Minggu, 04 Februari 2024
Sabda Kehidupan
Minggu 04 Februari 2024
Markus 1:37-38 (Mrk 1:29-39)
Waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” Jawab Yesus: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”
Di Kapernaum penduduk di situ berbondong-bondong datang mencari Yesus karena mujizat yang dilakukanNya. Ia menjadi sangat populer dan mereka ingin menahanNya agar Ia dapat terus menunjukkan apa yang hebat dari diriNya dan memenuhi kebutuhan penduduk di situ.
Bagi Yesus bukan mujizat yang utama tapi berita Injil datangnya Kerajaan Allah. Bahwa Allah telah melawati umatNya, hadir di tengah mereka melalui PutraNya, membawa harapan hidup baru dan kekal bagi yang percaya. Namun jalan keselamatan ini tidak selalu menyenangkan, dan tidak juga mengecualikan manusia dari derita dan pengorbanan. Mujizat akan selalu ada demikian juga salib dan derita.
Berita keselamatan ini harus diwartakan ke seluruh dunia, karena itu Yesus meminta kita untuk bermisi, meninggalkan zona nyaman dan terus mencari zona yang baru, bertemu dengan orang yang baru, mencari peluang baru, cara atau metode yang baru untuk mewartakan Injil dan memperkenalkan Yesus kepada semakin banyak orang.
Pengalaman kasih kita bersama Yesus, mendorong kita untuk mengajak orang lain ikut mengalami pengalaman cinta yang sama. Mari beranjak dari zona nyaman, ikut serta memperluas kerajaan kasih Allah.
Selamat hari Minggu. Mari bersyukur atas hidup baru dalam Kristus❤
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 04 Feb 2024
Minggu Pekan Biasa V
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 8:17
Bacaan Injil: Mrk 1:29-39
*****************************
Bait Pengantar Injil
Mat 8:17
Dialah yang memikul kelemahan kita
dan menanggung penyakit kita.
Bacaan Injil
Mrk 1:29-39
Ia menyembuhkan banyak orang
yang menderita bermacam-macam penyakit.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum
Yesus, dengan Yakobus dan Yohanes,
pergi ke rumah Simon dan Andreas.
Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam.
Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.
Yesus pergi ke tempat perempuan itu,
dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia,
lalu lenyaplah demamnya.
Kemudian perempuan itu melayani mereka.
Menjelang malam, sesudah matahari terbenam,
dibawalah kepada Yesus
semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
Yesus menyembuhkan banyak orang
yang menderita bermacam-macam penyakit
dan mengusir banyak setan;
Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara,
sebab mereka mengenal Dia.
Keesokan harinya, waktu hari masih gelap,
Yesus bangun dan pergi ke luar.
Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia.
waktu menemukan Yesus, mereka berkata,
“Semua orang mencari Engkau.”
Jawab Yesus, “Marilah kita pergi ke tempat lain,
ke kota-kota yang berdekatan,
supaya di sana pun Aku memberitakan Injil,
karena untuk itu Aku telah datang.”
Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea,
memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka
dan mengusir setan-setan.
Demikianlah sabda Tuhan.
**************************************
PERGILAH/DATANGLAH KE TEMPAT YG SUNYI UNTUK BERDOA!
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Minggu, 4 Februari 2024
Minggu Biasa V/B/II
Mrk.1:29-39: Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang2 lain; Yesus mengajar di kota-kota lain
“SEKELUAR DARI RUMAH IBADAT (setelah berdoa, ora) di Kapernaum, Yesus “melenyapkan” sakit demam ibu mertua Simon (bekerja, labora), “menyembuhkan” banyak orang yg menderita bermacam-macam penyakit (bekerja, labora) dan “mengusir” banyak setan (bekerja, labora).
“Keesokan harinya (sebelum Yesus bekerja/labora/pergi ke tempat kerja di seluruh Galilea, bkn hanya di Kaparnaum), waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi keluar (dari rumah) ke TEMPAT YANG SUNYI dan BERDOA (ORA) DI SANA.” (Mrk. 1:29 – 38).
Yesus mengajar dan mengajak saya, anda utk selalu ADA WAKTU/SAAT UNTUK berdoa/ora, pergi ke tempat yang sunyi (gereja, kapel, tempat ibadat resmi yang sdh disepakati bersama) setiap pagi utk memohon rahmat, berkat, kekuatan, perlindungan Tuhan sebelum bekerja, labora atau melakukan “karya besar ataupun kecil” (aktivitas) sepanjang hari. Tidak lengkap klo hanya bekerja, bekerja dan bekerja tanpa berdoa mohon rahmat, berkat Tuhan, ora. Atau sebaliknya hanya berdoa, berdoa dan berdoa (ora) tanpa labora, bekerja. Ada porsinya masing2. Ada keseimbangan antara ora et labora!
Sudahkah saya, anda mempunyai program untuk mencari dan menyediakan waktu khusus utk mencari tempat yg sunyi (utk berdoa, misa) setiap hari sebelum ke tempat berkarya? Misa harian memang vakultatip, tetapi tidak rugi klo MENGIKUTINYA untuk memohon rahmat, berkat, kekuatan dan perlindungan Tuhan selama sehari. Sudahkah saya dan anda mempunyai program dan rencana untuk WAJIB mengikuti Misa setiap Hari Minggu (52 hari Minggu setahun) dan Hari2 Raya yang disamakan dengan hari Minggu (misalnya Hari Raya Santai Perawan Mari Bunda Allah, 1 Januari, Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, Kelahiran Yesus Kristue 25 Desember) dan Hari Raya yang lain yang diwajibkan oleh Ajaran/Hukum Gereja Katolik seperti misalnya Hari Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung,Sabtu Suci?? Ingat Misa/Ibadat Sabda tanpa imam (dengan atau tanpa komuni nyata) adalah WAJIB UNTUK UMAT KATOLIK, bukan vakultatip, mana suka. “Kuduskanlah Hari Tuhan” adalah kata2 dari Tuhan Allah sendiri untuk saya,anda. Saya, anda ke tempat yang sunyi setiap hari Minggu untuk mengucap syukur atas segala rahmat dan berkat, kekuatan serta pemeliharaan Tuhan yang telah dinikmati selama seminggu yang lalu (Senin-Sabtu) dan sekaligus memohon rahmat, berkat, kekuatan dan pemeliharaan Tuhan untuk SEMINGGU ke depan (Senin-Sabtu; – bukannya untuk 2 minggu ke depannya). Makanya saya, anda WAJIB ke “tempat yang sunyi” pada setiap hari Minggu, bukan vakultatip.
Selamat pergi atau datang ke tempat yg sunyi setiap hari Minggu untuk BERDOA (ora) sebelum pergi ke tempat kerja hari Senin-Sabtu untuk BEKERJA (melayani, labora).
Semoga Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya, anda sekalian yang selalu ke tempat yang sunyi/gereja pada setiap hari Minggu. Amin.