Senin, 04 Maret 2024
Sabda Kehidupan
Senin 04 Maret 2024
Lukas 4:29-30 (Luk 4:24-30)
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Orang Nazareth, keluarga dan kawan sekampung Yesus, yang seharusnya mendukung Dia, malah berbalik memusuhi Dia, dan menolak menerimaNya karena tersinggung ketika ditegur Yesus kataNya, “sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.”
Mereka kemudian berencana jahat dan menghalau Yesus keluar kota untuk melemparkan Dia ke tebing yang curam. Tapi Lukas mengisahkan bahwa Yesus “berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.”
Sesungguhnya tak ada seorangpun yang dapat mengapa-apakan Yesus. Ia bisa lolos dari apa saja dan dari siapa saja kalau Ia mau. Yesus bisa berjalan di atas air! Ia bisa menghardik angin dan badai dan menenangkannya. Alam-pun tunduk padaNya. Ia tahu isi hati manusia. Apa yang tak diketahuiNya? Yesus tahu rencana jahat para pemuka agama Yahudi yang hendak menangkapNya di Yerusalem, menyalibkan dan membunuh Dia.
Dosa mendatangkan niat jahat, iri hati dan kebencian serta balas dendam, dan menghendaki kematian serta maut. Itulah pekerjaan Iblis untuk menjatuhkan manusia dan menjauhkannya dari Allah penciptanya. Inilah lawan Yesus yang sebenarnya, bukan manusia saudara-saudariNya.
Karena itu Yesus dengan gagah berani menyerahkan nyawaNya, merelakan diriNya didera dan disalibkan agar Ia dapat ikut dalam derita terdalam manusia yakni kematian. Dari sanalah Yesus mengalahkan dosa dan maut lalu menggantinya dengan hidup yang kekal oleh kebangkitanNya.
Ketaatan Yesus pada kehendak BapaNya, dan kerendahan hatiNya untuk menderita bersama kita sampai mati, menjadi kunci kemenangan Yesus atas dosa dan maut. Mari kita juga taat pada perintah Allah dan dengan rendah hati menjalani jalan yang ditunjuk Tuhan. Niscaya kita ikut menang dan menikmati Paskah Kristus.
Semangat Senin! Tuhan Yesus beserta kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 04 Mar 2024
Senin Prapaskah III
PF S. Kasimirus
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Mzm 130:5.7
Bacaan Injil: Luk 4:24-30
****************************
Bait Pengantar Injil
Mzm 130:5.7
Aku menanti-nantikan Tuhan,
dan mengharapkan firman-Nya,
sebab pada Tuhan ada kasih setia,
dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
Bacaan Injil
Luk 4:24-30
Yesus seperti Elia dan Elisa,
diutus bukan kepada orang-orang Yahudi.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Ketika Yesus datang ke Nazaret,
Ia berkata kepada umat di rumah ibadat,
“Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Tetapi Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar:
Pada zaman Elia terdapat banyak janda di Israel,
ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan,
dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,
melainkan kepada seorang janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel,
tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan,
selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”
Mendengar itu,
sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota
dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak,
untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Tetapi Yesus berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Demikianlah Sabda Tuhan.
************************************
ℍ
”Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.” [Luk 2: 84 – 30]
Dalam perikop yang mendahului bacaan hari ini, Yesus menyatakan bahwa Ia adalah penggenapan dari perkataan nabi Yesaya, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh karena Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.” Pada suatu ketika, mereka semua “memuji-muji Dia dan takjub akan kata-kata penuh hikmat yang keluar dari mulut-Nya.” Tetapi kemudian mereka menolaknya, ketika Ia mengatakan bahwa orang-orang asinglah yang menerima keselamatan, suatu kebenaran yang menyinggung perasaan mereka sebagai umat terpilih.
Ketika kita sungguh-sungguh menghidupi dan mewartakan Injil, ada risiko penentangan dan penolakan. Ketika kita mengatakan kebenaran, ada kemungkinan kita ditolak.
Yesus dan pesannya ditolak karena orang-orang tidak dapat menerima kritik. Tak jarang kita ingin menolak kebenaran yang membuat kita tidak nyaman, menyangkal keberadaannya, dan menyingkirkannya secepat mungkin. Namun, apa gunanya bagi kita enggan untuk mendengarkan dan dengan keras kepala menolak menerimanya? Apa gunanya kita menolak kebenaran? Hasilnya bisa sama buruknya bagi kita, keluarga kita, komunitas kita, dan bahkan dunia seperti yang terjadi pada orang-orang Nazaret. Yesus akan lewat dari tengah-tengah kita dan pergi.
Menghadapi kritik dan orang-orang yang melontarkannya kepada kita bisa menjadi tugas yang cukup menantang. Bagaimana kita menanggapi kritik dan orang-orang yang melontarkannya kepada kita?
Tuhan, semoga aku menghidupi imanku dan berani mengatakan dan memberikan kesaksian akan kebenaran, walaupun akan menghadapi pertentangan. Dan semoga aku berani menerima kebenaran walaupun tidak mengenakkan. Amin.
Selamat memasuki pekan yang baru. Wartakan dan perjuangkan kebenaran. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC