Sabtu, 06 Juli 2024
Sabda Kehidupan
Sabtu 06 Juli 2024
Matius 9:16-17a (Mat 9:14-17)
Jawab Yesus, “Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur.”
Berani Berubah, Terus Membaharui Diri
Rahmat Tuhan selalu baru setiap hari. Seiring dengan berkembangnya jaman oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, demikian juga halnya cara Tuhan hadir dan berkarya membaharui muka bumi.
Siapa menyangka internet akan mengubah segala sesuatunya. Terutama cara kita berelasi dan berkomunikasi satu sama lain. Yang dulunya terhalang dan terpisah oleh jarak dan waktu, kini kendala itu bisa teratasi. Terlambat beradaptasi apalagi menolak perubahan yang cepat ini membuat orang ketinggalan bahkan terlindas oleh perubahan. Karena itu cara pikir, mindset, paradigma lama, mestilah terus menerus diperbaharui.
Yesus dengan begitu indah dan bijaksana, mengumpamakan cara lama, paradigma lama, sebagai kantong kulit yang lama, yang kapasitasnya sudah terbatas.
Dulu kita mengenal flashdisk dengan kapasitas penyimpanan yang masih kilobyte atau megabyte. Sementara kebutuhan data saat ini sudah gigabyte bahkan terabyte dan nanobyte. Kini flashdisk juga CD sudah berganti ‘cloud’ atau ‘google drive’ yang tersimpan di dunia maya atau ‘cyber space’.
Internet yang dulunya ‘lalod’ kini makin cepat. Dari 2G jadi 5G. Ditambah lagi dengan ‘Artificial Intelligent’ (AI), yang canggih, serba otomatis.
Maka sangat aktual dan relevan Injil hari ini, saat Yesus meminta kita untuk terus membaharui diri dan meningkatkan kapasitas diri. Mengganti kain yang lama atau kantong kulit anggur yang lama dengan yang baru. Paradigma lama ganti dengan paradigma baru. Cara lama dengan cara baru. Caranya: ialah dengan terus menerus belajar dan membaharui diri. Tentu bukan hanya asal berubah atau ikut-ikutan.
Inilah prinsip pembaharuan hidup dalam Roh Kudus untuk membaharui budi dan hati kita agar makin bijaksana memaknai karunia Tuhan.
Mari selalu terbuka terhadap yang baru. Yesus adalah Pembaharu. Tinggalkan zona nyaman. Doronglah hati dan budi untuk berani berubah dan menyesuaikan diri. Yesus sumber inspirasi kita.
Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus menyertai kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 06 Jul 2024
Sabtu Pekan Biasa XIII
PF S. Maria Goretti, Perawan dan Martir
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27
Bacaan Injil: Mat 9:14-17
**********************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan.
Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
Bacaan Injil
Mat 9:14-17
Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laku-laki berdukacita
selama mempelai itu bersama mereka?
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes
kepada Yesus dan berkata,
“Kami dan orang Farisi berpuasa,
tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita
selama mempelai itu bersama mereka?
Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka,
dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut
pada baju yang tua,
karena jika demikian,
kain penambal itu akan mencabik baju itu,
lalu makin besarlah koyaknya.
Begitu pula
anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua,
karena jika demikian
kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang
dan kantong itu pun hancur.
Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru,
dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-duanya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
Injil : Mat. 9 : 14 – 17
SIAPKANLAH HATIMU BILA INGIN MENAMPUNG BERKAT
“Kadang kita memaksakan orang lain menuangkan air ke dalam gelas kita walaupun gelas itu penuh kotoran atau sementara retak.”
Pagi ini Yesus ingatkan kita untuk sebelum meminta berkat, haruslah menyiapkan tempat untuk menampungnya atau menyesuaikan tempat dengan besar kecilnya rahmat yang kita minta. Kata-Nya: “Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.” ( ayat 17 )
Pelajaran penting bagi kita di pagi ini yakni:
1) Tuhan memiliki semua berkat yang kita perlukan dan Ia sangat suka memberikan kepada kita;
2) Bersihkanlah tempat di hatimu bila ingin menerima berkat Tuhan;
3) Ingatlah bahwa jika Tuhan mengalirkan berkat bagimu maka engkau sesungguhnya hanyalah saluran berkat bagi orang lain.
Menerima berkat itu adalah anugerah, tapi berbagi dan memberi adalah cara terindah untuk menjadi berkat bagi sesama.
Selamat berakthir pekan untuk para sahabat
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )