Selasa, 16 April 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 16 April 2024
*Yohanes 6:34-35 (Yoh 6:30-35)
Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”
Kita butuh makan dan minum. Tapi bukan hanya bagi raga tapi juga bagi jiwa dan roh kita. Namun tak ada makanan di dunia ini yang dapat membuat jiwa kita dikenyangkan dan roh kita dipuaskan.
Betapa berita Injil hari ini menjadi kabar sukacita bagi kita karena Yesus adalah pemuas lapar dan dahaga kita akan kasih Allah, makanan yang paling kita butuhkan, bukan hanya untuk hidup di dunia, melainkan sampai ke hidup yang kekal.
Kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah dan menerima anugerah hidup ilahi. Untuk dapat hidup sepenuhnya sebagai anak Allah, Yesus memberikan tubuh dan darahNya sebagai santapan ilahi, sumber energi kehidupan yang kita dambakan.
Tidak lain agar kita tetap dipersatukan dengan Yesus dan tinggal selalu di dalam Dia dan Dia di dalam kita. Kesatuan inilah yang menjadi kekuatan kita untuk berjalan menapaki lorong-lorong dunia ini, bahkan melewati pintu kematian hingga masuk ke hidup yang kekal.
Tanamkanlah selalu dalam hati, kerinduan untuk bersatu denganNya, menyantap tubuh dan darahNya. Jadikanlah Firman Allah santapan harian kita, dan Yesus menjadi pemuas segala kerinduan hati kita akan cinta Allah.
“Terimakasih ya Yesus. Betapa Engkau mengasihi kami.”
Selamat memulai hari baru dengan santapan firmanNya.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 16 Apr 2024
Selasa Paskah III
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:35
Bacaan Injil: Yoh 6:30-35
******************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 6:35
Akulah roti hidup, sabda Tuhan;
barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.
Bacaan Injil
Yoh 6:30-35
Bukan Musa yang memberi kamu roti dari Surga,
melainkan Bapa-Kulah yang memberi kamu roti yang benar dari Surga.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Di rumah ibadat di Kapernaum
orang banyak berkata kepada Yesus,
“Tanda apakah yang Engkau perbuat,
supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?
Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun,
seperti ada tertulis:
Mereka diberi-Nya makan roti dari Surga.”
Maka kata Yesus kepada mereka,
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberi kamu roti dari Surga,
melainkan Bapa-Kulah yang memberikan kamu
roti yang benar dari Surga.
Karena roti yang dari Allah ialah
roti yang turun dari Surga dan yang memberi hidup kepada dunia.”
Maka kata mereka kepada-Nya,
“Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.”
Kata Yesus kepada mereka,
“Akulah roti hidup!
Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi,
dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”
Demikanlah sabda Tuhan.
*****************************
ℍ
“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yoh 6: 35)
Kata Ekaristi berasal dari kata Yunani εὐχαριστία (eucharistia), yang secara harfiah berarti “ucapan syukur”. Oleh karena itu, Gereja Perdana memahami Misa berdasarkan makna aslinya sebagai ucapan syukur kepada Allah.
Oleh karena itu, setiap kali kita menghadiri Misa, kita diingatkan untuk bersyukur kepada Tuhan atas segala berkat yang telah diberikan kepada kita. Dan berkat terbesar dari semuanya adalah anugerah kehadiran Allah yang nyata dalam Ekaristi – Tubuh dan Darah Kristus. Allah memberikan diri-Nya sendiri sebagai hadiah kepada kita dalam bentuk roti dan anggur sebagai makanan bagi jiwa kita. Berkat apakah yang lebih besar daripada kehadiran-Nya sendiri?
Inilah sebabnya, inti dari setiap Misa adalah mengucap syukur kepada Tuhan atas kehadiran-Nya dalam hidup kita dan bersyukur atas banyak berkat yang kita terima meskipun kita tidak layak dan berdosa.
Dalam Injil hari ini, Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Roti hidup. Barangsiapa datang kepada-Nya, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan haus lagi. Yesus memberikan diri-Nya sebagai hadiah kepada kita dalam Ekaristi untuk memelihara dan menyelamatkan jiwa kita. Pada saat kita benar-benar menyadari tindakan kemurahan hati dan belas kasihan Allah yang luar biasa dan penuh perhatian ini, tanggapan kita adalah rasa syukur.
Marilah kita ingat bahwa setiap kali kita menghadiri Misa dan menerima Roti kehidupan, kita bersyukur kepada Tuhan atas karunia Kehadiran-Nya. Kita juga berterima kasih kepada Tuhan atas segala berkat yang kita terima. Rahasia dan esensi sejati dari kehidupan Kristiani yang bahagia dan penuh sukacita adalah rasa syukur.
Apa yang Anda syukuri pada saat ini? Atas cara bagaimana Ekaristi menjadi sumber kekuatan dalam hidup Anda saat ini? Seberapa sering Anda menghadiri Misa?
Tuhan, terima kasih atas anugerah kehadiran-Mu. Ingatkanlah aku bahwa semua berkat datang dari-Mu. Aku berdoa agar aku tidak pernah lupa bersyukur kepada-Mu sepanjang hari dalam hidupku. Amin.
Selamat beraktivitas hari ini. Dengan penuh syukur. ! ❤
RP Joni Astanto MSC