Senin, 20 Mei 2024
Sabda Kehidupan
Senin 20 Mei 2024
Peringatan St Maria Bunda Gereja
Yohanes 19:25-27 (19:25-34)
Dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Sehari sesudah Gereja merayakan Pesta Pentakosta, biasanya dirayakan peringatan ‘St Maria Bunda Gereja.’ Maksud peringatan ini ingin mengingatkan kita bahwa sejak Gereja Perdana sebagaimana dikisahkan dalam Kisah Para Rasul (Kis 1:14), Bunda Maria ada bersama Para Rasul ketika hari raya Pentakosta, saat Roh Kudus dicurahkan Yesus dan dimulailah awal perjalanan Gereja.
Kis 1:14 berkata, “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”
Kita tahu bersama bahwa ketika Yesus disalibkn, murid-murid Yesus telah lari meninggalkan Dia, tetapi tidak bundaNya Maria. Bunda Yesus tetap setia mengikuti Yesus di jalan salibNya. Maria ikut merasakan derita putraNya saat memanggul salib ke Golgota. Ia ikut menemani Yesus untuk memberi kekuatan. Seakan Maria berujar dalam hatinya untuk Yesus, “bertahanlah Nak, ini ibuMu akan terus menemanimu. Penuhilah perintah BapaMu untuk menebus seluruh umat manusia dengan salibMu!”_Bunda Maria adalah ibu Yesus sekaligus Bunda kita semua, Bunda Gereja. Ia adalah teladan para murid Yesus karena Bunda Maria adalah pelaksana Firman Yesus untuk memikul salib bersama Kristus.
Bunda Maria tetap menjadi Bunda kita sampai kapanpun, sebagaimana Yesus adalah Tuhan kita selamanya. Bapa di surga yang memilihkan Yesus seorang ibu yang setia menemani Yesus dari awal hidupNya sampai wafatNya di salib. Demikian juga Bunda Maria diijinkan Allah menemani kita agar setia mengikuti Yesus sampai akhir hidup kita.
”Bunda Maria doakanlah kami pada Yesus Puteramu agar kami anak-anakmu tak pernah kekurangan anggur sukacita, anggur cintakasih dan anggur kasih karunia Allah, sebagaimana engkau memohon Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana. Doakanlah kami dari surga.”
Semangat Senin, Yesus tak pernah membiarkan kita jalan sendiri.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 20 Mei 2024
Senin Hari Biasa
PF S. Bernardinus dari Siena, Imam
Warna liturgi : Putih
Bacaan Injil: Yoh 19:25-34
*****************************
Bacaan Injil
Yoh 19:25-34
Inilah ibumu.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Waktu Yesus bergantung di salib,
dekat salib itu berdiri ibu Yesus,
dan saudara ibu Yesus, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Ketika Yesus melihat ibu-Nya
dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya,
berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!”
Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!”
Dan sejak sat itu
murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.
Sesudah itu,
karena tahu bahwa segala sesuatu telah selesai,
berkatalah Yesus,
— supaya genapah yang ada tertulis dalam Kitab Suci —
“Aku haus!”
Di situ ada suatu wadah penuh anggur asam.
Maka mereka mencelupkan bunga karang dalam anggur asam itu,
mencucukkannya pada sebatang hisop,
lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
Sesudah meminum anggur asam itu,
berkatalah Yesus, “Sudah selesai!”
Lalu Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya.
Karena hari itu hari persiapan,
dan supaya pada hari Sabat
mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung
pada kayu salib — sebab Sabat itu adalah hari yang besar —
maka datanglah para pemuka Yahudi kepada Pilatus
dan meminta kepadanya
supaya kaki orang-orang itu dipatahkan,
dan jenazah-jenazahnya diturunkan.
Lalu datanglah prajurit-prajurit
dan mematahkan kaki orang yang pertama
dan kaki orang yang lain
yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus.
Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus
dan melihat bahwa Ia telah mati,
mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
tetapi seorang dari antara prajurit itu
menikam lambung-Nya dengan tombak,
dan segera mengalir keluar darah dan air.
Demikianlah sabda Tuhan.
***********************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
PW: Santa Perawan Maria Bunda Gereja
Injil : Yoh. 19 : 25 – 34
SIAPAKAH IBUMU BILA ENGKAUTIDAK MENHORMATI MARIA BUNDA YESUS?
”Menghormati Bunda Maria lewat berbagai cara dan bentuk seperti berdoa rosario, ziarah ke gua Maria, dan bernovena bukan sekedar sebuah kebiasaan melainkan tindakan penghormatan yang pantas diberikan Maria karena peranannya sebagai Bunda Yesus. Ini bukan karangan Gereja Katolik melainkan perintah Yesus sendiri dari atas tiang gantungan.”
Dalam Injil hari ini, tercatat lah perintah Yesus: “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” ( ayat 26 – 27 )
Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:
1) Jangan pernah malu dilihat orang ketika Anda bersama Bundamu Maria karena sesungguhnya Anda sedang melaksanakan perintah Yesus sendiri;
2) Bila Anda tidak menghormati Maria sebagai Bundamu, maka pantaskah Anda menyebut dirimu sebagai murid Yesus, karena sesungguhnya Anda melawan perintah Yesus;
3) Inilah kesalahan iman yang paling besar yang seorang Kristiani lakukan adalah menjunjung Yesus sebagai Juruselamat tapi menolak Maria sebagai Bunda dan menghujatnya.
Anda belumlah seorang Kristen yang sejati bila menolak menerima dan memanggil Maria sebagai Bundamu.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )