Sabtu, 23 Maret 2024
Sabda Kehidupan
Sabtu 23 Maret 2024
Yohanes 11:51-52 (Yoh 11:45-56)
Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia (Kayafas) bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
Kesepakatan untuk membunuh Yesus, yang dipimpin oleh Imam Besar Kayafas, ternyata menjadi pemenuhan nubuatan keselamatan Allah bagi segala bangsa. Apa yang semula dianggap sebagai kemenangan bagi mereka yang merencanakan kejahatan, justru menjadi kisah kemenangan Tuhan atas dosa dan maut. Dosa menghendaki kematian. Tapi justru dengan kematianNya, Yesus mengalahkan dosa dan mengganti maut dengan hidup abadi.
Kiranya hal ini menjadi pegangan iman bagi kita bahwa apapun peristiwa hidup yang menimpa, tak perlu kita melihatnya sebagai kemalangan atau malapetaka, karena Yesus dapat membalikkan keadaan yang terburuk sekalipun, menjadi kesempatan bagi kita untuk mengalami kasih Kristus yang tak pernah meninggalkan kita.
Rasul Paulus dengan penuh keyakinan berkata, “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Rom 8:35, 37-39).
Tetaplah percaya bahwa tak ada satu kejahatanpun yang dapat menghancurkan kemuliaan anak-anak Tuhan. Kebaikan selalu dapat mengalahkan kejahatan. Tetaplah berbuat baik.
Selamat berakhir pekan, berkat Tuhan menyertai kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 23 Mar 2024
Sabtu Prapaskah V
PF S. Turibius dari Mongrovejo, Uskup
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yeh 18:31
Bacaan Injil: Yoh 11:45-56
*****†********************
Bait Pengantar Injil
Yeh 18:31
Buanglah dari padamu
segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku
dan perbaharuilah hati serta rohmu.
Bacaan Injil
Yoh 11:45-56
Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan
anak-anak Allah yang tercerai berai.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria,
dan yang menyaksikan sendiri
apa yang telah dibuat Yesus terhadap Lazarus
percaya kepada-Nya.
Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi,
dan menceriterakan kepada mereka,
apa yang telah dibuat Yesus itu.
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi
memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul.
Mereka berkata, “Apakah yang harus kita buat?
Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
Apabila kita biarkan Dia,
maka semua orang akan percaya kepada-Nya,
lalu orang-orang Roma akan datang,
dan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”
Tetapi seorang di antara mereka,
yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu,
berkata kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa-apa!
Kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu,
jika satu orang mati untuk bangsa kita
dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”
Hal itu dikatakan Kayafas bukan dari dirinya sendiri.
Tetapi, sebagai Imam Besar pada tahun itu, ia bernubuat
bahwa Yesus akan mati untuk seluruh bangsa;
bukan untuk bangsa itu saja,
tetapi juga untuk mengumpulkan dan
mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum
di antara orang-orang Yahudi.
Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun,
ke sebuah kota yang bernama Efraim.
Di situ Ia tinggal bersama murid-murid-Nya.
Waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat,
dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem
untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
Mereka mencari Yesus, dan sambil berdiri di dalam Bait Allah,
mereka berkata seorang kepada yang lain,
“Bagaimana pendapatmu?
Akan datang jugakah Ia ke pesta?”
Demikianlah sabda Tuhan.
*********************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
KEBENCIAN ADALAH SENJATA PEMBUNUH DIRIMU
”Jika Anda menyimpan dendam karena cemburu dan iri hati maka bersiaplah untuk menjadi seorang pembunuh baik dengan kata maupun perbuatanmu.”
Kebencian karena cemburu dan iri hati inilah yang melahirkan kesepakatan untuk membunuh Yesus seperti terlukis dalam Injil pagi ini:“Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.”( ayat 53 )
_Karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan dan direnungkan yakni:_
– Jika Anda menyimpan dendam dan iri di dalam hati dan pikiranmu maka hidupmu tidak akan tenang selama belum melampiaskan ya;
– Setelah melampiaskannya maka Anda akan lebih tidak tenang lagi karena dihantui rasa salah dan berdosa;
– Matikanlah rasa dendam dan iri di dalam hatimu sebelum Anda sendiri akan dibunuh olehnya;
– Mengakui kelebihan orang lain adalah ungkapan kerendahan hati yang membuat hidupmu aman, nyaman, tenang dan damai.
Semoga di akhir pekan ini hanya ada kedamaian dan sukacita di dalam hati dan pikiranmu.
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )