Jumat, 01 Maret 2024
Sabda Kehidupan
Jumat 01 Maret 2024
Matius 21:38-39 (Mat 21:33-46)
Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
Dosa telah merasuk segala sudut hidup manusia, sehingga manusia berusaha untuk menyingkirkan Tuhan dari hidupnya. Orang lupa bahwa bumi ini bukan miliknya. Ia hanyalah penggarap kebun anggur yang ditempatkan Tuhan untuk bekerja bagi Tuhan, menghasilkan buah kasih untuk Kerajaan Allah. Tapi manusia hanya mengejar kepuasan pribadinya dan tidak takut lagi akan Tuhan.
5 tahun lalu Covid 19 datang mengingatkan kita siapa penguasa hidup dan mati kita. Tapi seiring berlalunya pandemi ini, demikian juga iman akan Tuhan ikut berlalu. Orang kembali pada kebiasaan semula dan lupa bahwa hidupnya hanya sementara, dan semua yang ada padanya sesungguhnya hanya dipinjamkan Tuhan untuk digarap dan dimanfaatkan demi tujuan Tuhan.
Jangan biarkan pengorbanan Yesus di kayu salib kita abaikan karena kita lupa diri dan tidak lagi peduli dengan anugerah iman kita. Mari kembali ke jalan Tuhan, bertobat dan percaya pada Injil, serta berbakti pada Tuhan.
Di masa Prapaskah ini kita diingatkan kembali untuk mengolah alam dengan bertanggungjawab, merawat bumi sebagai rumah kita, kebun anggur yang Tuhan percayakan pada kita untuk dikelola dan dirawat, bukannya dirusak untuk kesenangan kita.
Mari menjalani hidup dalam kasih persaudaraan bersama sesama anak-anak Allah. Berdamai kembali satu sama lain dan hidup rukun sebagai satu keluarga Allah. Kita menempatkan Tuhan sebagai pemilik hidup kita. Bahagianya hidup untuk kemuliaan Tuhan.
Selamat memasuki bulan Maret di hari Jumat yang pertama. Damai selalu di hati❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 01 Mar 2024
Jumat Prapaskah II
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yoh 3:16
Bacaan Injil: Mat 21:33-43.45-46
*****************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 3:16
Begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal.
Bacaan Injil
Mat 21:33-43.45-46
Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
Yesus berkata kepada imam-imam kepala
serta tua-tua bangsa Yahudi,
“Dengarkanlah perumpamaan ini,
Seorang tuan tanah membuka kebun anggur
dan menanam pagar sekelilingnya.
Ia menggali lubang tempat memeras anggur
dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu.
Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap
lalu berangkat ke negeri lain.
Ketika hampir tiba musim petik,
ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu
untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
Tetapi para penggarap menangkap hamba-hambanya itu:
yang seorang mereka pukul,
yang lain mereka bunuh,
dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu.
Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain,
lebih banyak daripada yang semula.
Tetapi mereka pun diperlakukan sama
seperti kawan-kawan mereka.
Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka,
pikirnya, ‘Anakku pasti mereka segani.’
Tetapi ketika para penggarap melihat anak itu,
mereka berkata seorang kepada yang lain:
Ia adalah ahli waris!
Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
Maka mereka menangkap dia,
dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu,
lalu membunuhnya.
Maka apabila tuan kebun anggur itu datang,
apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?”
Kata imam-imam kepala dan tua-tua itu kepada Yesus,
“Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu,
dan kebun anggurnya akan disewakannya
kepada penggarap-penggarap lain
yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya.”
Kata Yesus kepada mereka,
“Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci:
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan
telah menjadi batu penjuru?
Hal itu terjadi dari pihak Tuhan,
suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Sebab itu Aku berkata kepadamu,
Kerajaan Allah akan diambil dari padamu,
dan akan diberikan kepada suatu bangsa
yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.”
Mendengar perumpamaan Yesus itu,
imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mengerti
bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
Maka mereka berusaha menangkap Dia,
tetapi mereka takut kepada orang banyak,
karena orang banyak itu menganggap Yesus nabi.
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************
ℍ
“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.” [Mat 21: 42]
Kisah-kisah tentang penolakan kita dengarkan hari ini. Dalam bacaan pertama, Yusuf menjadi korban dan diusir oleh keluarganya sendiri. Dalam Injil, hamba-hamba pemilik kebun anggur dan putranya sendiri ditolak dan dibunuh – kisah yang merujuk kepada Yesus sendiri. Namun, baik Yusuf maupun Yesus – batu yang dibuang oleh tukang bangunan – menjadi batu penjuru untuk penebusan “keluarga” yang telah menolak mereka.
Pengusiran dan penolakan Anak Allah dari kebun anggur masih terus berlanjut sampai sekarang di dalam komunitas-komunitas Gereja dan masyarakat kita. Kita lihat tantangan-tantangan yang menghadang nilai-nilai sakramen pernikahan dan keluarga, perdebatan mengenai aborsi, orang dengan gampang menghilangkan nyawa orang lain, etika dan moral diinjak-injak demi kepentingan sendiri, dan masih banyak contoh lainnya – banyak orang di dalam Gereja dan masyarakat kita lebih memilih untuk mengikuti nilai-nilai dunia. Kristus dan Injil-Nya dianggap sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman dan kuno, dan banyak orang Kristen memilih untuk mengabaikan-Nya.
Apa akibat dari membuang Injil dari kehidupan kita? Peperangan, kejahatan, hancurnya ciptaan, keputusasaan dan kesepian. Perumpamaan ini tidak hanya ditujukan kepada orang-orang Israel yang telah menolak Yesus sang Putra Allah, tetapi juga kepada kita hari ini. Mari buka mata hati kita, kenali Sang Putera, jangan membuang-Nya dari kebun anggur – dari kehidupan kita.
Tuhan, semoga kami tidak menolak Engkau, dengan menghidupi nilai-nilai Injil-Mu dalam hidup kami. Amin.
Selamat beraktivitas. Selamat memperjuangkan nilai-nilai Injil. ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC