Jumat, 07 Juni 2024
Sabda Kehidupan
Jumat 07 Juni 2024
Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus
Yohanes 19:34 (Yoh 19:31-37)
Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Hati Yesus Yang Terluka Bagi Kita
Hari Jumat ke 3 sesudah Hari Raya Pentakosta, gereja merayakan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus, untuk mengenang kasih Yesus yang rela mati di salib pada hari Jumat Agung.
Dikisahkan dalam Injil bahwa pada waktu penyaliban Yesus, untuk memastikan bahwa Yesus sungguh mati, seorang prajurit Romawi menikam lambung Yesus hingga menembus jantungnya. Perbuatan keji ini, justru menjadi penggenapan atas nubuat tentang Yesus sebagai Anak Domba Paskah yang disembelih dan dikurbankan demi keselamatan manusia.
Darah Yesus menjadi darah perjanjian baru antara Allah dan manusia. Oleh darah Yesus yang tertumpah di kayu salib, dosa kita ditebus dan kita beroleh keselamatan abadi.
Yesus telah bersabda, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yoh 15:13). Perkataan ini telah dibuktikan Yesus dengan pengorbananNya di kayu salib.
Apa kini balasan kita kepadaNya? Yesus meminta kita, “hendaknya kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihimu.”
Bila Yesus mengasihi kita sampai mati pada saat kita masih berdosa, dan tanpa syarat, mengapa kita menaruh syarat untuk mengasihi orang lain hanya ketika ia bersikap baik terhadap kita? Mengapa kita mengasihi hanya teman yang seiman, atau sebatas keluarga sendiri?
Biarlah kasih Yesus menjadi nyata dalam diri kita para pengikutNya, agar dunia percaya, hati Yesus adalah lautan kasih bagi semua orang. Biarlah dunia menyaksikan bahwa Yesus hidup dan terus mencintai, lewat hati dan tindakan kasih kita yang tak henti mencintai sekalipun terluka, terus mengampuni sekalipun disakiti.
”Ya Yesus jadikanlah hati kami seperti hatiMu. Amin.”
Selamat Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus sekaligus hari Jumat pertama dalam bulan Juni.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 07 Jun 2024
Jumat Hari Raya
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29ab
Bacaan Injil: Yoh 19:31-37
****************************
Bait Pengantar Injil
Mat 11:29ab
Pikullah kuk yang Kupasang, sabda Tuhan,
dan belajarlah pada-Ku, Aku ini lemah lembut dan rendah hati.
Bacaan Injil
Yoh 19:31-37
Lambung Yesus terbuka, dan mengalirlah darah serta air keluar.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Hari Yesus wafat adalah hari persiapan Paskah.
Supaya pada hari Sabat
mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib,
— sebab Sabat itu adalah hari yang besar —
maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus
dan meminta kepadanya
supaya kaki orang-orang yang disalibkan itu dipatahkan
dan mayat-mayatnya diturunkan.
Maka datanglah prajurit-prajurit,
lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain
yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus.
Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus,
dan melihat bahwa Ia telah mati,
mereka tidak mematahkan kaki-Nya.
Tetapi salah seorang dari prajurit itu
menikam lambung Yesus dengan tombak,
dan segera mengalirlah darah serta air keluar.
Dan orang yang melihat hal itu sendiri
yang memberikan kesaksian ini,
dan kesaksiannya benar!
Dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran,
supaya kamu juga percaya.
Sebab hal itu terjadi,
supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci,
“Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.”
dan nas lain yang mengatakan,
“Mereka akan memandang kepada Dia
yang telah mereka tikam.”
Demikianlah sabda Tuhan.
***********************************
ℍ
“Seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.” [Yoh 19: 34]
Biasanya, kita menggambarkan cinta dalam bentuk “hati”. Oleh sebab itu ketika kita mengekspresikan cinta, kita ungkapkan: I ❤ U, I ❤ Indonesia, I ❤ Papua dan seterusnya. Namun ekspresi cinta yang paling komplet kita rayakan hari ini. Cinta yang memberi diri, cinta tanpa batas yang tercurah oleh Kristus di kayu salib. Hati Kristus yang ditikam dengan tombak menyatakan dengan jelas apa yang Kristus sendiri pernah katakan: “Tak ada kasih yang lebih besar dari pada seorang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya.”
Hati Kudus Yesus menyampaikan pesan cinta dalam cara yang amat personal, menggemakan kata-kata St. Paulus: “Aku hidup oleh iman kepada Anak Allah yang mengasihi aku dan menyerahkan hidup-Nya karena aku.” St. Yohanes menyatakannya dalam ungkapan yang paling pendek tetapi amat dalam di dalam Kitab Suci: “Allah adalah Kasih”. Dan ia menambahkan bahwa “Kasih Allah dinyatakan dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia.”
Yesus adalah pewahyuan terlengkap dari Bapa yang dari hakikat-Nya adalah Kasih. Kasih yang otentik adalah memberi hidup dan itu secara unik menjadi nyata dalam diri Yesus sendiri. Saat kita memandang Dia yang tertikam, semoga kita pun diubah, hati kita diubah, diberdayakan agar kita mengasihi seperti Ia sendiri telah mengasihi kita. Semoga devosi kita kepada Hati Kudus menuntun kita pada “the way of the Heart”, cara hidup menurut Hati Yesus, agar Hati Allah hadir di tengah-tengah kehidupan kita.
Ya Yesus yang lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu.
Selamat Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC