Senin, 18 Maret 2024
Sabda Kehidupan
Senin 18 Maret 2024
Yohanes 8:7b (Yoh 8:1-11)
”Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
Yohanes mengangkat kisah seorang perempuan yang kedapatan berzinah dan dibawa ke hadapan Yesus oleh para ahli Taurat dan orang Farisi untuk dimintai pendapatNya. Menurut Hukum Taurat hukumannya sudah jelas: seorang wanita yang kedapatan berbuat zinah harus dilempari dengan batu sampai mati! (Ulangan 22:22-24).
Betapa dilematis bagi Yesus. Bila Yesus mengatakan ‘ya silahkan merajam dia’ itu berarti Yesus setuju dengan pembunuhan dan Ia melawan hukum Romawi, penguasa Israel yang berwenang menjatuhkan hukuman. Bila Yesus mengatakan tidak boleh merajam perempuan itu, berarti Ia melawan hukum Taurat Musa.
Betapa agung kebijkasanaan Yesus menghadapi dilema ini. Ia tidak mengatakan ya atau tidak, tapi Ia mengetuk hati nurani orang-orang yang sudah siap dengan batu di tangan untuk dilemparkan. ‘Coba lihatlah ke dalam diri, apakah engkau lebih suci, lebih benar, lebih baik dari perempuan itu.’
Kesadaran diri ketika menghakimi orang lain, sangatlah penting dan mendasar, jangan sampai jatuh pada kesombongan rohani, merasa lebih suci dari yang lain. Malah, hukumannya akan berbalik saat hati nurani berbicara jujur bahwa ternyata sayapun tidak lebih baik dari orang lain.
Yesus sangat tidak kompromi dengan dosa. Ia membenci dosa tapi tetap mencintai si pendosa. Ada kesempatan untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Yesus mengampuni perempuan itu dengan permintaan yang tegas: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Ayat 11).
Belaskasih dan pengampunan adalah isi hati Yesus, biarlah penyesalan dan pertobatan menjadi isi hati kita.
”Ya Yesus, bantu kami dengan Roh KudusMu menyadari kedosaan kami yang suka menghakimi dan merasa diri benar. Ampunilah kami. Biarlah teguranMu bagi orang Farisi dan ahli Taurat menjadi pengingat bagi kami untuk masuk ke dalam hati nurani, memeriksa batin sebelum memandang kedosaan orang lain.”
Semangat Senin! Semangat baru membaharui diri❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 18 Mar 2024
Senin Prapaskah V
PF S. Sirilus dari Yerusalem, Uskup dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yoh 33:11
Bacaan Injil: Yoh 8:1-11
***************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 33:11
Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik,
melainkan kepada pertobatannyalah Aku berkenan,
supaya ia hidup.
Bacaan Injil
Yoh 8:1-11
Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa,
hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Sekali peristiwa Yesus pergi ke bukit Zaitun.
Dan pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah,
dan seluruh rakyat datang kepada-Nya.
Yesus duduk dan mengajar mereka.
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi
membawa kepada Yesus
seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah
lalu berkata kepada Yesus,
“Rabi, perempuan ini tertangkap basah
ketika ia sedang berbuat zinah.
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita
untuk melempari dengan batu
perempuan-perempuan yang demikian.
Apakah pendapatmu tentang hal itu?”
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus,
supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.
Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya.
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya,
Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka,
“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa,
hendaklah ia yang pertama melemparkan batu
kepada perempuan itu.”
Lalu Yesus membungkuk pula dan menulis di tanah.
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu,
pergilah mereka seorang demi seorang,
mulai dari yang tertua.
Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu,
yang tetap di tempatnya.
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya,
“Hai perempuan, di manakah mereka?
Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
Jawabnya, “Tidak ada, Tuhan.”
Lalu kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau.
Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************
ℍ
“Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yoh 8: 11)
Bacaan Injil hari ini merupakan ungkapan yang sangat kuat tentang keadilan dan belas kasihan ilahi. Seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah dibawa kepada Yesus oleh para tua-tua untuk dihakimi. Mereka berharap bahwa Yesus akan membuat suatu pernyataan yang bertentangan dengan “hukum Musa” untuk menjebak-Nya.
Yesus menghindari pertanyaan apakah perempuan itu berdosa atau tidak berdosa. Alih-alih menuduh perempuan itu, Ia justru mengajukan pertanyaan balik: apakah ada di antara para pendengarnya yang tidak berdosa. Ia mengajak para pendengarnya untuk mengakui keberdosaan mereka sebelum berani menuding orang lain! Dalam Matius 7:1-5 kita membaca, “Jangan menghakimi supaya kamu tidak dihakimi.”
Seperti yang Yesus ajarkan, hukum yang terutama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Kedua perintah ini adalah dasar dari seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Sebelum mengkritik selumbar di mata saudaramu, marilah kita mengakui balok kayu di mata kita. Bukanlah maksud Yesus untuk mengabaikan dosa perempuan berzinah itu. Ingatlah apa yang Dia katakan: “Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.”
Misi Kristus berpusat pada pengampunan. Kita, para pengikut-Nya diharapkan untuk memiliki misi yang sama: mengampuni bukan hanya tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh.
Hari-hari persiapan Pekan Suci dan Paskah yang semakin dekat mengundang kita untuk berdamai dengan Allah dan sesama. Sudahkah menerima sakramen rekonsiliasi dan juga berdamai dengan sesama?
Tuhan, semoga kami belajar seperti Engkau untuk mengatakan: “Akupun tidak menghukum engkau.” Ajarlah kami dengan rendah hati mengakui keberdosaan kami dan ajarlah kami mengampuni. Amin.
Selamat beraktivitas di pekan yang baru. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC