Selasa, 26 Maret 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 26 Maret 2024
Yohanes 13:31-32 (Yoh 13:21-33, 36-38)
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.”
Kita sudah memasuki pekan sengsara Yesus. Awal sengsara Yesus adalah pengkhiatan Yudas. Betapa menyakitkan dikhianati teman sendiri yang begitu dekat. Yudas menjual Yesus hanya dengan 30 keping perak.
Sesungguhnya Yesus bisa saja menahan Yudas agar tidak mengikuti dorongan Iblis yang telah menguasai pikirannya. Namun Yesus lebih taat pada kehendak BapaNya daripada mengikuti keinginanNya sendiri. Umat manusia harus ditebus dan diselamatkan dari akar dosa dan caranya tidak lain adalah dengan masuk ke sarang Iblis, itulah kengerian kematian yakni Neraka.
Apa yang paling menyengsarakan dan menyakitkan dijalani oleh Yesus sebagai ungkapan cintaNya yang tak terhingga bagi kita. Itulah jalan kemuliaan yang dijalani Yesus agar kita semua diselamatkan dan ambil bagian dalam kemuliaan kebangkitanNya.
Kiranya kitapun diberanikan untuk menghadapi segala konsekwensi cinta tanpa syarat. Kita bukan lagi pecundang yang takut ditolak dan mencari senang sendiri, atau menyerah menghadapi pengkhianatan, tapi bersama Yesus kita menjadi pemenang yang gagah berani, menjalani semuanya itu dengan penuh iman dan cinta.
Bila khianat, penolakan, luka dan sengsara harus kita jalani untuk perjuangan yang luhur dan mulia, kita mohon agar Yesus menenami kita untuk setia sampai akhirnya meraih kemenangan Paskah, bangkit bersama Yesus.
Mari terus berjuang, jangan menyerah, Yesus beserta kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 26 Mar 2024
Selasa Pekan Suci
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan Injil: Yoh 13:21-33.36-38
****************************
Bacaan Injil
Yoh 13:21-33.36-38
Salah seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku…
Sebelum ayam jantan berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Di dalam perjamuan Paskah dengan murid-murid-Nya
Yesus sangat terharu, lalu bersaksi,
“Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain;
mereka bertanya-tanya siapa yang dimaksudkan-Nya.
Seorang di antara murid-murid Yesus,
yaitu murid yang dikasihi-Nya,
bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata,
“Tanyakanlah siapa yang dimaksudkan-Nya!”
Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling
dan berkata kepada Yesus,
“Tuhan, siapakah itu?”
Jawab Yesus, “Dia adalah orang,
yang kepadanya Aku akan memberikan roti,
sesudah Aku mencelupkannya.
“Sesudah berkata demikian, Yesus mengambil roti,
mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas,
anak Simon Iskariot.
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.
Maka Yesus berkata kepadanya,
“Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”
Tetapi tidak ada seorang pun
dari antara mereka yang duduk makan itu
mengerti apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
Karena Yudas memegang kas, ada yang menyangka
bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa
yang perlu untuk perayaan itu,
atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
Yudas menerima roti itu lalu segera pergi.
Pada waktu itu hari sudah malam.
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus,
“Sekarang Anak Manusia dipermuliakan,
dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia,
Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya,
dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
Hai anak-anak-Ku,
tinggal sedikit waktu saja Aku bersama kamu.
Kamu akan mencari Aku,
dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi
‘Ke tempat Aku pergi tidak mungkin kamu datang’
demikian pula Aku mengatakannya sekarang kepada kamu.
Simon Petrus berkata kepada Yesus,
“Tuhan, ke manakah Engkau pergi?”
Jawab Yesus,
“Ke tempat Aku pergi,
engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang,
tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.”
Kata Petrus kepada-Nya,
“Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang?
Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!”
Sahut Yesus, “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku?
Sesungguhnya Aku berkata kepadamu:
Sebelum ayam berkokok,
engkau akan menyangkal Aku tiga kali.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*****************************
ℍ
”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”…. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali,” (Yoh 13: 21, 28).
Dalam Injil hari ini, kita menyaksikan pengkhianatan ganda. Yang satu adalah pengkhianatan yang diperhitungkan, dan yang lain adalah pengkhianatan yang bersifat impulsif.
Yudas, salah satu dari Keduabelas Rasul, menyimpan kegelapan di dalam dirinya, dan ia bersekongkol untuk mengkhianati Yesus. Dalam renungannya Paus Fransiskus mengingatkan bahwa pengkhianatan sering kali dimulai dengan cara yang halus – kompromi di sini, rasionalisasi di sana. Pengkhianatan itu membusuk sampai kita memeluk kegelapan sepenuhnya. Mari kita periksa hati kita: Apakah kita membiarkan keinginan-keinginan untuk mementingkan diri sendiri mengalahkan kesetiaan kita kepada Kristus?
Petrus, di sisi lain, adalah seorang yang impulsif dan penuh semangat. Ia menyatakan kesetiaannya yang tak tergoyahkan kepada Yesus. Namun, rasa takut dan kelemahan menguasainya. Ia bersumpah untuk mengikut Tuhan bahkan sampai mati, tetapi imannya goyah, dan ia menyangkal Tuhannya tiga kali. Namun, itu bukanlah akhir dari kisah Petrus. Penyangkalan Petrus tidak menentukan akhir hidupnya; sebaliknya, penebusan Tuhan menunggunya. Seperti Petrus, kita tersandung. Iman kita goyah, dan kita menyangkal Kristus melalui tindakan-tindakan kita atau bahkan dalam diam. Tetapi kasih karunia ilahi memanggil kita kembali.
Kita akan selalu menghadapi saat-saat pengambilan keputusan ketika kesetiaan kita kepada Kristus diuji. Apakah kita akan memilih jalan Yudas atau Petrus? Marilah kita dengan rendah hati mengakui kelemahan-kelemahan kita dengan cara yang sama seperti Petrus. Carilah pengampunan dan kesembuhan. Pertobatannya membawa kepada pemulihan, dan ia menjadi batu karang bagi Gereja. Pengkhianatan tidak perlu menjadi kata akhir bagi kita. Yesus, dengan kasih-Nya yang tak terbatas, mengundang kita untuk bangkit dari penyangkalan kita dan melayani misi-Nya.
Tuhan, saat kami jatuh, tegakkan kami lagi. Amin.
Selamat beraktivitas hari ini. Semoga kita selalu setia. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC