Senin, 22 Januari 2024
Sabda Kehidupan
Senin 22 Januari 2024
Markus 3:28-29 (Mrk 3:22-30)
”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”
Yesus telah menganugerahkan Roh Kudus, Roh-Nya sendiri untuk tinggal dalam hati kita. Roh Kudus yang menjadi sumber nurani, bisikan Allah dalam pikiran dan hati kita untuk melakukan kebaikan dan menolak yang jahat.
Bila seseorang memadamkan api Roh Kudus dalam dirinya, maka ia telah menolak sama sekali kehadiran Allah dalam dirinya dan menutup pintu pertobatan yang datang dari Roh Kudus yang setiap saat berbisik dalam nurani untuk kembali kepada Allah dan hidup sesuai martabatnya sebagai anak Allah.
Menolak Roh Kudus berarti ia telah mengeraskan hatinya untuk tidak lagi percaya dan memutuskan untuk hidup tanpa Tuhan. Menghujat Roh Kudus berarti ia telah menyingkirkan Tuhan dalam hidupnya bahkan ia membuat dirinya menjadi tuhan atas hidupnya dan tidak mau hidup dalam tuntunan Allah.
Mengikuti Yesus dan percaya pada Allah adalah sebuah keputusan. Allah sangat menghargai keputusan bebas manusia. Bila ia sendiri telah memutuskan untuk terpisah dari Allah maka ia tidak lagi mengharapkan pengampunan dan pertobatan. Inilah dosa kekal yang tak dapat diampuni, karena ia sendiri tidak lagi mendambakan pengampunan.
Janganlah biarkan diri kita maupun orang-orang yang kita cintai terpisah dari Allah. Kita adalah anak-anak Allah. Roh Kudus yang memampukan kita untuk berseru kepada Allah, “Abba, ya Bapa.”
Mari selalu membuka pintu hati kita untuk mendengarkan bisikan Roh Kudus agar hati dan pikiran kita selalu tertuju pada Allah Bapa kita. Tanda bahwa Roh Allah masih bekerja dalam diri kita adalah ketika kita mampu mengucapkan doa. Oleh Roh Kudus Allah, mari selalu berseru, “Abba, ya Bapa. Engkaulah Allahku. Buka hatiku untuk selalu dapat mendengar bisikanMu. Kuatkan imanku untuk selalu berserah dan bersandar pada Yesus Tuhan-ku. Tuntunlah langkahku untuk senantiasa berjalan dalam terang sabdaMu.”
Bahagianya hidup selalu ada dalam tuntunan Roh Kudus Allah. Semangat Senin!❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 22 Jan 2024
Senin Pekan Biasa III
PF S. Vinsensius, Diakon dan Martir
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: 2Tim 1:10
Bacaan Injil: Mrk 3:22-30
**********
Bait Pengantar Injil
2Tim 1:10
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut
dan menerangi hidup dengan Injil.
Bacaan Injil
Mrk 3:22-30
Kesudahan setan telah tiba.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari datanglah ahli-ahli Taurat dari Yerusalem,
dan berkata tentang Yesus, “Ia kerasukan Beelzebul!”
Ada juga yang berkata,
“Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”
Maka Yesus memanggil mereka,
lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan,
“Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah,
kerajaan itu tidak dapat bertahan,
dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah,
rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri,
kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan,
malahan sudahlah tamatlah riwayatnya!
Camkanlah,
Tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat,
untuk merampas harta bendanya,
kecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu.
Lalu barulah ia dapat merampok rumah itu.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni,
ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus,
ia tidak mendapat ampun untuk selama-lamanya,
sebab dosa yang dilakukannya adalah dosa kekal.”
Yesus berkata demikian karena mereka bilang
bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Demikianlah sabda Tuhan.
************
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA TERNATE, MALUKU UTARA
Senin, 22 Januari 2024
Masa Biasa
Injil : Mrk. 3 : 22 – 30
TUDUHAN KARENA PRASANGKA BURUK
“Jika seseorang tak mampu menahan laju tumbuhnya cemburu dan iri dalam hati dan pikirannya maka akan melahirkan prasangka buruk yang menghasilkan tuduhan tanpa alasan dan bukti.”
Kadang terjadi bahwa kita melabelkan orang lain dengan stigma tertentu bukan karena adanya fakta dan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan melainkan karena kreasi pikiran kita sendiri akibat rasa iri hati dan cemburu yang kita rawat dan jaga di dalam hati dan pikiran kita.
Kebenaran penegasan di atas terbukti dalam tuduhan orang-orang yang cemburu dan iri hati karena Yesus mampu melakukan Mujizat. Maka mereka pun mulai menuduh seperti tertulis dalam Injil hari ini:_“Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” ( ayat 22 )-
Karena itu, inilah yang harus Anda miliki dan perbuat yakni:
1) Akuilah kelebihan, keahlian dan keberhasilan orang lain. Inilah hasil dari kerendahan hati;
2) Padamkanlah cemburu dan iri hati yang ada di dalam dirimu, karena sifat ini akan menghentikan langkahmu dan membenamkan dirimu di tengah keberhasilan orang lain;
3) Motivasikanlah dirimu dan semangatmu dengan keberhasilan orang lain untuk tetap bergerak maju mencapai cita-cita.
Akhirnya bila Anda memelihara sesuatu yang busuk dalam dirimu maka aromanya dapat dicium orang tapi dayanya akan menghancurkanmu.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )