Sabtu, 13 Juli 2024
Sabda Kehidupan
Sabtu 13 Juli 2024
Matius 10:29-31 (Mat 10:24-33)
”Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”
Tak Ada Yang Sepele Di Mata Allah
Siapakah di antara kita yang pernah menghitung jumlah rambut di kepalanya? Bukankah hal ini adalah persoalan yang sangat sepele?
Oleh sebab itu, bila Yesus mengatakan bahwa ‘rambut kepalamupun terhitung semuanya,’ Ia ingin kita percaya betapa berharganya kita di mata Allah Bapa. Tak ada yang sepele di mata Allah. Bila Allah begitu peduli dengan burung pipit yang hidupnya begitu singkat, apalagi kita manusia mahkota ciptaan Allah.
Jangan sampai ada orang yang merasa dirinya tak berharga, tak berarti, tak punya apa-apa bahkan tak punya siapa-siapa. Dengan semua kekayaan rahmat Allah dan semua potensi yang Tuhan berikan, betapa berarti hidup kita, betapa melimpah kekayaan rahmat Allah dalam diri kita.
Janganlah fokus pada keterbatasan dan kelemahan diri. Tak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Yesus datang dan mengingatkan betapa mulianya kita di mata Allah. Bapa surgawi yang menciptakan kita sesuai citraNya maka kita adalah cerminan kemuliaan Allah. Dia-lah sumber harga diri kita, bukan segala capaian dan prestasi apalagi jasa kita.
Dalam Yesus nyatalah betapa Allah sungguh mencintai kita dan mengembalikan harga diri kita yang sesungguhnya. Rasul Paulus berkata bahwa, “oleh karena kamu Yesus menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” (2 Kor 8:9).
Jangan pernah meragukan kasih sayang Allah bagi kita. Pandanglah salib Yesus. Ia tergantung di sana agar kita sadar ada alasan yang mulia mengapa Ia mau mati bagi kita.
Selamat berakhir pekan, tetaplah bersyukur dan bahagia.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 13 Jul 2024
Sabtu Pekan Biasa XIV
PF S. Henrikus
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 1Ptr 4:14
Bacaan Injil: Mat 10:24-33
***********”*******************
Bait Pengantar Injil
1Ptr 4:14
Berbahagialah kalian, kalau dicaci maki demi Yesus Kristus,
sebab Roh Allah ada padamu.
Bacaan Injil
Mat 10:24-33
Janganlah takut kepada mereka yang membunuh badan.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada waktu itu
Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,
“Seorang murid tidak melebihi gurunya,
dan seorang hamba tidak melebihi tuannya.
Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya,
dan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya.
Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.
Jadi janganlah kalian takut terhadap mereka yang memusuhimu,
karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka,
dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui.
Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap,
katakanlah dalam terang.
Dan apa yang dibisikkan ke telingamu,
beritakanlah dari atas atap rumah.
Dan janganlah kalian takut kepada mereka
yang dapat membunuh tubuh
tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.
Tetapi takutilah Dia
yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh
di dalam neraka.
Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor?
Namun tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu.
Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung.
Sebab itu janganlah kalian takut,
karena kalian lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia,
dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga.
Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia,
dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************************************
ℍ
“Barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” [Mat 10: 33]
Ada beberapa kemungkinan penyangkalan kita terhadap Yesus. Menurut William Barclay, kita dapat menyangkal Yesus dengan perkataan kita, dengan sikap diam, dan dengan tindakan kita.
Pertama, kita dapat menyangkal Yesus dengan kata-kata kita. Alih-alih berbicara tentang prinsip-prinsip dan nilai-nilai Injil, kita malah berbicara tentang desas-desus jahat dan gosip yang merusak. Alih-alih mengatakan kebenaran saat dibutuhkan, kita malah membuka rahasia yang tidak seharusnya. Alih-alih memberikan kata-kata yang menguatkan dan menginspirasi satu sama lain, kita malah membuat satu sama lain patah semangat dan depresi.
Kedua, kita dapat menyangkal Yesus dengan sikap diam kita. “Diam tidak selalu berarti emas.” Berbicara terkadang bisa berdampak buruk, tetapi begitu juga dengan diam, dan bahkan lebih buruk lagi. Diam dapat menyebabkan luka yang begitu dalam. Tak ada penyesalan yang begitu pahit selain kata-kata yang tak terucapkan. Berulang kali, kehidupan memberi kita kesempatan untuk berbicara bagi Kristus, untuk menyampaikan protes terhadap kejahatan, untuk mengambil sikap, dan untuk menunjukkan di pihak mana kita berada. Berulang kali dalam kesempatan seperti itu, kita lebih memilih untuk diam daripada berbicara. Namun, sikap diam seperti itu adalah penyangkalan terhadap Yesus Kristus.
Ketiga, kita dapat menyangkal Yesus dengan tindakan kita. Kita dapat hidup sedemikian rupa sehingga hidup kita merupakan penyangkalan yang terus menerus terhadap iman yang kita ucapkan. Kita yang telah berjanji setia kepada Injil mungkin bersalah atas segala macam ketidakjujuran dan kepalsuan. Kita yang seharusnya mengikut Yesus dalam memikul salib, mungkin saja menjalani hidup yang didominasi oleh keinginan mencari kemudahan dan kenyamanan.
Bagaimana Anda telah menyangkal Yesus dalam kehidupan Anda sehari-hari?
Tuhan, semoga aku dapat selalu memberitakan Engkau Dan Injil-Mu melalui perkataan dan perbuatanku. Amin.
Selamat berakhir Pekan. Semoga kita selalu setia! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC