Rabu, 03 April 2024
Sabda Kehidupan
Rabu 03 April 2024
Lukas 24:15-16 (Luk 24:13-35)
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
Sesudah Yesus disalibkan, dua murid dari Emaus pulang kampung dengan sedih dan kecewa. Pahlawan dan junjungan mereka mati secara terhina di kayu salib. Semua angan-angan dan harapan mereka sirna. Mereka memandang ke belakang dengan penuh penyesalan akan semua yang terjadi. Betapa sedih ketika memandang ke depan, hidup terasa tanpa asa dan semangat. Begitu dalam kekecewaan, keputusasaan dan persoalan hidup yang mereka hadapi, hingga mereka tak mengenali kehadiran Yesus yang telah menemani mereka berjalan bersama.
Prihatin dengan keputusasaan mereka, Yesus pun memberi mereka perspektif baru dengan menggali isi Kitab Suci. Tentang semua nubuatan para nabi mengenai Mesias. Antara lain apa yang dinubuatkan nabi Yesaya mengenai Hamba Yahweh yang harus menderita. Hati merekapun berkobar-kobar lagi, semangat mereka pulih kembali. Saat Yesus mengadakan perjamuan bersama mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, memecahkannya dan memberikannya kepada mereka, mata mereka tiba-tiba terbuka. Itu Yesus! Yesus bangkit dan hadir bersama mereka!
Semoga kisah dua rasul Emaus mengingatkan kita hal yang sama yang kita alami. Persoalan hidup yang berat seakan menutup mata kita terhadap kehadiran Yesus dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita. Sengsara dan derita, duka nestapa, sakit penyakit sering kita lihat sebagai hukuman yang menjauhkan kita dari Tuhan. Betapa sulit melihat Tuhan ketika kita lagi kecewa dan putus asa.
Paskah Kristus mengingatkan kita bahwa Yesus bangkit untuk memulihkan keyakinan kita akan kasih Allah yang tak pernah berkesudahan. Tinggalkan masa lalu, mari bangkit bersama Yesus.
Gairahkan hidup, carilah selalu wajah Yesus dalam setiap perjumpaan kita, kenalilah wajahNya di setiap wajah yang kita jumpai. Dengarlah sapaanNya di setiap ayat Kitab Suci yang kita baca. Kenalilah kehadiranNya yang kudus dan nyata dalam Ekaristi, dalam ibadah syukur, di saat dua tiga orang berkumpul dalam namaNya, di saat kita berdoa di hadiratNya. Kita tak pernah ditinggalkan sendirian.
Tetaplah optimis, gembira, penuh harapan, Tuhan menemani kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 03 Apr 2024
Rabu Oktaf Paskah
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24
Bacaan Injil: Luk 24:13-35
******************************
Bait Pengantar Injil
Mzm 118:24
Inilah hari yang dijadikan Tuhan,
marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
Bacaan Injil
Luk 24:13-35
Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan,
dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung
bernama Emaus,
yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu
yang telah terjadi.
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran,
datanglah Yesus sendiri mendekati mereka,
lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,
sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
Yesus berkata kepada mereka,
“Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?”
Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya,
“Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem,
yang tidak tahu apa yang terjadi di situ
pada hari-hari belakangan ini?”
Kata-Nya kepada mereka, “Apakah itu?”
Jawab mereka, “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret!
Dia adalah seorang nabi,
yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan
di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami
telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati
dan mereka telah menyalibkan-Nya.
Padahal kami dahulu mengharapkan,
bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.
Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari,
sejak semuanya itu terjadi.
Dan beberapa perempuan dari kalangan kami
telah mengejutkan kami:
Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,
dan tidak menemukan mayat-Nya.
Lalu mereka datang dengan berita,
bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat,
yang mengatakan bahwa Yesus hidup.
Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati,
bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu,
tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.”
Lalu Ia berkata kepada mereka,
“Hai kamu orang bodoh,
betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya
akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!
Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu
untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”
Lalu Ia menjelaskan kepada mereka
apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci,
mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju.
Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat,
“Tinggallah bersama-sama dengan kami,
sebab hari telah menjelang malam
dan matahari hampir terbenam.”
Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
Waktu duduk makan dengan mereka,
Ia mengambil roti, mengucap berkat,
lalu memecah-mecahkannya dan
memberikannya kepada mereka.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia,
tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka.
Kata mereka seorang kepada yang lain,
“Bukankah hati kita berkobar-kobar,
ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan
dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”
Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem.
Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu.
Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.
Kata mereka kepada kedua murid itu,
“Sungguh, Tuhan telah bangkit,
dan telah menampakkan diri kepada Simon.”
Lalu kedua orang itu pun menceriterakan
apa yang terjadi di tengah jalan,
dan bagaimana mereka mengenal Yesus
pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************
ℍ
“Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” [Luk 24: 32]
Mungkin saja terjadi pada kita, seperti halnya para murid di Emaus, bahwa kita berkecil hati, putus asa dan kecewa dalam perjalanan hidup kita. Tanpa menyadari kehadiran Tuhan, kita melakukan perjalanan, kita berbicara dengan orang asing atau teman, kita makan bersama, namun kita acuh tak acuh atau hanya memiliki sedikit harapan. Tetapi, dengan diilhami oleh sabda dan kehadiran Tuhan yang Bangkit, kita melangkah maju bersama-Nya sebagai saudara dan Tuhan kita. Kita mengenal-Nya, mengalami kehadiran-Nya, khususnya dalam Perayaan Ekaristi. Pengalaman dan pengenalan akan kehadiran Tuhan hendaknya menjadikan kita umat yang penuh pengharapan. Kita mengenali Dia ketika kita memecahkan roti untuk satu sama lain; dan ketika kita berbagi apa yang kita miliki satu sama lain. Dan jika demikian, orang-orang mungkin dapat mengenali-Nya juga di dalam diri kita. Seperti orang lumpuh dalam bacaan pertama, kita bangkit berdiri, melompat-lompat dengan sukacita dan pengharapan, dan memuji Allah dalam perkataan dan perbuatan.
Tuhan, kami telah mendengar Sabda-Mu. Kami juga telah duduk semeja dengan-Mu dan Engkau memecah-mecahkan roti bagi kami. Utuslah kami sekarang kepada saudara-saudari kami untuk menyampaikan Kabar Baik kepada mereka, bahwa Engkau telah bangkit dan hidup, dan bahwa sekarang, kami dapat bersama-sama menempuh perjalanan hidup kami dalam pengharapan. Amin.
Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Ia hadir dan berjalan bersama Anda. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC