Selasa, 12 Maret 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 12 Maret 2024
Yohanes 5:7-8 (Yoh 5:1-16)
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh? Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Diceritakan Yohanes bahwa si lumpuh sudah 38 tahun berada di tepi kolam Betesda di Yerusalem, tapi tak pernah mendapatkan kesempatan untuk menjadi yang pertama masuk ke kolam itu ketika Malaikat Tuhan datang menggoncangkan air kolam itu. Malangnya, tak seorangpun mau membantunya. Jadi bukan hanya fisiknya yang sakit, tapi juga batinnya karena tak ada orang yang peduli padanya.
Bukan kebetulan Yesus pergi ke kolam itu. Ia telah mendengar jeritan hati si sakit. Yesus selalu peduli dan Ia pasti bertindak. Tak perlu si sakit masuk ke kolam, Sabda Yesus cukup untuk memulihkan hidupnya. Orang itupun sembuh!
Yesus adalah Allah yang mengerti semua persoalan yang kita hadapi. Ia mengerti pergumulan hidup kita, fisik maupun batin. Yesus selalu datang menemani kita dan menawarkan pertolongan. Ia tidak membiarkan kita menjalaninya sendirian. Ia selalu ada untuk kita, ikut memikul beban salib kita.
Orang lain bisa saja tidak peduli. Bahkan pergi meninggalkan. Tapi tidak untuk Yesus. SabdaNya selalu menguatkan kita saat Ia berkata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut.!” (Mat 14:27). Mari menyadari kehadiran Yesus di tengah kita.
Syukur atas hari baru. Kita tak sendirian, Yesus menyertai kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 12 Mar 2024
Selasa Prapaskah IV
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Mzm 51:12a.14a
Bacaan Injil: Yoh 5:1-3a.5-16
*****************************
Bait Pengantar Injil
Mzm 51:12a.14a
Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,
berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.
Bacaan Injil
Yoh 5:1-3a.5-16
Orang itu disembuhkan seketika.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem.
Di Yerusalem, dekat Pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam,
yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda;
serambinya ada lima,
dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit.
Ada di situ
seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di sana,
dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu,
berkatalah Ia kepadanya, “Maukah engkau sembuh?”
Jawab orang sakit itu kepada-Nya,
“Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu,
apabila airnya mulai goncang;
dan sementara aku sendiri menuju kolam itu,
orang lain sudah turun mendahului aku.”
Kata Yesus kepadanya,
“Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu,
lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.
Tetapi hari itu hari Sabat.
Karena itu orang-orang Yahudi berkata
kepada orang yang baru sembuh itu,
“Hari ini hari Sabat,
dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”
Akan tetapi ia menjawab mereka,
“Orang yang telah menyembuhkan aku,
dia yang mengatakan kepadaku:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Mereka bertanya kepadanya,
“Siapakah orang itu yang berkata kepadamu:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah?”
Tetapi orang yang baru sembuh itu
tidak tahu siapa orang itu,
sebab Yesus telah menghilang
ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
Kemudian ketika bertemu dengan dia dalam Bait Allah,
Yesus berkata kepadanya,
“Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi,
supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”
Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi,
bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus,
karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.
Demikianlah sabda Tuhan.
***************************************
ℍ
“Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” [Yoh 5: 8]
Adakah sesuatu yang menghalangi kita untuk mengalami kuasa penyembuhan dan kasih karunia Tuhan yang mengubahkan? Nabi Yehezkiel diberi penglihatan tentang sungai-sungai air hidup yang mengalir dari takhta surgawi Allah. Air hidup yang mengalir dari bait suci dan menyelimuti manusia ini dimaksudkan untuk membawa kesembuhan dan pemulihan bagi umat-Nya, dan membantu mereka menjalani hidup yang penuh sukacita dan damai dengan Tuhan.
Berabad-abad kemudian, melalui Yesus, Allah melanjutkan karya penyembuhan dan pemulihan bagi umat-Nya. Yohanes menceritakan dalam Injilnya tentang kesembuhan ajaib dari seorang terbaring lumpuh selama 38 tahun di tepi kolam Betesda.
“Maukah engkau sembuh?” Orang lumpuh itu tidak meminta untuk disembuhkan oleh Yesus, walau ia merindukan kesembuhan; mungkin dia bahkan tidak tahu siapa Yesus. Itu adalah murni inisiatif Yesus untuk mendekatinya dan menawarkan pertolongan. Keluhannya adalah bahwa ia tidak memiliki seorang pun yang dapat menolongnya, tetapi Tuhan menolongnya dari penderitaannya.
Yesus mendekati setiap orang dengan pertanyaan yang sama, “Maukah engkau sembuh – maukah engkau diampuni, dibebaskan dari dosa, dari kemarahan yang tidak terkendali dan nafsu yang tidak teratur, serta dari keinginan dan kecanduan yang menyakitkan.” Langkah penting pertama menuju kebebasan dan kesembuhan adalah keinginan untuk berubah. Harus ada kemauan untuk bangkit, meninggalkan tilam puas diri, kemapanan dan dosa yang memperbudak kita, kemudian berjalan bersama Yesus. Ia tidak akan menolak siapa pun yang dengan tulus memohon pengampunan, belas kasihan, dan kesembuhan.
Dengarlah suara-Nya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah!”
Tuhan, beri kami rahmat agar terbebas dari kemapanan dan dosa. Amin.
Selamat beraktivitas. Mari bangkit tinggalkan dosa dan berjalan bersama Yesus. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC