Sabtu, 27 Januari 2024
Sabda Kehidupan
Sabtu 27 Januari 2024
Markus 4:38-39 (Mrk 4:35-41)
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Kita juga mengalami bahwa di tengah badai dan gelombang menerpa perahu hidup kita, Tuhan seakan tidur dan tidak peduli. Kita sudah berteriak minta tolong tapi tak ada jawaban. Bukannya reda, malah persoalan datang silih berganti.
Kisah perjalanan para rasul dengan Yesus di danau Galilea yang kita renungkan hari ini, kiranya menguatkan kita bahwa Tuhan Yesus tidak pernah tianggal diam dan membiarkan kita menjalaninya sendiri.
Bila Yesus ada dalam perahu hidup kita, kita bisa tersenyum menghadapi badai yang melanda. Teruslah mendayung dengan keyakinan iman yang teguh, Yesus ada bersama kita dan badai ini pasti berlalu.
Bila Tuhan ijinkan sesuatu terjadi, kita percaya ada pesan Tuhan untuk kita terus bersandar dan berserah padaNya, mengandalkan rahmat Tuhan yang tak pernah berhenti bekerja untuk kebaikan kita.
Semoga di tengah badai dan rintangan, persoalan dan kesulitan yang kita hadapi, melalui doa dan seruan kita, kita semakin kuat bertumbuh dalam iman, makin sabar dan rendah hati, makin tekun dan bijaksana, taat dan tetap berserah.
”Ya Yesus ampunilah kami yang kurang percaya ini.”
Selamat berakhir pekan, Yesus Tuhan menemani kita❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 27 Jan 2024
Sabtu Pekan Biasa III
PF S. Angela Merici, Perawan
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Yoh 3:16
Bacaan Injil: Mrk 4:35-41
***********
Bait Pengantar Injil
Yoh 3:16
Demikian besar kasih Allah kepada dunia,
sehingga Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal.
Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup abadi.
Bacaan Injil
Mrk 4:35-41
Angin dan danau pun taat kepada Yesus.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari, ketika hari sudah petang,
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Marilah kita bertolak ke seberang.”
Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana
lalu bertolak,
dan membawa Yesus dalam perahu itu
di mana Ia telah duduk;
dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat
dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu,
sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan
di sebuah tilam.
Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya,
“Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”
Yesus pun bangun, menghardik angin itu
dan berkata kepada danau,
“Diam! Tenanglah!”
Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali.
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
Mereka menjadi sangat takut
dan berkata seorang kepada yang lain,
“Siapa gerangan orang ini?
Angin dan danau pun taat kepada-Nya?”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
JANGAN KESAMPINGKAN TUHAN ALLAH DALAM “PERAHU HIDUP” SAYA, ANDA SAAT INI DI SINI
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Sabtu, 27 Januari 2024
Minggu Biasa III/B/II
Mrk. 4:35-41: Angin ribut diredakan
Ketika para muridNya menghadapi “angin ribut, angin taufan, BADAI yang dahsyat, ombak menyembur masuk ke dalam perahu hidup mereka, mereka berteriak dan “membangunkan” Yesus sambil berkata: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa? Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: Diam! Tenanglah! ” (Mrk.4: 38-39).
Badai hidup ( besar – kecil, berat – ringan, ganas – jinak) selalu ada, dan akan tetap ada dalam lautan hidup saya, anda. Bila dihadapi dengan tenang, sabar, rendah hati, dan PENUH IMAN (MELIBATKAN, MENGHADIRKAN TUHAN ALLAH di dalamnya), akan menghantar saya, anda ke “pelabuhan hidup” yang aman, tenang dan pasti karena adanya kesadaran bahwa Tuhan Allah itu sungguh luar biasa, ajaib, selalu siap membantu meredakan dan menenangkan dan mendiamkan “ombak, angin ribut, badai yang selalu menerpa atau mengombang ambingkan perahu hidup saya, anda. Karena itu, janganlah mengesampingkan Tuhan Allah dalam menjalankan “roda kehidupan ini” yang silih berganti antara di “atas dan bawah” roda. Janganlah melupakan untuk menyertakan dan menghadirkan Tuhan Allah dalam “perahu hidup” saya, anda. Inga, inga, Tuhan Allah ada, hadir, terlibat, bekerja di sana sebagai “inner dan hidden power”. Tuhan Yesus “SEDANG TIDUR’ dalam perahu hidup saya, anda. Jangan lupa: Bangunkanlah Dia, kapan di mana saja, now n here, terutama pada Misa Harian (vakultatip) dan wajib pada Hari Minggu atau Hari2 Raya yang disamakan dengan Hari Minggu. Dia PASTI akan BANGUN menolong saya, anda. Janganlah saya, anda “menidurkan” Tuhan dalam perahu hidup ini, entah ada angin ribut ataupun tidak ada!!
Selamat melibatkan Allah dlm perahu hidup saya, anda “saat ini di sini”. Tetap menomorsatukan Tuhan di tengah kesibukan duniawi ini! Jangan kesampingkan Tuhan saat ini di sini.
Semoga
Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya, anda semua yang selalu melibatkan Tuhan Allah dalam perahu hidup saya, anda masing2 saat ini di sini. Amin.