Rabu, 28 Februari 2024
Sabda Kehidupan
Rabu 28 Februari 2024
Matius 20:18 (Mat 20:17-28)
”Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati..”
Yesus sudah tahu bahwa bila Ia masuk kota Yerusalem Ia akan ditangkap, diadili secara tidak adil, disiksa dan dihukum mati. Maka wajarlah kalau Yesus menghindar, atau mencari cara bagaimana agar hal itu tidak terjadi. Mencari aman dan selamat, terhindar dari siksa dan derita.
Namun Yesus bukanlah seorang pengecut yang hanya menunjuk jalan tapi sendiri tak berani menjalaninya. Ia bukan tipe pemimpin yang mencari aman untuk diri sendiri. Ia rela menanggung sengsara dan memberikan nyawaNya demi menyelamatkan kita semua.
Rasul Paulus menggambarkan betapa besar kasih Yesus bagi kita, karena Ia mau mati bagi kita bukan karena kita orang benar yang perlu dibela, melainkan ketika kita masih berdosa.
Kata Paulus, “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati . Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”. (Rom 5:6-8).
”Ya Yesus, berikanlah kami kekuatan dan keberanian untuk menanggung resiko dalam mencintai apabila kami mengalami penolakan dan kesulitan dan hal yang tidak menyenangkan. Kami yakin segala perkara dapat kami tanggung karena Engkaulah kekuatan kami.”
Selamat hari baru. Mari berkarya dengan semangat baru. Yesus menemani kita❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 28 Feb 2024
Rabu Prapaskah II
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12b
Bacaan Injil: Mat 20:17-28
***************************
Bait Pengantar Injil
Yoh 8:12b
Akulah terang dunia, sabda Tuhan,
barangsiapa mengikut Aku ia akan mempunyai terang hidup.
Bacaan Injil
Mat 20:17-28
Yesus akan dijatuhi hukuman mati.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada waktu Yesus akan pergi ke Yerusalem,
Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri
dan berkata kepada mereka,
“Sekarang kita pergi ke Yerusalem
dan Anak Manusia akan diserahkan
kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat,
dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa
yang tidak mengenal Allah,
supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan,
tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus
beserta anak-anaknya kepada Yesus,
lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?”
Jawab ibu anak itu,
“Berilah perintah, supaya kedua anakku ini
kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu,
yang seorang di sebelah kanan-Mu
dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
Tetapi Yesus menjawab,
“Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta.
Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?”
Kata mereka kepada-Nya, “Kami dapat.”
Yesus berkata kepada mereka,
“Cawan-Ku memang akan kamu minum,
tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku,
Aku tidak berhak memberikannya.
Itu akan diberikan kepada orang-orang
bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
Mendengar itu,
marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,
“Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa
memerintah rakyatnya dengan tangan besi
dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya
dengan keras atas mereka.
Tidaklah demikian di antara kamu!
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,
hendaklah ia menjadi pelayanmu,
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu,
hendaklah ia menjadi hambamu.
Sama seperti Anak Manusia:
Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,
dan untuk memberikan nyawa-Nya
menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************************************
MENJADI PELAYAN DAN PENYALUR BERKAT BAGI ORANG LAIN “DI SINI – SAAT INI”
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Rabu, 28 Februari 2024
Minggu Prapaskah II/B
Mat. 20: 17-28: Pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus (17-19);
Permintaan ibu Yakobus dan Yohanes – Bukan memerintah melainkan melayani (20-28)
Kedudukan, status, pangkat, jabatan, kekuasaan, poularitas, prestise kerap menjadi ukuran “kehebatan” seseorang (sy, anda) di mata DUNIA. Seseorg mau dihormati, dihargai, disanjung2 krn memiliki semua yg disebutkan di atas ( yg terkadang “dicari2” utk dihormati, dihargai, dipuji, dll semacam itu). “Berilah perintah, spy ke dua anakku ini boleh DUDUK KELAK DI DALAM KERAJAAN-MU, yg seorang di sebelah kananMu dan yg seorang lagi di sebelah kiriMu”, pinta ibu anak2 Zebedeus (pinta sy, anda) kp Yesus dlm Injil hari ini (Mat. 20:21).
Lain ukuran yg dipakai Tuhan Yesus. “Barangsiapa mau menjadi BESAR di antara kamu, hendaklah ia menjadi PELAYANmu, dan barangsiapa ingin menjadi yg TERKEMUKA di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu”, kata Yesus kp pengikutNya, saya, anda (Mat. 20:26-27).
Di mata Tuhan Yesus JALAN utk menjadi “besar, terkemuka, terpandang” BUKAN dg kekuasaan, harta, kedudukan, pangkat, status, “prestise”, MELAINKAN dengan “PRESTASI” menjadi PELAYAN, HAMBA, ABDI; dengan SIKAP ATAU SEMANGAT PELAYANAN; dgn MELAYANI. Dalam semangat pelayanan, mesti ada unsur “korban” (Yesus ‘korban’ nyawa), pengorbanan (waktu, tenaga, pikiran, materi, uang, dll). “Tak ada kasih yg lebih besar dp kasih seorang YG MENYERAHKAN NYAWANYA bagi sahabat2nya”, kata Yesus sendiri kp saya, anda. Melayani berarti memberi yg terbaik dan yang terindah bagi yg dilayani (Tuhan dan orang lain). Kata St. Teresa dari Calcuta:”Lakukanlah hal2 kecil dengan CINTA YANG BESAR!”. Tentu saja lakukan hal2 besar dengan cinta YANG BESAR PULA. Jgn lakukan hal2 besar dengan tanpa cinta, atau dg cinta yg kecil. Melayani berarti MENJALANI HIDUP (sy, anda) UNTUK atau DENGAN MENYALURKAN/MEMBAWA BERKAT BAGI ORANG LAIN; Melayani berarti MENJADI PENYALUR BERKAT BAGI ORANG LAIN yg dilayani; Melayani berarti MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN yang dilayani. Di sini dan dengan ini saya, anda menjadi “TERBESAR dan TERKEMUKA” di hadapan Tuhan dan sesama.
Selamat menjadi terbesar, terhormat, terkemuka dgn melayani, menjadi pelayan/abdi/hamba. Selamat menjadi berkat bagi orang lain setiap saat di mana saja.
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya, anda sekalian yang rajin menjadi pelayan dan penyalur rahmat dan berkat bagi orang lain “saat ini di sini”. Amin.