Kamis, 14 Maret 2024
Sabda Kehidupan
Kamis 14 Maret 2024
Yohanes 5:36 (Yoh 5:31-47)
”Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.”
Kesaksian dengan kata-kata memang penting dan berarti. Namun kesaksian melalui tindakan nyata itulah yang paling utama. Orang bisa berdebat mengenai siapa yang paling benar atau siapa yang sungguh peduli. Tapi bila semuanya hanya sebatas kata maka sama dengan NATO (No Action Talk Only – Hanya berbicara tanpa aksi).
Kiranya salib Yesus menjadi pengingat bagi kita bahwa sekalipun dalam diam Yesus telah menyatakan kasihNya yang terbesar bagi kita, Ia mengorbankan diriNya hingga mati demi keselamatan kita.
Bila kita masih bertanya apakah yang telah diperbuat Tuhan bagiku, pandanglah salib Yesus dan lihatlah betapa besar kasihNya bagi kita. Semuanya itu Yesus lakukan bukan hanya di masa lalu tapi sampai kini dan kapanpun. Yesus tetap bekerja dan berkorban bagi kita.
Mari jadikan tangan kita sebagai tangan Yesus yang sementara menolong, mengangkat yang jatuh, menopang yang lemah. Biarlah hti kita menjadi hati Yesus yang selalu tergerak oleh belaskasihan, membesarkan hati mereka yang kecil hati, terkucil dan tidak diterima. Mari menghibur mereka yang berduka, menjadi sahabat yang peduli dan mau berjalan bersama dalam suka dan duka.
Selamat hari Kamis. Tuhan Yesus bekerja bersama kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 14 Mar 2024
Kamis Prapaskah IV
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Kel 32:7-14
Bait Pengantar Injil: Yoh 3:16
Bacaan Injil: Yoh 5:31-47
*****************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 3:16
Begitu besar kasih Allah kepada dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya,
beroleh hidup yang kekal.
Bacaan Injil
Yoh 5:31-47
Yang mendakwa kamu adalah Musa,
yang kepadanya kamu menaruh pengharapan.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang Yahudi,
“Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri,
maka kesaksian-Ku itu tidak benar.
Ada yang lain yang bersaksi tentang Aku
dan Aku tahu,
bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.
Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes,
dan ia telah bersaksi tentang kebenaran.
Tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia,
namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.
Yohanes adalah pelita yang menyala dan bercahaya,
dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting
daripada kesaksian Yohanes,
yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku,
supaya Aku melaksanakannya.
Pekerjaan itu jualah yang sekarang Kukerjakan,
dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku,
bahwa Bapa yang mengutus Aku.
Dialah yang bersaksi tentang Aku!
Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya,
rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,
dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu,
sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci,
sebab kamu menyangka
bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal.
Tetapi
walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
namun kamu tidak mau datang kepada-Ku
untuk memperoleh hidup itu.
Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.
Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu
bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.
Aku datang dalam nama Bapa-Ku,
dan kamu tidak menerima Aku.
Jikalau orang lain datang atas namanya sendiri,
kamu akan menerima dia.
Bagaimanakah kamu dapat percaya,
karena kamu menerima hormat seorang dari yang lain
tetapi tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?
Jangan kamu menyangka
bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa;
yang mendakwa kamu adalah Musa,
yaitu Musa yang kepadanya kamu menaruh pengharapan.
Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa,
tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku,
sebab Musa telah menulis tentang Aku.
Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulis oleh Musa,
bagaimanakah kamu akan percaya
akan apa yang Aku katakan?”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************************************
ℍ
“Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.” (Yoh 5: 42)
Dalam kehidupan kita, ketika segalanya menjadi sulit, ketika masalah bertubi-tubi, mungkin yang terlintas dalam benak kita adalah menyerah.
Kedua bacaan Misa hari ini mempunyai nada yang sama. Dalam bacaan pertama, ketika Allah melihat umat-Nya menyembah anak lembu tuangan bisa saja Ia berpikir untuk menyerah. Sejak Ia memimpin bangsanya keluar dari Mesir, masalah demi masalah Ia hadapi dengan bangsanya itu, dan bisa saja Ia menyerah dan meninggalkan mereka. Bacaan Injil bertutur tentang bangsa Israel yang menolak-Nya. “Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku,” (Yoh 5: 42 – 43). Yesus bisa saja meninggalkan bangsa ini. “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.” (Kel 32: 9). Seperti nenek moyang mereka, mereka menolak Yesus, kendati segala tanda dan mukjizat yang Ia buat.
Tapi dalam diri Yesus dan juga Musa, kita dapat melihat belas kasih dan cinta yang sejati bagi umat-Nya. Bagi Yesus dan Musa, hanya ada satu tujuan: keselamatan umat-Nya.
Dari pihak kita, ada dua hal yang dapat kita pelajari. Yang pertama, Allah tidak pernah menyerah terhadap kita yang “tegar tengkuk”. Kesadaran ini hendaknya mendorong kita untuk dengan rendah hati mengakui kekerasan hati kita dan kembali kepada-Nya. Kedua, dalam hubungan dengan orang lain, kita akan menjumpai kesulitan demi kesulitan, masalah demi masalah dari mereka yang “tegar tengkuk”. Kita tetap akan berhadapan dengan “orang-orang sulit”. Namun kita dipanggil untuk belajar dari Yesus dan Musa.
Mereka mengejawantahkan cinta dan belas kasih Allah kepada umat-Nya. Semoga kita juga mempunyai cinta dan belas kasih yang sama.
Tuhan, semoga kehidupan dan kehadiran kami di manapun memberi kesaksian akan belas kasih dan kebaikan-Mu.
Selamat pagi. Selamat beraktivitas. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC