Senin, 25 Maret 2024
Sabda Kehidupan
Senin 25 Maret 2024
Hari Raya Kabar Sukacita
Lukas 1:38 (Luk 1:26-38)
Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Hari ini tanggal 25 Maret, Gereja mengajak kita untuk mengenangkan saat di mana Malaikat Gabriel diutus Allah menyampaikan kabar sukacita datangnya Kristus Penyelamat Dunia yang akan dikandung oleh Perawan Maria.
Hari ini, 25 Maret, bila ditambah 9 bulan, adalah tanggal 25 Desember, hari kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Itulah sebabnya hari ini disebut: Hari Raya Kabar Sukacita. Kabar yang membawa sukacita karena Maria akan mengandung Putra Allah oleh Roh Kudus.
Inilah kabar yang sangat dinantikan umat manusia yakni pemenuhan janji Allah untuk menyelamatkan manusia sekali untuk selamanya.
Tapi sesungguhnya kabar ini bukanlah berita sukacita bagi Maria. Ia sudah punya rencana menikah dengan Yosep, dan tentu saja punya mimpi indahnya sendiri hidup bersama Yosep kekasihnya. Tapi malaikat Gabriel datang dan seakan “merusak” semua mimpinya: Maria diminta Tuhan mengandung Putra Allah, hal yang sama sekali tidak dimengertinya. “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” (Ayat 34). Sebuah tanggapan yang polos dan spontan dari Maria. Malaikat Gabriel meyakinkan Maria bahwa “Bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Ayat 37).
Di tengah kebingungannya Maria mengambil sikap iman yang sungguh indah dan bijaksana: berserah sepenuhnya pada kehendak Allah. Katanya: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Ayat 38).
Bunda Maria berserah penuh pada Allah, percaya teguh bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah, dan bahwa segala sesuatu mungkin dan indah pada waktu yang ditetapkan Allah. Hidup kita ada dalam tangan Tuhan yang Mahabaik. Penyelenggaraan Tuhan itulah yang terbaik bagi kita.
Apapun yang terjadi dalam hidup kita, suka maupun duka, marilah bersama Bunda Maria kita berserah dengan penuh iman pada kehendak Tuhan. Katakanlah selalu, “Aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu.”
Semoga Firman Tuhan selalu menjadi kabar sukacita bagi kita. Selamat hari Senin.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 25 Mar 2024
Senin Pekan Suci
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan Injil: Yoh 12:1-11
***************************
Bacaan Injil
Yoh 12:1-11
Biarkanlah Dia melakukan hal ini
mengingat hari penguburan-Ku.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania,
tempat tinggal Lazarus
yang Ia bangkitkan dari antara orang mati.
Di situ diadakan perjamuan untuk Dia.
Marta melayani,
dan salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni
yang mahal harganya,
lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya;
dan bau minyak semerbak memenuhi seluruh rumah.
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus,
yang akan segera menyerahkan Dia, berkata,
“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar,
dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”
Hal itu dikatakannya
bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin,
melainkan karena ia adalah seorang pencuri;
ia sering mengambil uang
yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
Maka kata Yesus,
“Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
Karena orang-orang miskin selalu ada padamu,
tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”
Banyak orang Yahudi mendengar bahwa Yesus ada di Betania.
Maka mereka datang,
bukan hanya karena Yesus,
melainkan juga untuk melihat Lazarus,
yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.
Lalu imam-imam kepala bermufakat
untuk membunuh Lazarus juga,
sebab karena dialah banyak orang Yahudi meninggalkan mereka
dan percaya kepada Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************
ℍ
“Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu,” (Yoh 12: 3).
Kasih dapat mengilhami serta mendorong orang untuk melakukan hal-hal yang nampaknya tidak masuk akal. Dan itu tidak hanya berlaku untuk kasih romantis, tetapi juga kasih orang tua terhadap anaknya, kasih antar sahabat, kasih seorang warga terhadap negaranya, kasih seorang murid terhadap gurunya dan masih banyak lagi.
Dalam bacaan Injil hari ini kita menyaksikan tindakan yang didorong oleh cinta yang luar biasa. Dalam tindakan yang nampak berlebihan, Maria dari Betania mengurapi kaki Yesus, Gurunya yang dia kasihi, dengan minyak narwastu yang mahal. Yudas Iskariot memperkirakan harganya “tiga ratus keping uang perak.” Sayangnya, dialah yang akan mengkhianati Yesus hanya karena tiga puluh keping uang perak – sepuluh kali lebih kecil nilainya daripada sebuah botol minyak wangi.
Cinta luar biasa mendorong Maria melakukan pengurapan yang murah hati. Kapan terakhir kali saya melakukan sesuatu dengan murah hati bagi Tuhan? Apakah saya masih “menghitung-hitung” perbuatan baik saya? Pengorbanan apa yang telah saya buat di masa Prapaskah ini?
Tuhan, berilah kami iman yang hidup, pengharapan yang teguh, amal yang sungguh-sungguh, cinta yang penuh kepada-Mu. Ambillah dari kami semua sikap suam-suam kuku dalam merenungkan sabda-Mu serta kebodohan dalam doa. Berikanlah kami semangat dan kegembiraan dalam memikirkan Engkau dan rahmat-Mu, kasih sayang-Mu yang lembut kepada kami. Apa yang kami mohon, ya Tuhan yang baik, berilah kami rahmat untuk bekerja keras, dengan pengantaraan Yesus Kristus Tuhan kami. [St. Thomas More, Abad XVI]
Selamat beraktivitas dalam pekan yang baru. Cintai Tuhan secara luar biasa. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC