Mengenang P. Karl Edmund Prier, S.J. – Pusat Musik Liturgi
Mengenang P. Karl Edmund Prier, S.J. – Pusat Musik Liturgi
Karl-Edmund Prier, S.J. tiba di Indonesia awal tahun 1964. Situasi musik Gereja pada saat itu memang belum tertata dengan baik. Prier ditugaskan ke Wonosari, Gunung Kidul untuk belajar bahasa Jawa. Di sanalah pengalaman pertama kali dirinya berkenalan dengan gamelan. Prier berkenalan dengan Paul Widyawan, mereka sering berdiskusi mengenai ide mendirikan pusat musik liturgi sejak tahun 1969. Karl-Edmund Prier ditahbiskan menjadi Imam oleh Kardinal Darmojuwono pada tanggal 18 Desember 1969 di Gereja Kotabaru, Yogyakarta. Beliau diberi tugas khusus oleh Pater Provinsial untuk mengembangkan musik liturgi khas Indonesia. Pater Prier menindaklanjuti tugasnya dengan didirikannya Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta pada 11 Juli 1971. PML mulai melaksanakan berbagai program dalam mengemban misi pengembangan musik liturgi di Indonesia. Salah satu karya terbesar PML adalah buku Madah Bakti edisi perdana yang diresmikan oleh Komisi Liturgi pada tahun 1980 saat Konggres Liturgi III di Jakarta. Dalam menjalankan tugasnya di PML, Pater Prier tidak sendiri. Beliau dibantu oleh karyawan-karyawannya yang setia. Sedikit cerita yang dibagikan oleh karyawan Pusat Musik Liturgi tentang Pater Prier.
Sumber Jesuit Indonesia