempar keluar peswat dan mengalami patah tulang. Pater Eelco Bruinsma, OFM (Pimpinan OFM Papua) tergatung di dalam pesawat dan Tuan Janssen (seorang guru dan pemimpin proyek Belanda di daerah Wisselmeren – Paniai) terlempar keluar dari pesawat. Pada waktu itu, pilot dari pesawat tersebut ialaah PaterFrans Verheijen, OFM yang juga tetap tergantung terbalik di dalam peswat. Dalam insiden ini, tidak korban yang meninggal dunia.
Pada saat yang sama, untungnya ada pesawat angkatan laut Belanda di daerah tersebut yang menerima sinyal darurat dan perawatan medis tersedia dalam waktu setengah jam di daerah Paniai untuk mengevakuasi para penumpang dan pilot. Kejadian tersebut membuat para penumpang dan pilot dari peswat itu, harus mendapat perawatan medis secara intensif selama waktu yang lama. Namun dampak dari kecelakaan itu, membuat penerbangam misi Katolik harus berpikir banyak untuk tindak cepat dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Peswat Cessna tersebut tidak dapat lagi diperbaiki dan mengalami kerugian total. Waktu itu, MILUVA – AMA hanya tinggal satu pesawat cessna dan satu pilot. Pilot tersebut ialaah Pater Henk Vergouwen, OFM.
Mengalami kecelakaan di Waghete, bagi Pater Frans Verheijen, OFM merupakan pengalaman yang sangat berarti. Di mana sang misionaris tersebut (yang juga seorang penerbang) memutuskan untuk berhenti menjadi pilot atau penerbang. Di mana setelah sembuh dari insiden kecelakaan tersebut, ia menjadi pastor di Nabire dan Jiwika – Wamena.
Sumber Pace Berto Namsa Bade, OFM