Rabu Abu, 14 Februari 2024
Sabda Kehidupan
Rabu 14 Februari 2024
Hari Rabu Abu, Pantang dan Puasa
Marius 6:17-18 ( Mat 6:1-6, 16-18)
”Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Hari ini, hari Rabu Abu, adalah awal masa puasa kristiani, atau masa pra-Paskah. Ditandai dengan menaruh abu di dahi atau di kepala, sebagaimana bentuk pertobatan umat Israel sejak perjanjian lama (lihat Yosua 7:6, Ayub 2:12).
Ritual ini untuk mengingatkan manusia akan kefanaan hidupnya bahwa ia berasal dari debu tanah dan akan kembali ke tanah (Kejadian 2:7 dan 3:19).
Yesus juga berpuasa 40 hari lamanya, maka kitapun ikut berpuasa selama 40 hari. Kali ini kita berpuasa untuk mempersiapkan Paskah Kristus, 31 Maret 2024, agar perayaan Hari kemenanganNya atas dosa dan maut, kita persiapkan secara lahir batin melalui pertobatan dan puasa.
Kita berpuasa bukan supaya dilihat orang, tapi seperti yang Yesus nasehatkan, supaya hati kita tertuju pada Allah melalui komitmen untuk mengosongkan diri, memurnikan hati melalui penyangkalan diri, memperdalam hidup doa dan amal kasih bagi sesama. Kita berdamai kembali dengan Allah melalui pertobatan dan mohon pengampunan dosa. Kita juga mau berdamai dengan alam semesta yakni bumi tempat kita tinggal yang telah kita rusak.
Saat Paskah tiba, misteri Paskah Kristus, wafat dan kebangkitanNya, sungguh kita alami. Kita mati terhadap dosa dan hidup baru bagi Allah dalam Kristus Yesus (Rom 6:11-12).
Inilah saat penuh rahmat untuk kita mengalami rasa lapar dan haus akan kasih Allah. Biarlah hasarat hati kita hanya dipuaskan oleh kaih Allah dan bukan lagi oleh kesenangan duniawi.
Selamat memasuki masa Pra-Paskah. Roh Kudus Allah membimbing kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 14 Feb 2024
Rabu Rabu Abu
Warna Liturgi: Ungu
Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab
Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18
*****************************
Bait Pengantar Injil
Mzm 95:8ab
Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan,
janganlah bergetar hati.
Bacaan Injil
Mat 6:1-6.16-18
Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Hati-hatilah,
jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang
supaya dilihat.
Karena jika demikian,
kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
Jadi, apabila engkau memberi sedekah,
janganlah engkau mencanangkan hal itu,
seperti yang dilakukan orang munafik
di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong,
supaya mereka dipuji orang.
Aku berkata kepadamu: ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’
Tetapi jika engkau memberi sedekah,
janganlah diketahui tangan kirimu
apa yang diperbuat tangan kananmu.
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.
Mereka suka mengucapkan doanya
dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat
dan pada tikungan-tikungan jalan raya,
supaya mereka dilihat orang.
Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’
Tetapi jika engkau berdoa,
masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu,
dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kamu berpuasa,
janganlah muram mukamu seperti orang munafik.
Mereka mengubah air mukanya,
supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.
Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’
Tetapi apabila engkau berpuasa,
minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa,
melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
Rabu, 14 Februari 2024
RABU ABU: HARI PANTANG DAN PUASA
Injil : Mat. 6 : 1 – 6. 16 – 18
BERTOBAT KARENA CINTA TUHAN YANG TAK TERBATAS KEPADAMU
”Bila Dia yang mencintai kita tak pernah berhenti mencintai walaupun hati dan rasa-Nya terluka akibat dosa kita, maka balasan terindah hanyalah satu yakni pertobatan.”
Tiga ciri khas utama masa prapaskah adalah; Doa, Puasa/Pantang dan Derma:
– Doa membuat kita semakin mendekat dengan Tuhan. Berserah diri kepada-Nya adalah ujud utama dalam doa. Tuhan berfirman: “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” ( ayat 6 )
*Berpuasa dan berpantang* adalah tindakan pengorbanan diri demi pembersihan hati, pikiran dan jiwa kita. Firman Tuhan: “Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” ( ayat 17 – 18 )
_Derma_ adalah wujud atau dari doa, puasa dan pantang kita. Tanpa perbuatan baik maka doa, puasa dan pantang tidak akan bermakna. Tuhan bersabda: “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” ( ayat 4 )
Akhirnya ingatlah bahwa selama masa prapaskah, hendaknya engkau sadar dan bertobat karena hanya satu yang dibuat oleh Tuhan, yakni menanti saat engkau kembali kepada-Nya.
Selamat memasuki masa Prapaskah dalam balutan kasih sayang “Valentin’s Day” untuk para sahabat
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )