TODAY, 14 Februari: Bahasa Cinta
- Bahasa CintaAndaikan aku lakukan yang luhur mulia
Jika tanpa kasih cinta hampa tak bergunaReff.
Ajarilah kami bahasa cintaMu agar kami
Dekat padaMu ya Tuhanku
Ajarilah kami bahasa cintaMu agar kami
Dekat padaMuAndaikan aku pahami bahasa semua
Hanyalah bahasa cinta kunci tiap hati
kembali ke reffCinta itu lemah lembut sabar sederhana
Cinta itu murah hati rela menderita
kembali ke reffAndaikan aku dermakan segala milikku
Tapi hanyalah cintaku sanggup membahagiakan
kembali ke reff(Dari Lirik Lagu: Bahasa Cinta)
Hari ini adalah Valentine’s Day yang gaungnya di tahun ini tidak begitu terdengar nyaring di Singapura dikarenakan amat dekat dengan Tahun Baru Imlek.
Namun, kesibukan tetap ada. Beberapa toko kue tetap memajang bentuk-bentuk hati untuk cokelat, ‘cookies’, ataupun kue tart. Dan, beberapa toko bunga tetap disibukkan oleh pesanan ‘flower bouquets’ untuk yang terkasih.
Hari ini pula, saya membuka Youtube dan mendengarkan kembali lagu Bahasa Cinta.
Butuh perjuangan untuk tetap mengisi hati kita dengan cinta kasih.
Dan, rasanya perjuangan itu terasa sulit jika kita mengupayakan segala sesuatunya sendirian.
Namun, bersama Sang Sumber Cinta-Sang Sumber Kasih yaitu Allah sendiri, semoga kita dimampukan untuk menjadi pribadi-pribadi yang penuh kasih…
Yang mampu merasakan kasih-Nya dalam hidup kita, segala kebaikan-Nya kita syukuri…
Untuk kemudian kita bagikan kepada sesama kita.
Selamat Hari Kasih Sayang dan tetaplah di dalam kasih
Semoga kita bisa mempertahankan Bahasa Cinta dalam kehidupan keseharian kita.
(-fon-)
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.13:4 Kasih itu sabar ; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
— 1 Korintus 13:3-5
- bambang_tribuono <bambang_tribuono@yahoo.com>10:32 AMPejabat Pemprop Ditangkap Kejati Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Kadin JatimJARAK – Jaringan Anti Korupsihttp://www.jaringanantikorupsi.blogspot.com/2015/02/medianusantara-pejabat-pemprop.htmlPejabat Pemprop Ditangkap Kejati Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Kadin JatimKejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menangkap Kasubbag Program Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur, Heru Susanto Selasa (10/02/2015).Diduga, Heru ditangkap terkait dugaan penyelewengan dana hibah APBD untuk Kamar Dagang & Industri (Kadin) Jatim, di Pemprov Jatim, yang saat ini sudah naik ke tahap penyidikan pada proses pemeriksaan di Kejati JatimBerdasarkan informasi, penangkapan terjadi di Kantor Balitbang Jatim, Jalan Gayung Kebonsari 56 Surabaya, sekitar pukul 13.00 WIB.Penangkapan Heru tersebut dilakukan oleh dua aparat dari Kejati.Dikonfirmasi hal itu, Kepala Balitbang Jatim, Priyo Darmawan membenarkan bahwa pihak Kejati Jatim telah membawa anak buahnya bernama Heru Susanto.Sebelum penangkapan, juga beredar kabar adanya penggeledahan di ruangan stafnya tersebut, tapi dia membantahnya.“Bukan penggeledahan, mereka (aparat Kejati Jatim) kirim surat panggilan terhadap anak buah saya dan staf saya yang diwawancarai. Dan mereka minta izin ke saya untuk membawa staf itu di Kejati Jatim,” ungkap Priyo, Selasa (10/02/2015).Saat ditanya penyebab penangkapan itu, ia menyebut bahwa ada permasalahan dana hibah dari Pemprov Jatim yang dikelola oleh Kadin Jatim. “Anak buah saya (Heru) itu selaku pembuat SPJ dan dia bekerja atas permintaan Dr Nelson Peneliti Balitbang Jatim yang nyambi kerja di Kadin Jatim,” tuturnya.Karena itu, pihaknya berkilah penangkapan karena dugaan masalah dana hibah tersebut tidak ada kaitannya dengan SKPD yang dipimpinnya.“Jadi peneliti dan staf saya melaksanakan kegiatan Kadin Jatim dibawah kepemimpinan La Nyalla Mattalitti itu, bukan tupoksi Balitbang Jatim. Mereka bekerja atas inisiatif sendiri dan tidak ada kaitannya dengan Balitbang Jatim,” tegas Priyo
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Fonny Jodikin <fjodikin@gmail.com>