Kamis, 15 Februari 2024
Sabda Kehidupan
Kamis 15 Februari 2024
Lukas 9:24-25 (Luk 9:22-25)
”Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”
Sebelum Robert Wolter Mongisidi, Pahlawan Nasional kita, dihadapkan pada regu tembak untuk dieksekusi mati (5 September 1949), pihak Belanda masih berusaha membujuknya untuk bekerjasama dan memihak Belanda yang hendak menguasai kembali Indonesia. Ia memilih mati daripada mengkhianati bangsanya.
Di depan regu tembak ia ditembak mati sambil memegang Alkitab. Ketika ia gugur, di dalam Alkitab-nya ditemukan sebuah catatan yang ditulisnya, “Setia sampai akhir dalam keyakinan.”
Ia telah gugur tapi telah menumbuhkan gelora semangat bela bangsa yang membawa Indonesia tetap merdeka. Gugur satu tumbuh seribu.
Sungguh suatu semangat penyangkalan diri dan pemberian diri yang membuahkan kehidupan bagi banyak orang. Benarlah yang dikatakan Yesus, “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” (Yoh 12:24)
Yesus sendiri telah menyerahkan nyawaNya demi menebus dan menyelamatkan kita. Masa Prapaskah ini menjadi momentum bagi kita untuk menjadi seperti Yesus. Menyangkal diri, memikul salib, setia sampai akhir, memberikan seluruh hidup kita untuk kemuliaan Tuhan.
Selamat hari baru. Dalam Tuhan pengorbanan kita tak ada yang sia-sia.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 15 Feb 2024
Kamis Rabu Abu
Warna Liturgi: ungu
Bait Pengantar Injil: Mat 4:17
Bacaan Injil: Luk 9:22-25
*****************************
Bait Pengantar Injil
Mat 4:17
Bertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.
Bacaan Injil
Luk 9:22-25
Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,
ia akan menyelamatkannya.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya
bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan,
dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat,
lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga.
Kata-Nya kepada mereka semua,
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya,
memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya,
ia akan kehilangan nyawanya;
tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,
ia akan menyelamatkannya.
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia,
tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************
ℍ
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Luk 9: 23)
Kita diminta untuk mengikuti Yesus “setiap hari”. Injil Markus dan Matius mempunyai teks paralel tentang memikul salib yang adalah tuntutan fundamental kemuridan. Akan tetapi, hanya Injil Lukas, yang menekankan bahwa itu harus dilakukan “setiap hari”… Maka itu juga harus dilakukan “hari ini”. Keterangan waktu ini nampaknya memang unsur yang sangat penting dalam seluruh Injil Lukas. Dalam kisah kelahiran Yesus, misalnya, dikatakan: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud,” (Luk 2: 11). Saat mengawali misi-Nya, kepada Yesus diberikan gulungan kitab Nabi Yesaya, dan dia memaklumkan: “Pada hari ini genaplah nas ini saat kamu mendengarnya,” (Luk 4: 21). Saat tergantung di kayu salib Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus,” (Luk 23: 43).
Setiap perjalanan menuju hidup yang baru mulai dari keputusan yang kita buat “hari ini” dan konsistensi untuk menghidupi keputusan itu “setiap hari”.
Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus memikul salibnya setiap hari.” Jika anda ingin memperlihatkan cinta anda bagi orang yang anda kasihi, anda harus mengungkapkannya setiap hari. “SETIAP HARI” menjadi kata kunci kita hari ini. Mudahlah sekali-sekali mengasihi. Mudahlah kadang-kadang mengasihi. Tetapi biasanya sulit mengasihi setiap hari. Demikian juga komitmen kita menjadi murid Kristus itu tidak hanya berdasar mood, kalau mood lagi bagus, bersemangat mengikuti Kristus, kalau mood kurang baik, lalu kurang setia. Komitmen kita menghidupi iman Kristiani itu kita laksanakan setiap hari, setiap saat.
Semoga Masa prapasakah ini menjadi saat yang baik untuk mengevaluasi diri, sejauh mana saya setia menjalani tuntutan kemuridan.
Tuhan, berilah kami setiap hari keberanian untuk mengikuti-Mu, tolonglah kami untuk menghidupi iman kami secara konsisten, seperti yang Engkau inginkan untuk kami jalani, tanpa kompromi atau tawar-menawar. Amin.
Selamat pagi, selamat beraktivitas hari ini. Hari ini, esok, dan selamanya menjadi murid Kristus! ⒿⓁⓊ! ❤
RP Joni Astanto MSC