Minggu, 17 Maret 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 17 Maret 2024
Minggu Prapaskah V
Yohanes 12: 24 (Yoh 12:20-33)
”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”
Yesus berbicara mengenai kematianNya bukan sebagai sebuah tragedi kehidupan, atau malapetaka yang tak terhindarkan, tapi sebagai saat di mana Anak Manusia dimuliakan.
Dengan kematianNya, Yesus menang atas dosa dan maut, dan menggantinya dengan kehidupan baru yang mulia bersama Bapa di Surga.
Dengan sangat indah Yesus mengumpamakan saat kematianNya seperti biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, lalu memberi kehidupan baru dan menghasilkan banyak buah. Kematian menjadi jalan pemuliaan, karena dari sanalah hidup baru bersemi.
Oleh kematian, hidup bukannya dilenyapkan tapi diubah menjadi hidup baru dalam kemuliaan Allah. Demikianlah hidup kita menjadi begitu berarti saat kita baktikan seutuhnya untuk melayani Tuhan dan sesama semasa hidup. Kita tidak menyayangkan nyawa hanya untuk kepentingan sendiri, tapi rela kehilangan egoisme dan cinta diri, melepas semua yang menghalangi kita untuk dekat dengan Tuhan dan hidup semata bagi rencana dan pekerjaan Tuhan yakni mencintai Tuhan dan sesama dengan sepenuh hati.
Biarlah mahkota hidup abadi menjadi kerinduan hati kita, dengan tak henti menabur kebaikan dan cinta kasih. Saat Tuhan memanggil, kita siap menjadi benih yang jatuh ke tanah demi hidup baru di surga.
Selamat Hari Minggu, Tuhan Yesus memberkati kita❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 17 Mar 2024
Minggu Prapaskah V
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yoh 12:26
Bacaan Injil: Yoh 12:26
**************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 12:26
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku, sabda Tuhan.
Di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.
Bacaan Injil
Yoh 12:20-33
Jikalau biji gandum jatuh ke dalam tanah dan mati,
ia akan menghasilkan banyak buah.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Di antara orang-orang yang datang ke Yerusalem
untuk merayakan Paskah
terdapat beberapa orang Yunani.
Orang-orang itu pergi kepada Filipus,
yang berasal dari Betsaida di Galilea,
lalu berkata kepadanya,
“Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.”
Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas,
dan berdua mereka menyampaikannya pula kepada Yesus.
Kata Yesus kepada mereka,
“Telah tiba saatnya Putra Manusia dimuliakan.
Sesungguhnya Aku berkata kepadamu:
jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati,
ia tetap satu biji saja.
Tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Siapa saja yang mencintai nyawanya,
ia akan kehilangan nyawanya.
Tetapi siapa saja yang membenci nyawanya di dunia ini,
ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
Siapa saja yang melayani Aku, ia harus mengikuti Aku,
dan di mana Aku berada,
di situ pun pelayan-Ku akan berada.
Siapa saja yang melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Sekarang jiwa-Ku terharu,
dan apakah yang akan Kukatakan?
Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini?
Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.
Bapa, muliakanlah nama-Mu!”
Lalu terdengarlah suara dari surga,
“Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”
Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarnya
berkata bahwa itu bunyi guntur.
Ada pula yang berkata,
“Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.”
Jawab Yesus,
“Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku,
melainkan oleh karena kamu.
Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini.
Sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar.
Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi,
Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”
Ini dikatakan Yesus
untuk menyatakan bagaimana caranya Dia akan mati.
Demikianlah sabda Tuhan.
**”””*******
INTISARI INJIL DARI KOTA KENINGAU – SABAH, MALAYSIA
MINGGU, 17 MARET 2024
HARI MINGGU PRAPASKAH V
Injil : Yoh. 12 : 20 – 33
PENGIKUT YESUS YANG HIDUP SEPERTI YUDAS
Demi cinta-Nya untuk menyelamatkan saudara dan aku maka Yesus rela mati untuk kita agar kita saling menghidupi. Apa yang dilakukan oleh Yesus itulah yang disebut pengorbanan. Yesus berkata:”Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya k untuk hidup yang kekal.”
Beberapa pokok permenungan pada Minggu V Prapaskah ini, yakni:
1) Demi cinta-Nya untuk menyelamatkan manusia, maka Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya dan mati di kayu salib;
2) Yesus mati agar kita hidup. Kita hidup bukan untuk saling mematikan, melainkan saling menghidupi;
3) Pengorbanan adalah wujud dari cinta seorang pencinta sejati. Sebaliknya tanpa pengorbanan maka pasti cintamu bersyarat;
4) Ada banyak orang menjadi pengikut Yesus tapi hidup seperti Yudas yang menjual dan mengkhianati Yesus;
5) Jika kita tetap percaya kepada Yesus dan mau hidup Kudus maka surga adalah hadiah yang akan kita terima;
6) Tetap percaya bahwa hanya Yesus yang sanggup menyelamatkan kita.
Akhirnya ingatlah bahwa Yesus sedang menantimu di Misa Kudus dan ibadat Sabda di hari ini.
Terimalah berkat dariku: Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin
Selamat berhari Minggu untuk para sahabat
( Mgr. INNO NGUTRA )