Selasa, 06 Februari 2024
Sabda Kehidupan
Selasa 06 Februari 2024
Markus 7:6 (Mrk 7:1-13)
Jawab Yesus kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.”
Yesus balik menegur orang-orang Farisi dan para Ahli Taurat karena kemunafikan mereka. Mereka merasa diri paling benar dan paling suci. Kata-kata di bibirnya manis tapi di hati penuh dengki dan iri. Lain di bibir lain di hati.
Apapun yang kita lakukan untuk Tuhan maupun sesama, mari melakukannya dengan setulus hati dan dengan sepenuh hati. Bila ibadah pujian, misa syukur, hidup rohani terasa kering dan hampa, itulah tandanya kita melakukannya hanya sebagai sebuah kebiasaan atau rutinitas belaka, sekedar menuruti perintah dan tradisi.
Orang bisa saja hadir dan terlibat, tapi hati dan pikirannya tidak tertuju kepada Tuhan. Tak jarang sebuah ibadah hanyalah sebuah formalitas yang mesti ada, lalu orang mengikutinya dengan terpaksa.
Mari memperdalam motivasi kita untuk hidup oleh hati. Mengasah hati nurani agar hati tetap tulus dan murni. Nasehat Rasul Paulus ini kiranya menjadi dorongan hati kita: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kol 3:23)
Selamat hari Selasa. Bahagianya melayani dan memberi diri dengan setulus hati.❤
Ps Revi Tanod Pr
Selasa Pekan Biasa V
PW S. Paulus Miki dan teman-temannya, Martir
Warna Liturgi: Merah
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:36a.29b
Bacaan Injil: Mrk 7:1-13
***************************
Bait Pengantar Injil
Mzm 119:36a.29b
Condongkanlah hatiku kepada perintah-Mu, ya Allah,
dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku.
Bacaan Injil
Mrk 7:1-13
Kamu mengabaikan perintah Allah
untuk berpegang pada adat istiadat manusia.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari
serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat
dari Yerusalem datang menemui Yesus.
Mereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis,
yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
Sebab orang-orang Farisi
– seperti orang-orang Yahudi lainnya –
tidak makan tanpa membasuh tangan lebih dulu,
karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang.
Dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan
kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya.
Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang,
umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga.
Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu
bertanya kepada Yesus,
“Mengapa murid-murid-Mu
tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita?
Mengapa mereka makan dengan tangan najis?”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu,
hai orang-orang munafik!
Sebab ada tertulis:
Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya,
padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
Percuma mereka beribadah kepada-Ku,
sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
Perintah Allah kamu abaikan
untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
Yesus berkata kepada mereka,
“Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah,
supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu!
Dan: ‘Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.’
Tetapi kamu berkata:
Kalau seorang berkata kepada bapa atau ibunya:
‘Apa yang ada padaku,
yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu,
sudah digunakan untuk kurban, yaitu persembahan kepada Allah,’
maka kamu membiarkan dia
untuk tidak lagi berbuat sesuatu pun bagi bapa atau ibunya.
Dengan demikian sabda Allah kamu nyatakan tidak berlaku
demi adat istiadat yang kamu ikuti itu.
Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan!”
Demikianlah sabda Tuhan.
#########################
NOMORSATUKAN TUHAN ALLAH DAN CINTAKASIH
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Selasa, 6 Februari 2024
Minggu Biasa V/B/II
Pesta St. Paulus Miki, dkk, Imam dan Martir
Mrk. 7:1 – 13: Perintah Allah dan adat istiadat Yahudi.
“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripadaKu. Percuma mereka beribadah kepadaKu, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. PERINTAH ALLAH KAMU ABAIKAN untuk berpegang pada adat istiadat manusia” (Mrk. 7:6-8).
Adat istiadat adalah kebiasaan atau tradisi yang mengandung nilai luhur. Namun tidak jarang upacara adat itu berbenturan dengan kekatolikan. Tuhan Yesus dalam Injil hari ini menegur dengan keras orang Farisi dan ahli Taurat (saya, anda?). Mereka menekankan pelaksanaan adat istiadat nenek moyang dengan bertanya:”Mengapa murid2Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita?” (Mrk. 7:5). Yesus berkata:”Sungguh pandai kamu MENGESAMPINGKAN PERINTAH ALLAH supaya kamu dapat memelihara adat istiadat sendiri” (Mrk. 7:9).
Yesus menghendaki saya, anda untuk PRIORITASKAN KEHENDAK ALLAH atau PERINTAH ALLAH. Dia mengingatkan saya, anda untuk senantiasa TETAP MENOMORSATUKAN TUHAN ALLAH, RENCANA DAN KEHENDAKNYA SERTA CINTAKASIH KEPADA SESAMA dlm semua lini kehidupan saya, anda. Menomorsatukan Tuhan Allah (rencana dan kehendakNya) dan CINTAKASIH KEPADA MANUSIA di tengah rutinitas atau kesibukan saya, anda setiap hari atau setiap minggu. Melibatkan Tuhan dalam semua lini kehidupan saya, anda di sini saat ini setiap hari dan/atau setiap minggu. Awali atau akhiri aktivitas harian dan/atau mingguan saya, anda dengan mohon kekuatan atau campur tangan Tuhan di dalamnya. Sebab Tuhan Allah adalah SUMBER HIDUP YANG MEMBERI KEKUATAN atau INNER POWER dalam menjalani kehidupan saya, anda yang fana ini. Jangan lupa ikut Misa Harian (vakultatip) untuk mohon inner power sepanjang hari! Wajib Misa Hari Minggu dan Hari2 Raya yang disamakan dengan Hari Minggu dan Hari2 yang DIWAJIBKAN menurut ajaran/hukum Gereja Katolik seperti misalnya Rabu Abu, Tri Hari Suci – Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci untuk mensyukuri inner power yang telah dinikmati selama seminggu yang lalu dan mohon inner power baru dari Tuhan untuk seminggu ke depannya.
Semoga dengan bantuan doa St. Paulus Miki,dkk, Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya, anda sekalian yang menomorsatukan Tuhan Allah dan CINTAKASIH kepada manusia dlm semua lini kehidupan saya, anda. Amin.