Sabtu, 10 Februari 2024
Sabda Kehidupan
Sabtu 10 Februari 2024
_Tahun Baru Imlek
Mrk 8:2-3 (Mrk 8:1-10)
Yesus memanggil murid-muridNya dan berkata, “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.”
Hari ini bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, atau Tahun Baru China, atau Lunnar New Year. Hari ini dirayakan sebagai hari penuh syukur atas terbitnya matahari pembawa terang dan sukacita karena tumbuhnya tunas-tunas baru sesudah musim dingin yang penuh kebekuan. Sebuah harapan baru untuk kehidupan yang baru penuh berkat Tuhan. Inilah awal musim semi.
Iman kristiani telah memasuki daratan Tiongkok sejak abad ke 7 dan memberi makna kristiani pada datangnya musim semi. Yesus Kristus sebagai pembawa terang dan kehidupan baru oleh terang Paskah. Dan Injil hari ini menunjukkan bagaimana Yesus tergerak hati oleh belas kasihan bagi orang-orang yang setia mengikutinya namun belum makan.
Yesus mengucap syukur dan memberkati roti dan ikan, hasil bumi dan usaha manusia, menjadi santapan yang menguatkan tubuh jiwa manusia, dan masih ada sisa 7 bakul sesudah semuanya makan kenyang. Yesus adalah sumber berkat yang melimpah untuk kesejahteraan manusia lahir dan batin.
Dalam Yesus selalu ada musim semi, tumbuhnya iman, harap dan kasih.
Perputaran musim oleh penanggalan bulan, menjadi pertanda kehadiran Tuhan dalam perjalanan hidup kita, hingga akhirnya langit dan bumi ini berlalu, dan datanglah langit dan bumi yang baru, yang telah disempurnakan dan dibaharui oleh Kristus, Sang Matahari Sejati.
Selamat Tahun Baru Imlek. Xinnian Kuaile, Gong Xi Fa Cai, Tuhan Yesus melimpahkan damai sejahtera bagi kita❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 10 Feb 2024
Sabtu Pekan Biasa V
PW S. Skolastika, Perawan
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b
Bacaan Injil: Mrk 8:1-10
*****************************
Bait Pengantar Injil
Mat 4:4b
Manusia hidup bukan saja dari makanan,
melainkan juga dari setiap sabda Allah.
Bacaan Injil
Mrk 8:1-10
Mereka semua makan sampai kenyang.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa sejumlah besar orang mengikuti Yesus.
Karena mereka tidak mempunyai makanan,
Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata,
“Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini.
Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku
dan mereka tidak mempunyai makanan.
Jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar,
mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.”
Murid-murid-Nya menjawab,
“Bagaimana di tempat yang sunyi ini
orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?”
Yesus bertanya kepada mereka, “Berapa roti ada padamu?”
Jawab mereka, “Tujuh.”
Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.
Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya
dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan.
Dan mereka memberikannya kepada orang banyak.
Mereka mempunyai juga beberapa ikan.
Sesudah mengucap berkat atasnya,
Yesus menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.
Dan mereka makan sampai kenyang.
Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa,
sebanyak tujuh bakul.
Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang.
Lalu Yesus menyuruh mereka pulang.
Akhirnya Yesus segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya
dan bertolak ke daerah Dalmanuta.
Demikianlah sabda Tuhan.
*##########################
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
Sabtu, 10 Februari 2024
Peringatan Wajib Sta. Skolastika
Injil : Mrk. 8 : 1 – 10
KERELAAN BERBAGI ADALAH AWAL TERJADINYA MUJIZAT
”Apa yang biasa dan sedikit yang kita miliki tetap menjadi sedikit dan biasa bila kita simpan saja di rumah kita, namun akan menjadi mujizat bagi sesama yang memerlukan bila kita rela berbagi dan memberi.”
Lima roti dan dua ekor ikan di tangan manusia hanyalah makanan dan lauk yang biasa dan sedikit, namun ketika diserahkan ke tangan Tuhan maka menjadi berkelimpahan seperti yang terjadi dalam kisah Injil hari ini: “Yesus bertanya kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” Jawab mereka: “Tujuh.” Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.” ( ayat 5 – 7 )
Karena itu, menjadi bahan permenungan bagi kita di pagi ini yakni:
1) Ingatlah bahwa segelas Aqua tak terhitung manfaatnya bagi engkau yang memiliki air, tapi bagi yang kehausan akan menjadi berkat yang tak terkira nilainya. Demikian pun sepotong roti selalu tak berarti bagi kita yang memilki makanan, namun akan memperpanjang hidup orang lapar dan miskin jika kita rela memberi kepada mereka;
2) Berbagilah selama kita masih hidup di dunia ini, karena akan tiba saatnya ketika Tuhan akan bertanya kepadamu; Apakah yang telah Anda lakukan bagi-Ku ketika Aku lapar, haus, sakit dan menderita?
3) Ingatlah bahwa hidupmu menjadi bermakna bukan tergantung pada berapa banyak yang Anda miliki, melainkan seberapa sering dan relanya Anda berbagi dan memberi kepada sesamamu.
Akhirnya keluarkan yang lama di dalam gudang, lemari dan kantongmu maka Tuhan akan bebas menggantinya dengan yang baru.
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )