Selasa, 14 Mei 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 14 Mei 2024
Pesta St Matias Rasul
Yohanes 15:16 (Yoh 15:9-17)
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Kita Dipilih Menjadi Rasul Kristus
Hari ini Gereja merayakan Pesta St Matias, Rasul yang menggantikan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus.
Bangsa Israel terdiri dari 12 suku, mengikuti keturunan dari anak-anak Yakub, nama lain dari Israel. Yesus memilih para RasulNya mengikuti jumlah suku Israel sehingga Gereja Kristus menjadi Israel yang baru, atau umat Perjanjian Baru.
Oleh karena itu sesudah Yudas Iskariot mati bunuh diri karena telah mengkhianati Yesus, dikisahkan dalam Kisah Para Rasul (Kis 1:15-26), atas saran Petrus yang merujuk pada nubuat Daud dalam Mazmur 69:26, para Rasul berdoa dan oleh petunjuk Tuhan, ditunjuklah Matias menjadi Rasul menggantikan Yudas.
Karya kerasulan yakni pewartaan Injil, penggembalaan dan pelayanan sakramental haruslah dilanjutkan. Sesudah era para Rasul berakhir kini kita semua dipanggil Yesus untuk menjadi saksi kebangkitanNya, dan melanjutkan kisah para rasul Kristus sampai akhir zaman.
Kata Yesus dalam Injil hari ini juga berlaku bagi kita: “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
Mari bekerja untuk Kerajaan Allah, menjalankan karya kerasulan untuk menghasilkan buah-buah pertobatan dan kasih.
Yesus tetap menyertai kita dengan Roh KudusNya.
Selamat hari baru. Terimalah berkat Tuhan dan jadilah saksi kebaikan Tuhan.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 14 Mei 2024
Selasa Paskah VII
Warna Liturgi: Merah
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16
Bacaan Injil: Yoh 15:9-17
*****************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku,
tetapi Akulah yang memilih kamu.
Aku telah menetapkan kamu,
supaya kamu pergi dan menghasilkan buah,
dan buahmu itu tetap.
Bacaan Injil
Yoh 15:9-17
Bukan kamu yang memilih Aku,
tetapi Akulah yang memilih kamu.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Pada perjamuan malam terakhir
Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Seperti Bapa telah mengasihi Aku,
demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu;
tinggallah di dalam kasih-Ku itu!
Jikalau kamu menuruti perintah-Ku,
kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,
seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku
dan tinggal di dalam kasih-Nya.
Semuanya itu Kukatakan kepadamu,
supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu
dan sukacitamu menjadi penuh.
Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi,
seperti Aku telah mengasihi kamu.
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang
yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Kamu adalah sahabat-Ku,
jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
Aku tidak menyebut kamu lagi hamba,
sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya.
Tetapi Aku menyebut kamu sahabat,
karena Aku telah memberitahukan kepadamu
segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Bukan kamu yang memilih Aku,
tetapi Akulah yang memilih kamu.
Dan Aku telah menetapkan kamu,
supaya kamu pergi dan menghasilkan buah,
dan buahmu itu tetap,
supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku,
diberikan-Nya kepadamu.
Inilah perintah-Ku kepadamu:
Kasihilah seorang akan yang lain.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**********************************
ℍ
“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” (Yoh 15: 12 -14)
Yesus mengartikan kasih dalam konteks persahabatan dengan kerelaan untuk memberikan diri secara total. Bagaimanakah kasih seperti itu mungkin dan dapat kita hidupi? Itu dapat kita hidupi karena Allah menciptakan kita dalam kasih dan karena kasih. Kita diciptakan karena kasih. Itulah alasan dan tujuan keberadaan kita.
Kitab Suci mengatakan kepada kita bahwa Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8), dan semua yang yang Ia perbuat untuk kita mengalir dari kasih-Nya itu. Ia begitu mengasihi kita sehingga Ia mengaruniakan Putera-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan kita, untuk menyatakan kasih yang begitu besar itu.
Kasih Allah itu kekal, tak terpengaruh oleh situasi atau keadaan yang selalu berubah. Itu adalah kasih abadi yang berkuasa mengubah kita menjadi serupa dengan-Nya dalam segalah aspek kemanusiaan kita. Yesus memberikan perintah kepada murid-murid-Nya: “Hendaklah kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu.” Itu adalah cara baru dalam mengasihi dan melayani satu sama lain. Mengasihi sesama kini dimengerti dalam konteks kasih Allah. Kasih Yesus sepenuhnya ditujukan untuk kebaikan kita. Kasih kita kepada Allah dan kerelaan kita memberikan diri bagi sesama adalah tanggapan kita terhadap kasih Allah yang melimpah ruah dalam diri Kristus.
Maka, apa makna dari perintah Yesus untuk saling mengasihi? Tuhan menghendaki kita memiliki kasih dengan kekuatan untuk mengatasi ketidakpedulian dan cinta diri. Itu adalah pemberian diri secara total bagi sesama, kasih yang tulus, memberikan diri demi kebaikan sesama. Jika kita membuka hati kita bagi kasih Allah dan mematuhi perintah-Nya untuk mengasihi sesama, maka kita akan memahami kasih-Nya secara lebih penuh dan hidup lebih baik dan bermakna.
St. Matias yang kita rayakan pestanya hari ini, jelas bahwa ia hanya diterima masuk dalam Komunitas Keduabelasan, apabila menghayati persahabatan itu, khususnya siap menyambut kasih Sang Guru dan tinggal dalam Kasih itu. Ia dituntut juga untuk mengambil sikap penuh cinta kasih di tengah Komunitas Para Rasul; bahkan siap mengorbankan nyawanya bagi Komunitas Yesus Kristus, sebab ia juga dipanggil menjadi Sahabat-Nya. Matias diundang untuk memiliki kerendahan hati dengan mengakui, bahwa Tuhanlah yang memilihnya menjadi bagian para rasul. Ia wajib “mengasihi para Rasul”, sesuai dengan Pesan Tuhan Yesus.
Apakah kita mau menyambut persahabatan yang ditawarkan oleh Yesus? Apakah kita siap mewartakan persahabatan itu kepada semua orang yang kita jumpai? Apakah kita siap mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita?
St. Matias, doakan kami agar mampu menjadi anugerah Tuhan bagi sesama. Amin.
Selamat beraktivitas hari ini. Selamat mengasihi. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC