Kamis, 08 Februari 2024
Sabda Kehidupan
Kamis 08 Februari 2024
Markus 7:27-28 (Mrk 7:24-30)
Yesus berkata kepada perempuan Siro-Fenisia itu: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”
Penolakan Yesus atas permintaan perempuan Siro-Fenisia (ini adalah daerah orang yang tidak beriman kepada Allah), tidak membuat ibu ini putus asa. Cintanya yang begitu besar pada putrinya, mendorong dia untuk tidak mundur, tidak putus asa dan terus bermohon. Ia yakin Yesus pasti menolong. Dengan penuh kerendahan hati ia meminta Yesus berbagi berkat, biarpun tinggal sisa-sisa dari jatah yang tersedia bagi orang Israel.
Yesus sangat tersentuh oleh iman, kegigihan, dan kerendahan hati ibu ini. Tak tanggung-tanggung, saat itu juga doanya terkabul, anaknya sembuh dari roh jahat.
Kegigihan perempuan Siro-Fenisia ini kiranya menjadi teladan bagi kita dalam mendekati Tuhan dengan penuh iman, ketekunan dan kerendahan hati. Bila seakan pintu rahmat tertutup, jangan putus asa mengetuk. Yesus telah berjanji “ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Mat 7:7).
Setiap doa kita adalah sebuah ketukan di pintu hati Yesus. Bila Ia tidak segera bertindak, bukan berarti pintu tertutup. Kita percaya waktu Tuhan itulah yang terbaik. Sabar menanti adalah ungkapan kerendahan hati untuk berserah pada kehendak Tuhan.
Satu hal lagi, cinta si ibu kepada anaknya mendorongnya untuk tidak menyerah. Cinta akan selalu menemukan jalan. Mari terus menambah cinta kita pada orang yang ingin kita doakan, agar ada dorongan untuk tidak menyerah dan terus berserah.
Selamat hari baru, pintu berkat Tuhan kiranya terbuka bagi kita.❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 08 Feb 2024
Kamis Pekan Biasa V
PF S. Yosefina Bhakti, Perawan
PF S. Hieronimus Emilianus
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yak 1:21
Bacaan Injil: Mrk 7:24-30
*****************************
Bait Pengantar Injil
Yak 1:21
Terimalah dengan lemah lembut
sabda Allah yang tertanam dalam hatimu,
sebab sabda itu berkuasa menyelamatkan kamu.
Bacaan Injil
Mrk 7:24-30
Anjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea
dan berangkat ke daerah Tirus.
Ia masuk ke sebuah rumah
dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya.
Tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
Malah di situ ada seorang ibu,
yang anak perempuannya kerasukan roh jahat.
Begitu mendengar tentang Yesus,
Ibu itu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
Ibu itu seorang Yunani berkebangsaan Siro-Fenisia.
Ia mohon kepada Yesus supaya mengusir setan itu dari anaknya.
Yesus berkata kepadanya,
“Biarlah anak-anak kenyang dahulu!
Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak
dan melemparkannya kepada anjing.”
Tetapi ibu itu menjawab, “Benar, Tuhan!
Tetapi anjing di bawah meja pun
makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”
Lalu Yesus berkata kepada ibu itu,
“Karena kata-katamu itu, pulanglah,
sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”
Ibu itu pulang ke rumah
dan mendapati anaknya terbaring di tempat tidur,
sedang setan itu sudah keluar.
Demikianlah sabda Tuhan.
************************************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE
Kamis, 08 Februari 2024
Hari Biasa
Injil : Mrk. 7 : 24 – 30
DEKATILAH TUHAN DENGAN IMAN YANG TEGUH
”Seringkali perasaan cepat tersinggung menghentikan langkah bahkan membuat kita berbalik dari langkah-langkah yang telah kita tapaki.”
Tekad bulat dan kepercayaan penuh kepada Yesus yang sanggup menyembuhkan anaknya membuat perempuan itu tetap tegar berdiri dengan keinginannya walaupun mendapatkan tantangan bahkan hinaan dalam kisah Injil hari ini: “Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” ( ayat 28 )
Karena itu, menjadi bahan permenungan bagi kita di pagi ini yakni:
1) Sejauh manakah tekad kita untuk menggapai apa yang kita cita-citakan atau mohonkan dari Tuhan?
2) Apakah kita tetap memiliki mental baja dalam menghadapi setiap kritikan, hinaan, tantangan dan cobaan yang merintangi perjalanan kita menggapai puncak?
3) Setegar apakah hati dan daya juang kita demi membantu orang lain mencapai cita dan impian mereka?
Dalam segala hal teruslah melangkah dengan penuh iman dan keyakinan maka engkau akan sangat dekat dengan cita dan impianmu.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )