TODAY, 17 April: Gracias!
Gracias!
Kemarin, saat bepergian dengan naik taksi, Si Pengemudi bercerita banyak kepada saya.
Beliau sudah 20 tahun bekerja sebagai Sopir Taksi dan kini beliau berusia 63 tahun.
Banyak hal tentang syukur yang dibagikannya kepada saya.
Di Singapura, saat semakin banyak orang menjadi individualistis dan semakin mementingkan materi, saya melihat ada sesuatu yang berbeda dari Bapak ini.
Beliau mengatakan, beliau merasa cukup dan bersyukur untuk penghasilannya, meskipun hanya seorang Sopir Taksi.
Beliau bilang, ada orang makan $300 untuk sekali makan, namun beliau makan $3 pun kenyang juga.
Yang terpenting badan sehat, hati tenang, dan bisa melakukan hal-hal yang kita inginkan, sesuai dengan skala penghasilan yang kita miliki.
Pagi, ini saya melihat beberapa renungan Henry Nouwen yang selalu menginspirasi.
Ada yang menarik dari beberapa email yang saya terima. Salah satunya saya bagikan di sini:
Everything that is, is given by the God of love. All is grace. Light and water, shelter and food, work and free time, children, parents and grandparents, birth and death – it is all given to us. Why? So that we can say gracias, thanks: to God, thanks to each other, thanks to all and everyone.