Selasa, 20 Februari 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 20 Februari 2024
Matius 6:9-10 (Mat 6:7-15)
”Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.”
Yesus mengajar kita berdoa sebagaimana Ia berdoa. Yesus ingin agar bersama Dia kita menyapa Allah sebagai Bapa. Dengan menyebut Allah sebagai Bapa sesungguhnya kita hadir di hadirat Allah sebagai anak-anak se-Bapa dengan Yesus.
Kita memuji dan memuliakan Allah Bapa yang tak henti mencintai kita. Dengan penuh kerinduan hati kita memohon datangnya Kerajaan Allah agar Allah meraja di hidup kita.
Tak perlu diragukan lagi, apapun yang terbaik bagi putra-putriNya pasti dianugerahkan Bapa kepada kita. Terutama ketika kita menyatukan apa yang menjadi kehendak Allah menjadi kehendak kita. Ingatlah doa Yesus di taman Getsemani, “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Mat 26:39).
Bapa menghendaki kita mengampuni orang yang bersalah pada kita, agar hati Bapa yang Maharahim dan Mahabaik menjadi hati kita yang rela mengampuni tanpa batas, tak henti mencintai sekalipun terluka, selalu tergerak oleh belaskasihan dan mau berbagi rejeki.
Bahagianya hidup kita bila selalu menyatu dengan hati Allah Bapa kita, dengan Yesus Tuhan dan Saudara kita, dan bersama Roh Kudus Allah yang diam di hati kita. Mari selalu membuka dan menutup hari dengan doa “Bapa Kami.”
Selamat menjalani hari baru dalam naungan kasih Allah Bapa kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 20 Feb 2024
Selasa Prapaskah I
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b
Bacaan Injil: Mat 6:7-15
*****************************
Bait Pengantar Injil
Mat 4:4b
Manusia hidup bukan dari roti saja,
tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.
Bacaan Injil
Mat 6:7-15
Yesus mengajar murid-Nya berdoa.
*&Inilah Injil Suci menurut Matius: _*
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele
seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.
Mereka menyangka bahwa
karena banyaknya kata-kata doa mereka dikabulkan.
Jadi janganlah kamu seperti mereka,
karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan,
sebelum kamu minta kepada-Nya.
Karena itu berdoalah begini:
“Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,
dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin.
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang,
Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang,
Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**********************************
ℍ
“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.” (Mat 6: 9 – 13).
Dalam rangka persiapan Tahun Yubileum 2025 yang bertema ‘Peziarah-Peziarah Harapan’, tahun ini telah ditetapkan sebagai Tahun Doa oleh Paus Fransiskus. Bapa Suci mengumumkan peluncurannya pada hari Minggu, 21 Januari 2024, pada ‘Hari Minggu Sabda Allah’ yang kelima. Pada tahun doa ini, Paus mengundang umat beriman untuk memberikan perhatian khusus pada Doa Bapa Kami, dan ini memberi kita kesempatan besar untuk kembali ke dasar-dasar doa.
Doa Bapa Kami adalah sebuah katekese tentang doa dan memberi kita pelajaran tentang bagaimana berdoa. Pada masa Gereja perdana, para katekumen secara langsung mempelajari doa ini dari mulut uskup dan mendoakannya bersama-sama sebagai pengakuan iman. Pada Malam Paskah, mereka mendoakannya untuk pertama kalinya bersama dengan komunitas setelah pembaptisan mereka.
Yesus, mengajarkan kepada kita untuk memanggil Allah sebagai “Bapa kami”. Ia ingin kita berdiri di hadapan Bapa dengan penuh keyakinan dan meminta apa yang kita butuhkan untuk hidup sebagai putra dan putri-Nya. Tidak ada agama lain selain agama Kristen yang memperkenalkan Allah sebagai Bapa dan Ibu bagi umatnya.
Namun, kita tidak dapat mengucapkan Doa Bapa Kami dengan tulus jika kita tamak akan harta benda, cemas akan hari esok, melupakan orang miskin, dan tidak peduli akan keadilan sosial. Berdoa Bapa Kami berarti mengatakan, “Tolonglah aku, Bapa, untuk merasa cukup dengan apa yang aku perlukan, untuk bebas dari belenggu keserakahan dan kuatkanlah aku untuk berbagi dengan orang miskin.”
Yesus ingin kita berdoa agar kita terhindar dari godaan untuk meninggalkan iman kita kepada Bapa yang penuh kasih dan kerahiman. Doa-doa kita tidak dimaksudkan untuk membujuk Allah untuk mengubah rencana-Nya! Søren Kierkegaard berkata, “Doa tidak mengubah Tuhan, tetapi mengubah orang yang berdoa.”
Tuhan, ajarlah kami berdoa.
Selamat beraktivitas hari ini, dalam kepercayaan akan kasih-Nya. ⒿⓁⓊ! ❤